MENCINTAI YANG HILANG

MENCINTAI YANG HILANG
ULANG TAHUN


__ADS_3

Bertambah usia akan lebih bermakna jika ada kamu disana!


***


Rifan sedang sibuk merekam video ucapan ulang tahun untuk Nida. Entah sudah berapa kali mengulang merekam videonya. Berusaha semaksimal mungkin tidak ada kesalahan pengucapan maupun mimik wajah. Benar-benar diperhitungkan dengan matang agar video yang sudah jadi nanti mampu menyampaikan harapan-harapan terbaiknya untuk Nida.


Walaupun Rifan sebenarnya tau kalau mungkin saja usahanya membuat ucapan via video ini tidak akan mendapat respon yang baik dari Nida, tapi Rifan tetap saja melakukannya, tidak perduli bagaimanapun tanggapan Nida nantinya.


Setelah selesai proses editing Rifan langsung mengirim video tersebut melalui email kepada satu-satunya orang yang diharap mampu membantunya menghubungi atau menemui Nida, Doni.


Send!


Huhh... akhirnya! bisa tidur nyenyak, selamat ulang tahun Daaa!


Rifan menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur sambil tersenyum menatap layar hp yang telah sukses mengirim video ke email Doni.


Sementara itu, Doni yang telah menerima email dari Rifan sedang kebingungan memikirkan bagaimana caranya menyampaikan video Rifan pada Nida tanpa menyinggung perasaan Nida.


Setelah hampir setengah jam berfikir mondar-mandir di dalam kamar akhirnya Doni mendapat ide untuk meminta tolong pada Lily.


Doni : Ly?


Lily : Iya, kenapa Don?


Doni : Rifan ngirimin video ucapan selamet ulang tahun buat Nida nih, lah gue bingung gimana caranya ngasi ke Nida biar dianya nggak kesinggung!


Lily : Aaa gini aja, besok rencananya gue juga mau kasi surprise kecil-kecilan si jadi sekalian aja, menurut gue Nida nggak bakal kesinggung kok. Btw nggak kebayang pas Nida dengerin suara Rifan di video itu nanti, sedih banget pasti.


Doni : Belum juga dikasi ke Nida gue yang liat udah sedih duluan, yaa tapi mau gimana lagi Ly. Ya udah, besok aku nyusul deh.


Lily : Oke!


Doni : Sory ganggu lo kamu Ly!


Lily : Santai aja lagi Don.


Setelah percakapan via wa selesai tanpa sadar Doni menatap lama foto profil wa Lily.


Cantik juga si Lily kalo di liat-liat!


Padahal kenal Nida udah lama, kok baru tau ya Nida punya temen Lily, kalau aja udah kenal lama udah gw sikat ini mah!


Ucapnya dalam hati sambil menyunggingkan senyum dan menggelengkan kepala.


***


Sesuai dengan janji Lily pada Doni, sore itu mereka memberikan surprise kecil-kecilan di hari ulang tahun Nida.


"Syutttt! "


"Ngapain syuttt syuttt segala Nida kan nggak bisa liat kita Ly! "


"Oiya lupa, tapi jangan berisik! "


"Ya lo masih ngomong terus! "


"Doni iiih! "

__ADS_1


Bu Hanna, Azlan dan Endah juga turut membantu dengan mengajak Nida ngobrol lebih dulu, seakan-akan tidak ada Lily dan Doni di sana.


"Nduk! selamat ulang tahun ya!" ucap bu Hanna sambil mengecup kening Nida.


"Sehat terus! " lanjut Endah.


"Cepet pulih segalanya biar bisa main bareng Kinan! " timpal Azlan sambil menggandengkan tangan mungil Kinan ke tangan Nida.


"Kalian kenapa si ini... jadi terharu! "


"Coba tebak ada siapa di sini? " ucap bu Hanna seolah ingin memberi kejutan.


"Daaa, sahabat gue paling gemes selamat ulang tahun, gue bawain pancake kesukaan lo lengkap sama lilin angka 20... "


Nida menerima pancake dari Lily dengan bantuan bu Hanna mengulurkan tangannya.


"Lily... makasiii udah bela-belain kesini, gue terharu banget. "


"Ffffuuuhhh fffuuhhh" Kinan yang sedari tadi memandangi lilin pada pancake yang Nida pegang mulai memaju-majukan bibir mungilnya, gadis kecil itu sangat pintar seakan sudah mengerti bahwa fungsi lilin ulang tahun adalah untuk di tiup.


Semua yang berada di kamar Nida tidak kuasa menahan tawa gemasnya melihat tingkah lucu Kinan.


