
Baru hari pertama kerja sudah membuat Kanaya kesal pada Kakak tirinya itu.
Kanaya berjalan dengan langkah gontai, hari ini ia benar benar capek kerja sampai sore.
"Non sudah pulang?" Tanya bi Atum.
"Iya bi, aku lelah sekali aku mau istirahat dulu ya bi."
Baru saja Kanaya ingin pergi ke kamarnya namun dengan sigap Arkan menarik tangannya membuat Kanaya menabrak dada bidangnya, entah kapan Arkan sudah berada di rumahnya karena setahu Kanaya ia masih sibuk dengan pekerjaannya.
Aroma wangi maskulin yang sangat khas membuat Kanaya terbuai, Arkan sadar ia melihat Kanaya sangat nyaman di dadanya kemudian Arkan mendorongnya hampir membuat Kanaya terjatuh.
"Nyaman banget ya berada di dekatku."
"Tidak." Kanaya pun cepat berlari menghindari Arkan ia sangat malu kenapa bisa terbuai dengan wanginya.
Arkan tersenyum senang sudah mengerjai Kanaya, ia sangat bahagia bisa bertemu Kanaya di setiap waktunya apalagi sekarang Kanaya bekerja di kantornya.
"Kanaya,, Kanaya,, entah dari kapan aku mulai menyukaimu," Gumamnya. Bi Atum yang melihat Arkan senyum senyum sendiri membuat ia juga ikut senyum.
***
Plakkk Plakkk
"Berani sekali kau membohongi ku Jack," Amarah Ana pada Jack yang sedang berduaan dengan seorang wanita.
__ADS_1
"Sialan beraninya kau menamparku Ana." Geramnya.
"Kau membohongiku, kau sudah berjanji akan menikahi ku tapi kenapa kau bermain dengan wanita lain." Ana sangat jijik melihat wanita yang berada di tempat tidur tanpa sehelai kain pun yang menempel di badannya, apalagi wanita itu sepertinya masih muda.
"Cih memangnya siapa yang ingin menikahi bekas orang lain, aku tak sudi." Ujar Jack membuat mata Ana berkaca kaca.
"Aku tak menyangka kau berbohong padaku Jack, setelah hidupku berantakan sekarang kau malah menyakiti hatiku. Apa kau tak pernah berfikir bahwa aku mencintaimu sejak lama Jack."
"Maaf Ana sejak lama rasa di hatiku sudah tak ada lagi untukmu, aku hanya ingin bermain main denganmu saja tapi kau malah menganggap permainanku serius."
"Kamu jahat Jack hiks hiks apa kau tahu aku sedang mengandung anak mu, aku hamil Jack!"
"Aku tak peduli Ana, kita sudah tidak ada hubungan lagi. Minta tanggung jawablah pada Arkan bukankah dia masih suami mu."
"Aku sudah bercerai Jack, demi kamu aku bercerai dengannya. Ayo kita menikah Jack, anak ini butuh kamu."
"Sudah ku bilang aku tidak mencintaimu, lihatlah wanita yang ada dibelakang ku, dia adalah kekasihku kami akan menikah satu bulan lagi." Ucapnya.
Hati Ana serasa disambar petir, Jack telah menghancurkan hidupnya sekarang hanya ada penyesalan pada diri Ana yang sudah menyianyiakan Arkan mantan suaminya.
Ana pergi meninggalkan Apartemen Jack dengan langkah gontai serta hati yang hancur.
"Hiks hiks sialan aargghhh."
***
__ADS_1
Kanaya sedang berada di taman belakang menikmati pemandangan dengan banyak kolam ikan, tanpa Kanaya sadari ada seseorang yang terus memperhatikannya.
Arkan dialah yang memperhatikan Kanaya dari jauh, ia berjalan ke arah Kanaya dengan tangan yang di masukkan kedalam sakunya.
Kanaya tak menyadari ada Arkan dibelakangnya ia terlalu fokus memandangi ikan.
Dengan berani Arkan memeluk Kanaya dati belakang membuat Kanaya terkejut dengan tangan yang sudah melingkar di perutnya.
"Apa kau sangat menyukai ikan." Bisiknya pada telinga Kanaya membuat ia merinding.
"Le lepaskan tangan mu Kak,"
"Tidak, tetaplah seperti ini dulu."
"Lepas Kak, aku tak mau ada orang yang melihat kita."
"Kalau begitu kita ke kamar biar tidak ada yang melihat."
"Apaan sih Kak, lepaskan tangan mu jangan seperti ini." Akan tetapi Arkan malah mengeratkan pelukannya.
"Aku mencintaimu Kanaya, kapan kau akan menerima cintaku. Aku ingin menikahi mu." Ucapnya.
Jantung Kanaya berdebar tak karuan, entah kenapa hatinya sangat berbunga bunga setelah mendengar ucapan Arkan namun sebisa mungkin ia tak ingin memperlihatkan nya.
"Apa maksud Kak Arkan? sampai kapan pun aku tak pernah menikah dengan mu." Ketusnya.
__ADS_1