
Arkan dikejutkan dengan berita yang beredar di media, Arkan di cap sebagai seorang pria yang mengkhianati istrinya.
Disana Ana di wawancarai, ia menangis menceritakan kejadian dimana Arkan dan Kanaya melakukan hubungan saat dirinya sedang di Amerika.
Semua yang menyaksikan kisah rumah tangganya merasa iba pada Ana.
"Siapakah wanita yang bersama suami anda?" Tanya seorang reporter.
"Bagaimana ya? apa aku harus menjelaskannya disini, aku takut jika wanita itu mengancam ku." Ujar Ana ia mencoba membohongi semua orang yang ada disana.
"Apakah dia wanita jahat? anda harus memberitahunya di media agar anda terlindungi."
Ana tersenyum sinis ia sangat bahagia hari inu bisa menghancurkan Arkan serta adik tirinya itu.
"Sebenarnya wanita itu yang sangat dekat dengan aku dan juga suami ku." Ujarnya.
Semua orang saling bertatap mereka tidak menyangka Arkan mengkhianati Ana dengan orang terdekatnya.
"Siapakah wanita itu?"
"Dia adik tirinya Arkan yang belum lama tinggal bersama kami, aku tak menyangka dia setega itu merebut suamiku padahal dia masih di bilang muda dariku tapi dia benar benar sudah menghancurkan rumah tangga ku."
__ADS_1
Semua orang saling membicarakan Kanaya yang terpampang jelas wajahnya di layar, Ana sengaja memperlihatkan wajah Kanaya disana agar semua orang tahu.
"Wanita pelakor itu masih muda, gak tahu diri sekali." Ucap seorang reporter.
Arkan mengepalkan tangannya dengan kuat, ia tak menyangka Ana secepat ini membongkarnya.
"Ah sialan kau Ana, beraninya kau berbohong pada media lihat saja aku akan membalas mu." Gumamnya.
Ponsel Arkan banyak pesan masuk dari perusahaan yang bekerjasama dengannya.
Arkan pun membaca beberapa pesan yang masuk.
"Arghhh sial ini semua gara gara Ana dan juga Kanaya."
Arkan pun segera menelpon William untuk mencari cara agar medianya tidak beredar.
"Wil bagaimana ini, kau bisa kan melakukannya."
"Maaf tuan tapi beritanya sudah sampai pada tuan Louis ini sangat susah dicegah, lebih baik anda meminta nona Ana untuk menghentikannya."
"Ah sial, dia benar benar ingin menghancurkan ku."
__ADS_1
Kemudian Arkan turun ke bawah menuju ruang utama ia ingin pergi ke kantornya namun setelah sampai ruang utama Arkan melihat Kanaya yang sedang menikmati cemilan dengan lahapnya membuat Arkan geram.
Kemudian Arkan berjalan menghampiri Kanaya lalu ia merebut cemilan yang ditangannya dengan paksa.
"Kak Arkan kembalikan cemilan ku."
"Berani sekali kau bersantai disini dengan enak, apa kau tak melihat media yang sedang beredar hah." Teriaknya.
"Apa maksud Kak Arkan?"
"Ini semua gara gara kau yang sudah menghancurkan kehidupan ku, kau tahu perusahaan ku seketika hancur hanya gara gara kau disini."
"Apa maksud Kak Arkan menyalahkan ku, harusnya aku yang berteriak disini karena kau yang sudah mengambil kesucian ku."
Plakkkk,, Kanaya mendapatkan tamparan dari Arkan ia merasakan panas di pipinya, air mata Kanaya pun begitu lolos dari pelupuknya ia tak menyangka Arkan akan setega ini.
"Kau tahu ini semua salah mu, jika kau tak tinggal disini maka aku tak akan melakukannya padamu, paham!" Tegasnya.
"Kau disini hidup menumpang, apa kau tahu semua terjadi juga karena dirimu yang berani datang ke rumah ku,harusnya Ibu mu tak menikahi Ayahku dengan begitu kau tak akan pernah kehilangan kesucian mu."
Kanaya sakit hati dengan ucapan Arka yang begitu menusuk di dadanya, ia juga tak mengerti dengan sikap Arkan yang berubah ubah, kemarin Arkan ingin bertanggung jawab dan menikahinya tapi sekarang ia malah menyalahkannya dan juga menghinanya.
__ADS_1
Arkan pun pergi meninggalkan Kanaya yang masih mematung dengan air mata yang membasahi pipinya.