
"Kanaya kau baru kembali, kenapa lama sekali disana? apa kamu di hukum oleh bos." Tanya Bu Sarah.
"Tidak bu, aku hanya membersihkan ruangan saja dan sekarang aku disuruh membuat kopi, apa boleh aku minta tolong pada ibu?"
"Minta tolong apa? bicara saja sama saya tak perlu sungkan."
"Bisakah ibu yang mengantarkan kopinya."
"Tentu saja, karyawan office girl kan banyak.:
"Terima kasih ya bu."
Akhirnya Kanaya bisa istirahat sejenak tanpa bertemu dengan Arkan, gara gara insiden tadi bayangan Arkan terus saja ada dalam pikirannya.
"Kenapa dia mencium ku, aku benar benar ingin menghilang saja dari pada harus bertemu dia setiap hari." Gumamnya.
Arkan yang sedang sibuk dengan laptopnya ia tak menyadari ada yang mengantarkan kopi untuknya, ia kira Kanaya lah yang mengantarnya.
"Cepat sekali kau mengantar kopi ku apa kau merindukan ku Kanaya."
Putri karyawan office girl pun shock dengan ucapan bos nya itu.
"Tuan maaf saya bukan Kanaya." Ujarnya dengan gugup.
"Kau berani sekali masuk kesini tanpa perintah dariku hah, aku menyuruh Kanaya kenapa kau yang datang!"
"Maaf tuan, tapi bu sarah yang meminta saya untuk mengantarkan kopinya."
Arkan benar benar kesal pada Kanaya yang membantah perintahnya.
"Pergi sana dan bawa lagi kopinya, aku ingin Kanaya yang mengantarkannya kesini."
"Baik tuan saya permisi,"
Putri pun kembali ketempat kerjanya ia sangat kesal dengan bos nya yang tak pernah lembut padanya padahal putri sangat berharap bosnya itu naksir dia.
"Heh Kanaya! sejak kapan kau merayu tuan Arkan, harusnya kau itu mikir masih baru disini." Geramnya.
"Apa maksud mu put?" Tanya bu sarah ikut penasaran.
__ADS_1
"Itu gara gara Kanaya aku harus membawa kopiku kembali, sepertinya dia sangat pintar merayu pria." Ujarnya dengan sewot.
"Maaf mbak memangnya ada apa dengan tuan Arkan?"
"Halah pura pura gak tahu lagi! gara gara kamu aku kena marah tau gak, sudah sana buat kopi lagi dan antarkan sama kamu jangan menyuruh orang lain." Sergah putri.
Dengan pasrahnya Kanaya mengantar kopinya keruangan Arkan padahal ia sudah sangat senang bisa menghindari Arkan namun sekarang ia malah harus bertemu lagi.
Tok tok tok
"Tuan ini kopinya, saya permisi kerjaan saya masih banyak."
"Tunggu!" Ujarnya.
Kanaya menghentikan langkahnya.
"Ada apa?"
"Tolong pijat pundak ku dulu lalu kau boleh pergi."
"Tidak bisa tuan pekerjaanku masih banyak, aku harus pergi sekarang."
"Aku tahu, tapi tolong jangan begini aku tak mau orang lain beranggapan yang aneh aneh."
"Memangnya siapa yang berani seperti itu."
Ceklek pintu dibuka oleh William yang membawa berkas ke ruangan Arkan, William pun tak kalah terkejutnya pada Kanaya yang berada di ruangan Arkan dengan berpakaian seragam.
"Kanaya kau bekerja disini?"
"Iya Kak."
"Sejak kapan?"
"Baru tadi pagi Kak,"
Arkan yang melihat Kanaya sangat sopan pada William membuatnya cemburu, ia tak suka William berdekatan dengan Kanaya.
"Ekhem, Wil mana berkas yang ku minta!"
__ADS_1
"Ini tuan tingga tandatangani." kemudian Arkan membaca berkasnya lalu ia menandatangani.
"Kanaya kau boleh kembali." Kata Arkan.
"Baik tuan," Jawabnya.
"Kanaya tunggu! nanti siang kita makan bersama ya." Ujar William.
"Baik Kak." Lalu Kanaya pun pergi dari ruangan Arkan dengan perasaan senang karena bertemu dengan William, entah kenapa ia sangat nyaman di dekat William.
***
Waktunya makan siang, William mengajak Kanaya makan siang di kantin membuat semua orang memperhatikannya banyak wanita yang iri pada Kanaya bisa makan bersama William.
Tak lama kemudian Arkan pun datang ia juga ikut duduk di samping Kanaya membuatnya sangat gugup.
"Tuan kenapa kau kesini?" Tanya Kanya pada Arkan.
"Apa kau tuli hah, ini perusahaan ku dan terserah aku mau duduk dimana." Tegasnya.
"Kalau begitu aku pergi saja tuan, karena tidak enak jadi bahan pembicaraan." Lalu ia beranjak dari duduknya namun Arkan menahan tangan Kanaya menyuruhnya untuk duduk kembali.
William hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tingkah Arkan dan Kanaya, William juga tahu bahwa Arkan cemburu jika Kanaya bersamanya namun ia sengaja melakukan itu.
"Hebat tuh si Kanaya mendapat dua pria sekaligus." Ujar putri pada teman temannya.
"Iya ya padahal kan dia gak cantik cantik amat, apa dia pake pelet ya."
"Mungkin ia dia pake pelet, kalau begitu kita cari tahu."
Setelah tahu Kanaya sangat dekat dengan tuannya membuat para wanita iri padanya dan banyak yang membencinya karena dengan gampangnya Kanaya dekat dengan Arkan dan William pria tertampan dan terkaya.
"Makan yang banyak dan habiskan semua makanan ini jangan sampai ada sisa."
"Apa kau gila hah, Kak Arkan ingin membunuhku?"
"Ini perintah kau harus menuruti keinginanku."
"Cih egois manusia arogan!" Kanaya pun berdiri dari tempat duduknya lalu ia pergi meninggalkan Arkan dan William.
__ADS_1
"Apa kata mu hah!" Teriak Arkan membuat semua orang menatapnya.