
"Om!" Kamelia nongol juga di samping Joan.
"Om, dia Dokter Maya. Pasti mau lihat adek bayi kan, Tante?" tanya Kamelia ke Dokter Maya.
"I--iya, Tante disuruh Tuan Rayden ke sini untuk merawat bayi, dan juga menginap di rumah ini," jawab Dokter Maya jelas.
'Tinggal? Di rumah ini juga? Kenapa Rayden menerima Dokter ini jaga anaknya? Kemana Dokter Pribadinya dulu? 'batin Joan curiga karena wanita di depannya lumayan cantik.
"Sini, Tante! Masuk dan makan malam sama Mamaku!" Dokter Maya ditarik segera masuk ke dalam rumah meninggalkan Joan di pintu.
'Tidak pernah ada Dokter wanita yang direkrut Rayden, dan ini pertama kalinya terjadi. Apa ada rencana dibalik kehadiran Dokter ini?' pikir Joan mulai cari alasan tepat.
'Apakah Dokter ini yang duluan mengajukan diri? Kalau begitu, Dokter ini perlu diwaspadai.'
Joan pun menutup pintu lalu masuk ke dapur.
"Mama, Tante Maya datang lagi ke rumah!"
Ekpresi Arum kembali masam melihat Adiknya menggandeng tangan Dokter Maya.
"Selamat malam semua, maaf aku baru datang, barusan ada pasien yang perlu segera aku tangani, jadi terlambat. Sekali lagi maaf!" Dokter Maya membungkuk lagi.
"Bagus, kau akhirnya datang juga malam ini," ucap Rayden ingin Dokter Maya jadi babysitter untuk anak kembarnya.
__ADS_1
Barsha pun mempersilahkan Dokter Maya untuk makan bersama, dan tujuan mengapa wanita itu datang. Tanpa dikasih tahu, Rayden panjang lebar menjelaskan sampai tuntas. Arum berdiri dari kursi, tidak terima Dokter itu jadi babysitter. Arum takut, kejadian seperti di luar terjadi, takut baby sitter akan merebut suaminya.
"Mas, kenapa dia tiba-tiba jadi babysitter? Aku kan bisa rawat sendiri anak kita, Mas tidak percaya ya sama aku?" Barsha segera menenangkan Arum yang cemas berlebihan. Barsha juga tidak terima, tapi ia tahu alasan Rayden.
Dokter Maya jadi sedih, Arum semakin memandangnya buruk. 'Apa susah mendapat kepercayaan itu? '
"Sayang… " Rayden berdiri, mengelus rambut Arum.
"Tidak usah pegang-pegang," tepis Arum kecewa.
"Sayang, aku cuma tidak mau kamu terlalu capek, setiap hari selalu ngurus anak, tidak banyak istirahat. Aku cemas nanti kamu sakit, dan itu buatku sedih. Kamu jangan suka sangka-sangka buruk dong ke orang lain," ucap Rayden memeluknya di depan semua orang.
"Bukannya aku tidak percaya padamu, aku sampai kapan pun selalu percaya, dan aku cuma ingin kamu selalu sehat sayang, agar kita sama-sama bisa jagain anak. Ngerti kan?" lanjut Rayden mengusap pipi Arum yang basah.
Barsha dan Dokter Maya pun lega melihat Arum dapat mengerti. Tidak seperti Joan yang berdiri di dekat pintu masih curiga pada Dokter Maya dan tingkah Rayden yang tiba-tiba bijak.
Setelah makan, Arum dan Rayden duluan ingin ke kamar anaknya, meninggalkan Dokter Maya dan Barsha, Kamelia di dapur. Melewati Joan yang duduk sendirian menonton berita di TV. Tapi seketika ketiganya menoleh saat pintu rumah diketuk.
"Siapa itu?"
Rayden dan Arum bergegas membuka pintu tidak tahan ketukan itu makin keras bercampur suara hujan lebat di luar sana.
Saat pintu dibuka lebar, yang datang rupanya istri tetangga yang basah kuyup dan terlihat habis menangis. Jelas sekali, Kinan sesugukan di depan mereka.
__ADS_1
"Heh, apalagi ini? Kenapa kau datang kemari? Mau ngemis?" tanya Rayden sinis. Masih tidak suka tingkah Wira sehingga agak benci ke Kinan.
"Mas, dia lagi hamil, tega sekali kau bicara begitu!" marah Arum tidak tega dan kecewa pada Rayden.
"Habisnya datang-datang basah gini terus nangis, nanti kata tetangga lain kita yang sudah melukainya, sayang," ucap Rayden.
"Tapi gak menghina dia juga, Mas. Aku dulu pernah di posisi dia loh, tolong hargai dia juga,"
Rayden tersenyum paksa. 'Istriku ini kesambet apa sih? Dokter sendiri dicurigai? Istri tetangga malah di sayang? Astaga, susah sekali mengerti pikirannya,' batin Rayden mendesis.
"Maaf, sudah mengganggu." Kinan tertunduk sedih mendengar semuanya.
"Tidak ganggu kok, kita malam ini santai saja, tapi kenapa ya kamu datang ke sini?" tanya Arum maju selangkah.
"A-aku takut sendirian di rumah," jawab Kinan jujur.
"Kemana suami kampreet mu itu?" tanya Rayden ketus.
....
Biasa Direktur Es lagi korslet di luar sana bang 🤭
Mampir ke novel baruku juga ya, terima kasih😻
__ADS_1