
Arkan mengendarai mobilnya menuju perusahaan, disana sudah banyak para klien yang menunggunya.
"Tuan anda ditunggu tuan Roberto." Arkan menarik nafas sedalam dalamnya ia harus menghadapi kekacauan saat ini.
"Wil tolong kamu atasi klien yang lain, aku harus berbicara dengan tuan Robert."
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu,"
Arkan menuju ruangannya disana sudah ada tuan Roberto yang sedang menunggunya.
"Selamat siang tuan Arkan,"
"Siang juga tuan Robert."
"Apa anda sudah melihat media tentang istri anda?"
"Ya saya sudah tahu,"
"Apa semua itu benar?" Tanya nya.
"Jika saya berkata semua itu bohong apakah anda akan percaya kepada saya!"
"Tidak, saya butuh bukti dulu jadi saat ini saya akan memutuskan kerja sama kita." Arkan sudah tahu ia pasti akan menerima konsekuensinya, perusahaan yang bekerja sama dengannya seketika mundur memutuskan untuk bekerja sama dengan perusahaan lain. Sedangan tuan Roberto yang mempunyai perusahaan terbesar di negaranya Amerika namun ia juga ingin memutuskan kerjasamanya dengan perusahaan Arkan.
__ADS_1
"Saya akan kembali jika permasalahan rumah tangga selesai, karena anda bisa membuat perusahaan saya ikut menurun juga."
"Saya mengerti tuan Robert."
"Kalau begitu saya permisi!" Arkan saling berjabat tangan, setelah kepergian tuan Robert ia benar benar sudah memuncak emosinya.
"Arghhh sial sial sial, kenapa aku harus mengalami ini semua." Teriaknya dengan melempar beberapa kertas yang ada di meja kerjanya.
***
Kanaya baru saja melihat media yang beredar, disana terpampang jelas foto dirinya. Kanaya tidak menyangka pada Ana yang melakukan semua ini padahal yang di bicarakan oleh Ana semuanya tidaklah benar.
Kanaya hanya bisa menangisi nasibnya saat ini, ia yakin medianya akan cepat tersebar pada teman temannya begitu juga pada orang tuannya.
"Rupanya kau wanita murahan, aku tak menyangka selera mu ternyata suami orang." Begitulah isi pesan dari Arif.
Dan banyak pesan yang belum ia baca karena Kanaya tahu pasti semuanya sedang menyalahkan dirinya, begitu juga dengan Nita teman dekatnya ia tak menyangka pada kelakuan Kanaya.
"Kanaya aku tak menyangka selama ini kau berhubungan dengan Kakak tiri mu itu, kenapa kamu tidak cerita padaku?" pesan dari Nita, Kanaya tak membalasnya percuma ia berkata jujur pun tak akan ada yang mempercayainya.
"Ya tuhan pantas saja Kak Arkan marah padaku, aku baru tahu dengan berita yang beredar tega sekali Kak Ana menuduhku seperti itu." Tak terasa air mata Kanaya lolos begitu saja, sampai kapan ia harus menerima nasib yang buruk. Selama hidupnya ia belum pernah merasakan kebahagiaan kecuali waktu masih bersama ayahnya.
"Ayah aku sangat merindukan masa kecilku bersama mu hiks hiks."
__ADS_1
***
Arkan memegang kepalanya ia menjambak rambutnya sendiri dengan kuat, Arkan benar benar frustasi saat ini.
Panggilan masuk pada ponsel Arkan, kemudian Arkan mengangkat telpon nya dengan pasrah.
"Arkan," Ucap tuan Louis sang ayah menelpon nya.
"Ya Ayah,"
"Berani sekali kamu menghancurkan perusahaan ayah dengan kelakuan mu itu, berani sekali kamu berselingkuh dengan adik tiri mu hah," Teriaknya.
"Kau tahu ayah sangat kecewa pada mu, kenapa kau melakukan semua ini sedangkan kau sudah memiliki istri hah, kau lihat semua orang menyudutkan mu atas perlakuan mu itu."
"Maafkan aku ayah tapi semua ini tidak benar, tidak semuanya benar yang dikatakan Ana."
"Benarkah begitu kau tak melakukan hubungan dengan Kanaya."
"Soal itu aku memang melakukannya tapi dengan cara tidak sadar, aku minta maaf Ayah."
"Bagaimana pun kau sangat salah Arkan, ayah benar benar kecewa padamu, ayah akan memberi mu waktu seminggu untuk menghilangkan berita di media itu jika memang apa yang di ucapkan Ana tidak benar."
"Ya Ayah aku sedang mencari buktinya, aku janji akan mengembalikan perusahaan ayah untuk naik kembali."
__ADS_1
Kemudian Arkan mematikan ponselnya dengan perasaan yang tidak karuan, kekacauan benar benar menghampirinya.