"Kenapa pada ketawa? " tanya Nida bingung.


"Daa, si Kinan udah monyong-monyongin bibir pengen niup lilin ulang tahun kamu ni hahaha! " jawab Lily mencoba menjelaskan.


Nida hanya tersenyum mendengar penjelasan Lily. Ia sangat ingin melihat tingkah lucu Kinan tapi apa boleh buat kado terindah yang sebelumnya tidak pernah Nida bayangkan kini harus dialami entah sampai kapan ia kehilangan penglihatannya.


Kini giliran Doni mengucapkan selamat ulang tahun pada Nida. Sebenarnya sedikit canggung karena sebelumnya Doni selalu bertemu atau bersama Nida hanya kalau ada Rifan.


"Daaa! "


"Selamat ulang tahun Da, gue punya sesuatu yang harus lo dengerin! plis lo denger sampai habis dulu ya Da! "


DEGGGG


Nida merasakan sesak yang tiba-tiba menyerang tepat di tengah dadanya. Seakan tau bahwa Doni akan menyampaikan sesuatu yang berhubungan dengan Rifan.


Semua yang berada di kamar Nida sore itu diam seketika, hanya terdengar ocehan Kinan yang sibuk menarik-narik kaus kakinya.


Doni berlutut di depan kursi roda Nida, memutar video yang Rifan kirimkan tadi malam.


🌺


Assalamuaikuuuum!


Yaelah ada yang makin tua hahaha.


Udahan napa ngambeknya Da, lama amat.


Gue baik-baik aja disini, makan tepat waktu, sholat juga ngga bolong-bolong.


Orang disini baik semuanya kok Alhamdulillahhh.


Daaaa, Inget nggak dulu pas jaman kita bocah kita selalu minta bakso gratis ke pak Hardi pas salah satu dari kita ulang tahun.


Jadi kangen gini... ke pak Hardi hahaha.

__ADS_1


Terus,


Yang rajin bimbingan biar wisuda tepat waktu.


Semoga makin cantik makin baik makin suka bayarin makan makin makin segalanya.


Yang kemaren-kemaren lupain aja anggep aja itu mah sebagai pelajaran buat kita semua.


Ehh anu apa lagi yak hahaha.


Aktifin wa dong Da, kenapa sih akun sosmed lo off semua?


Gue mau pamer nih kalau seorang Rifandi Ahmad sudah tidak secupu yang Rainida Saqeena katakan.


Gue harap kita bisa selalu saling pegang janji kita Da, gue bakal jagain lo, lindungin lo, jadi sahabat lo selamanya.


Yaaa meskipun suatu hari kita bakal punya keluarga masing-masing atau bahkan kita udah punya anak masing-masing aku bakal nyisain waktu buat kita tetep komunikasi.


Plisss cari suami yang bisa nerima gue jadi sahabat lo Da, gue tau ini nggak penting dan terkesan seperti berangan-angan tapi ini isi hati gue Da.


Dan wajib harus mesti anak kita sahabatan juga kaya kita. Lo bakal ngelahirin di tempat yang sama tempat istri gue ngelahirin.


Terus kita bisa foto berempat sambil senyum pepsoden.


Maapin deh kalau kejauhan ngayal hehe.


Sekali lagi,


Selamet ulang tahun cewe no 1 dalam hidup setelah mamah sama nenek.


Sehat terus Da, bahagia selalu. Aamiin.


Byeeeee, see uuuuuu


🌺


Lily tidak lagi sanggup menahan genangan air di pelupuk mata. Terisak berkali-kali bahkan saat video baru di putar beberapa menit.


Endah yang juga tidak kuasa menahan sedih perlahan menyenderkan kepala ke bahu suaminya Azlan.


Sementara Bu Hanna terlihat berusaha tegar meski hati dan fikirannya begitu hancur melihat Nida.


Doni frustrasi, melihat reaksi keluarga Nida termasuk Lily. Doni sangat ingin menghentikan video yang berisikan ocehan sahabatnya itu.


Nida, tatapannya kosong. Air mata terus mengalir tapi tidak sepatah katapun yang Nida ucapkan.


Hingga akhirnya...


"Don? "


"Iya Da, kenapa?"


"Bilangin ke Rifan gue nggak mau dengerin suara dia lagi!"


BERSAMBUNG...


Terima kasih sudah berkenan membaca episode 15 "Mencintai yang hilang"

__ADS_1


Sabar ya readersss nanti Nida bakal bahagia kok, sekarang sedih sedih duluwww


__ADS_2