Mengandung Anak Untuk Tuan Rayden

Mengandung Anak Untuk Tuan Rayden
98. Penyakit Paranoid


__ADS_3

Tuan Marsel pun menoleh, melirik sinis pada wanita itu.


"Dari awal, dia harusnya mati agar anak-anak yang aku dapatkan tidak mati sia-sia begini!"


"Harusnya aku sendiri yang membunuhnya, Sekar!" Raung Tuan Marsel menunjuk istri keduanya yang lumpuh akibat kecelakaan sembilan tahun yang lalu. Pria itu pun menunduk, perlahan menangis.


"Aku lemah, aku tidak berdaya melawan ayahku saat itu sampai aku harus meninggalkan dua putriku. Gara-gara dia juga aku kehilangannya, dan gara-gara dia aku hampir kehilanganmu. Kenapa asmara cintaku bisa berantakan seperti ini!!!"


Tuan Marsel memukul mejanya berkali-kali dengan kuat. Tak dapat mengontrol emosinya yang tinggi.


"Dok, cepatlah!" perintah Sekar. Dokter pun bersusah payah mengeluarkan kerugiannya, sebelum Tuan Marsel yang mengarahkan pandangannya ke sana.


"Ahhhh!" Tuan Marsel berhasil disuntik obat penenang.


"Tuan Marsel, sebaiknya anda istirahatlah." Dokter itu memamah bahu Tuan Marsel yang perlahan pingsan.


"Bawa dia kembali ke kamar, Dok!"


"Baik, Nyonya."


Dokter pun membawa Tuan Marsel keluar dari ruangan itu. Hanya Sekar yang meroda ke arah meja suaminya itu. Dia pun terkejut ada banyak foto berserakan di atas lantai.


"Apa ini?" batin Sekar perlahan ingin memungutnya, tapi dia yang lumpuh tidak dapat meraihnya.


"Ahhh!" jeritnya terpaksa jatuh dari kursi roda. Wanita itu melihat kakinya yang tidak punya harapan untuk disembuhkan.


"Hufft, andai saja kecelakaan itu terjadi sebelum aku membawa Arum dan putriku pergi, pasti mereka akan mati dalam kecelakaan itu, tapi percuma saja. Mereka sekarang pun sudah tiada di dunia ini, maafkan Ibu sudah terlambat menjemput kalian." Sekar mengusap air matanya yang berlinang. Rindu dengan putri kandungnya dan anak tirinya.


Dia ingat, setelah kecelakaan itu, dia menjadi wanita cacat dan Tuan Marsel mengalami amnesia dan baru sembuh tahun lalu. Hanya dia yang selalu menyadarkan Tuan Marsel agar mencari dua putri, tapi setelah pria itu mengingat semuanya, dia datang ke kampung Arum dulu, tapi semuanya sudah terlambat. Bu RT yang pernah menjaga Arum dan Kamelia mengatakan dua anak ini sudah meninggal.


"Hiks... maafkan Ibu. Ibu dan tidak bermaksud membuang kalian saat itu, Ibu dan Ayah tidak ingin kalian bernasib seperti Bella," keluh Sekar mengingat Bella alias Barsha yang dikejar oleh anak buah dari ayah Tuan Marsel yang ingin membunuh Barsha.


"Jika saja ayah kalian tidak membela Ibu, pasti Ibu sudah mati di tangan Kakek kalian," lirih Sekar mengingat pria tua konglomerat itu sangat kejam.

__ADS_1


Setelah menghapus air matanya, Sekar pun memungut semua foto di lantai itu. Perlahan, dia memperhatikan satu demi satu foto tersebut. Perlahan-lahan ia mulai merasa ada yang aneh dari perasaannya.


"Si-siapa gadis kecil ini dan dua bayi ini?"


Sekar terus mengamati foto-foto itu secara bergantian. Tiba-tiba, Dokter pribadi suaminya masuk, mengatakan jika Tuan Marsel diam-diam mengawasi keluarga Rayden.


"Rayden? