Mengandung Anak Untuk Tuan Rayden

Mengandung Anak Untuk Tuan Rayden
36. Istri Tercinta


__ADS_3

"Tuan."


Dokter mengetuk pintu kamar Joan pagi ini.


Joan menyahutnya dari dalam. "Masuklah, Dok!"


Dokter membuka pintu, menghampiri Joan yang tengah duduk membelakanginya.


"Tuan Joan, apa yang anda lakukan pagi-pagi begini?" tanya Dokter berdiri di sebelah Joan.


"Aku sedang melukis, Dok." Joan menyudahi lukisannya. Dokter terkesima, dua matanya berpusat pada sosok gadis bermata teduh yang tengah duduk memegang sebuah mawar putih dan sedikit menatap ke atas.


"Siapa yang anda lukis, Tuan?" tanya Dokter ingin tahu.


"Gadis yang aku sukai, Dok. Bagaimana, apa dia cantik?"


Dokter tersenyum dan menjawab, "Cantik dan anggun, tapi sepertinya dia bukan dari--"


"Dia gadis dari wilayah ini, Dok." Joan menunjuk layar ponselnya.


"Tuan Joan, anda terlalu berlebihan mencintainya. Anda tahu, dia tidak akan bisa menikah dan masuk ke dalam keluarga Veldemort," tutur Dokter Pribadinya.


"Kalau tidak dicoba, pasti tidak akan tahu hasilnya. Sekarang bisakah Dokter membantuku membungkusnya?" Joan menunjuk kresek besar di atas meja.


"Tuan ingin kirim ke mana lukisan ini?" tanya Dokter mengambil kresek hitam itu.


"Aku ingin mengirimkan kepadanya, aku yakin gadisku pasti senang mendapat kejutan ini, Dok."


Joan tidak bisa lepas memandangi lukisan Arum. Dokter menghela nafas kasar melihat tatapan sayu pasiennya itu yang memiliki bakat melukis. Jika seandainya dapat dijual, mungkin akan menghasilkan milyaran dollar.


Setelah dibungkus, lukisan itu pun diletakkan di atas meja. Joan pun dibawa Dokter keluar dari kamar. Pria lumpuh itu duduk sendirian di depan TV sambil melihat Dokternya sedang menghubungi seseorang untuk membawa lukisan itu.

__ADS_1


Seketika layar televisi menyiarkan sebuah pernikahan megah yang sedang berlangsung. Joan dapat melihat awak media menyoroti seorang pria tengah diiring-iring ke atas altar pernikahan. Nampak Rayden sangat jelas dapat ia kenali. Sosok pria gagah, dan rupawan itu telah mengalahkannya.


"Tuan Joan, tidak lama lagi seseorang akan membawa lukisan itu. Apa anda sekarang ingin memulai kemoterapi?" sahut Dokter pun menghampirinya.


"Nanti saja, Dok. Biarkan aku melihat pernikahan adikku dulu, ini moment bahagia dapat melihatnya akan menikah." Joan menunda waktunya, tak terasa air matanya ingin jatuh. Ia bahagia, sangat bahagia. Namun ia tidak tahu, hari ini akan ada hati yang terluka.


"Aku jadi penasaran siapa permaisuri yang akan berdiri di sisi Tuan Rayden," gumam Dokter pun ikut menonton.


"Sama, Dok. Aku juga tidak sabar," sahut Joan. Sontak, keduanya terlonjat kaget ketika suara benda jatuh memecahkan rasa penasaran mereka.


"Lukisanku?"


Dokter bergegas mendorong kursi roda Joan kembali ke kamar. Keduanya melewatkan sosok adik ipar yang tengah berjalan di atas karpet merah menuju ke altar pernikahan. Terlihat Arum di sana menggunakan penyamaran dan berdiri di depan Rayden. Semua orang pun tahu istri Tuan Rayden seorang putri Mafia dari Arleya.


Putri Arumi Charleya.


Nama yang juga disamarkan demi keselamatan Arum dan Kamelia. Keduanya pun resmi menjadi sepasang suami istri yang diikat oleh cinta dan tali pernikahan resmi. Tamu yang hadir bersorak atas kebahagian kedua pengantin.


Kriiieet!


Joan terdiam, lukisannya sudah tergeletak di atas lantai. Dokter ingin memungutnya namun tiba-tiba lukisan itu bergerak.


"Ah, apa itu?" kaget Dokter menjerit.


Ciiit...ciiit...ciiit...


Joan shock melihat pelakunya adalah dua tikus besar yang ingin mencuri lukisan miliknya.


"Bedebbah! Beraninya kalian berdua! Mau aku bakar kalian, ha!" ujar Joan membentak. Mendengar kelakar Joan, dua tikus itu lari kocar-kacir masuk ke dalam lubang kecil di bawah dekat meja. Dokter mengambil secepatnya lukisan Joan. Terlihat di ujung kresek sudah digigit hingga robek.


"Huftt... hampir saja lukisannya rusak," hela Dokter lega.

__ADS_1


"Berikan padaku, Dok!" Joan mengambil lukisannya dan memeluknya ke dada, meremas kuat-kuat kepalan tangannya dan menyuruh Dokter untuk menelfon pelayanan hotel.


"Ternyata dua tikus ini menyukai gadisku, apa tidak ada yang lain yang bisa menjadi rival cintaku?" gumam Joan kesal.


Bila saja Joan tahu, rival yang sesungguhnya adalah adiknya sendiri. Entah apa yang akan dia rasakan? Joan pun keluar membawa lukisan itu, ia serahkan pada seseorang untuk membawa lukisan itu ke Arum, tepatnya ke mansion Barsha.


Joan pun kembali ke depan TV, ia langsung murung karena kedua pengantin sudah tidak disoroti awak media.


"Haiss, menyebalkan sekali!" desis Joan tambah kesal tidak melihat wajah adik iparnya. Ia pun mulai melakukan kemoterapi bersama Dokter. Entah berapa lama ia harus berada di Paris.


'Aku harap Arum membaca surat dan melihat lukisanku itu.'


.


.


.


Pesta pernikahan telah usai digelar, dan Arum sedang berada di dalam kamar pengantin. Terlihat di atas ranjang dipenuhi taburan mawar merah. Arum duduk masih menggunakan gaun pengantinnya. Dia menunggu Rayden masuk ke dalam kamar.


"Syukurlah semuanya berjalan lancar. Ayah dan Ibu mertua jahat itu tidak menaruh curiga padaku." Arum mengelus dada. Ia pun juga ingat wajah Edward yang sudah keriput dan Mariam yang masih awet muda. 'Em.... kira-kira bukan awet muda sih, bisa dibilang dia masih muda sesuai umurnya. Tapi aneh, kenapa ya dia mau menikahi Tuan Ed yang jauh lebih tua darinya? Pasti dia menikah karena tahta! Tante Barsha memang benar, nyonya Mariam licik sekali.' Arum mangut-mangut memikirkannya lalu menjatuhkan diri ke belakang. Arum terlentang menatap ke atas. Tidak lama menunggu, suaminya masuk. Arum tidur menyamping dengan perasaan yang deg - degan.


Rayden pun merangkul Arum dari belakang. Gadis itu memutar bola matanya melihat tingkah manja Rayden. Keduanya pun tidur bersama di malam ini dan melewatinya dengan kehangatan cinta dan kasih sayang. Rayden mencium kening Arum yang telah tertidur pulas lalu turun mengecup perut Arum. Pria bermata biru itu duduk mengelus-elus perut istrinya.


"Maafkan ya kalau Papa sering buat Mama sakit, Papa janji akan menjaga kalian." Rayden pun berbaring kembali di sebelah Arum. Memeluk Istri tercinta.


.......


.......


.......

__ADS_1


Maaf aku tidak mendetailkan pernikahan keduanya. Kalau kalian mau tahu, kalian cek di gooogle bagaimana pesta pernikahan Mafia itu. Tetap favoritkan, like, dan komen ya. Karena cerita ini masih berlanjut😘okay sampai jumpa di part berikutnya.


...Mohon beri kritik dan saran✌...


__ADS_2