
Doni yang rupanya juga mendengar suara parau khas bangun tidur Novia ikut tersentak duduk dan melihat ke arah Novia.
Sambil mengucek kedua matanya, "Pan, lo kemana? Novia bangun nih! "
"Assalamualaikumwarahmatullah... "
"Oooh sholat," lirih Doni sambil melangkah ke arah stop kontak lampu kamar lalu menghampiri Novia.
"Nov? sudah enakan? "
Rifan yang baru saja selesai berdoa juga turut duduk di bibir tempat tidur Novia.
"Masih pusing? atau panas Nov? "
"Iam okay, saya hanya ingin segera pulang. " ucap Novia dengan wajah teramat sedih.
***
"Del! "
"Adeeeeel! "
Tuh kan kebiasaan nih anak, dasar kebo susah banget dibangunin, udah begini berisiknya gue gedor-gedor pintu belum juga sadar!
"Adelllll, Kakak mau ke mall ikut nggak? "
CEKLEKKK
Sambil menoyor kepala Adel, "Giliran jalan-jalan aja cepet lo! "
"Apaan si kak, gue ngantuk banget ini. Beneran ke mall? gue siap-siap sebentar oke, 5 menit. " jawab Adel malas kemudian berbalik kembali masuk kamar berniat untuk mandi.
"Eeitsss! "
"Lepasin Kak, apaan si pake narik kerah baju segala! "
"Pinjem atm dong Dek, atm gue keblokir! " Lily memasang wajah sedih.
"Apaan, nggak nggak! "
"Pliiiiissss, nanti gue ganti dua kali lipat deh. Janji! "
"Bener ya, awas aja kalau bohong! "
Pagi penuh drama selalu dilalui bersama oleh kakak beradik yang jarang sekali rukun itu. Memiliki orang tua yang berprofesi sebagai pengusaha sukses membuat mereka hampir tidak pernah mengalami kesulitan yang berarti dalam masalah kebutuhan dan keinginan.
Selesai mandi, Adel menyusul Lily yang sedang sarapan di dapur.
"Mbak kapan pulang si Kak, gue males banget makan telor dadar buatan lo begini." ucap Adel menatap kosong telur dadar yang sudah tersaji di atas piring.
"Syukur syukur gue bisa masakin telor buat lo dek, mending kita masih bisa makan. Diluar sana banyak orang yang buat makan aja harus ngorek tong sampah bahkan harus nunggu sisa makanan orang. Lo udah gede masa masih berfikiran begitu si? " jawan Lily dengan nada rendah berusaha memberi pengertian pada adiknya.
__ADS_1
Adel tidak menanggapi ucapan Lily, justru masih nyaman melanjutkan lamunannya.
"Udah ah, gue mau pergi dulu. Tadi Mbak Sumi nelfon siang ini dia nyampe, beresin rumah!"
Lily menyeruput susu putih yang hanya tinggal separuh gelas, kemudian meninggalkan Adel dengan ekspresi yang tidak banyak berubah pada wajah adiknya itu.
Lily : Bu, tolong bilangin ke Nida kalau Lily telat ya. Soalnya macet banget ini,
Bu Hanna : Oke.
Gini ni kalau pake mobil susah mau nyelip hmm
Gerutu Lily kesal sambil memainkan hp di tangannya. Baru saja ia selesai mengabari Bu Hanna kalau ia akan telat sampai untuk bertemu Nida, seseorang yang lama sekali tidak berkabar mengirim pesan lewat whatsapp.
Kak Agung : Kamu apa kabar Ly?
Ngapain si ini orang, gue pikir udah tenggelem.
Sama sekali tidak terfikir bagi Lily untuk membalas pesan Agung. Entah apa yang membuatnya begitu malas bahkan untuk sekedar membahas nama laki-laki yang di gadang-gadang sudah dijodohkan sejak kecil dengannya.
Agung lebih tua lima tahun dari Lily, tahun ini Agung resmi bekerja sebagai direktur utama perusahan terkemuka yang memang ia bangun sendiri dari nol sejak hampir tujuh tahun yang lalu. Meskipun berasal dari keluarga berada tidak membuat Agung memanfaatkan harta orang tuanya, ia terkenal pintar, gigih dan pekerja keras.
Lily sering dianggap bodoh karena tidak mau menerima Agung yang memang sempurna dimata para wanita pada umumnya.
Ditengah kemacetan dan rasa bosan, timbul rasa penasaran dibenak Lily, jemarinya perlahan membuka aplikasi instagram dan mencari nama "Agung Wijaya"
Dihhh ria banget, foto pake peci pake baju koko biar apa?
Ini apa lagi? mau pamer prestasi? pake posting sertifikat nasional!
Belum cukup ternyata rasa penasaran Lily, sampai jarinya terhenti pada satu foto lama yang tampak begitu bermakna.
Dia belum hapus foto ini?
Foto perempuan cantik menggunakan seragam SMA dengan rambut terurai sedang memegang satu cup eskrim dengan wajah cemberut.
Tidak terasa posisi duduk Lily yang tadinya menyender kini tegak lurus fokus ke arah hp digenggaman tangannya.
Hey cerewet!
Cepatlah beranjak dewasa,
Sekarang mungkin masih terlalu awal untukmu,
Kelak, kamu pasti akan sadar siapa yang bertekad selalu menjaga dan melindungimu
Meskipun katanya kita cuma dijodohkan, tapi aku benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis cerewet yang akan marah-marah hanya kalau tidak dituruti membeli eskrim...
Tetttt teetttt tetttt
Suara klakson mobil bersautan menandakan arus lalu lintas mulai berjalan normal, tanpa mematikan layar hpnya Lily langsung beralih menyetir mobil dengan posisi hp yang tergeletak di tempat duduk sebelah kiri.
__ADS_1
Kak Agung : Kakak besok sampai di Indonesia, sampaikan sama Om dan Tante Kakak mau main kerumah ya judes!
*Apaan si,
Drrrttt dddrtttt*
Doni : Haloooo cantikkk! lagi nyetir ya?
Lily : Ihh jijay banget lo Don, hahaha. Iya ini mau kerumah Nida. Dimana lo?
Doni : Baru balik dari hotel, tadi abis...
Belum selesai Doni menjelaskan Lily lebih dulu memotong pembicaraan.
Lily : Hotel?
Ih kok bener si firasat gue semalem kalau Doni lagi nggak di kamarnya hm. Eh kenapa jadi bete begini si.
Doni : Kebiasaan banget orang belum selesai ngomong udag dipotong duluan, ada berita heboh ni!
Apaan si Lily kaya lagi banyak pikiran aja.
Doni sangat faham ekspresi wajah Lily, entah karena sering bersama atau memang karena Doni suka memandangi wajah cantik Lily.
Doni : Woy! ngelamunin apaan? iya gue tau gue ganteng meskipun belum cuci muka belum gosok gigi hahaha
Lily : Dih najis ya lo hahahaha, berita heboh apaan? cepet ceritain.
Doni : Kan lo tau kan Ipan balik kesini bawa temennya, bule jerman.
Lily : Lah iya? nggak tau, cantik?
Doni : Beeeuhh nggak usah ditanya dong,
Jawab Doni dengan ekspresi mengesalkan.
Lily : Mata lo
Doni dan Lily berbarengan : Mata keranjang, hahahaha.
Doni : Becanda ae si ibuk, udah ah mau diceritain nggak ni?
Lily : Iya iya cepetan ceritain.
Doni : Nama nya Novia, dia katanya si temen baik Ipan di Swiss. Ya lo tau lah Ly gimana baiknya Ipan ke cewe, gue udah nebak dari awal kalo Novia naksir sama Ipan dan kenyataannya bener. Novia kesini sama ayahnya sekalian ada kerjaan, tapi umur siapa yang tau Ly, ayahnya Novia mendadak serangan jantung dan meninggal dunia semalam.
Lily : Innalillahiwainnailaihirojiun, turut berduka cita gue Don.
Doni : Dan lo tau Ly, semalem pas Novia demam parah dia minta Ipan buat nikahin dia.
Lily : Dihhh kok bisa? nggak tau malu banget, apa dia ngomong begitu lagi nggak sadar kali, saking panas tinggi.
__ADS_1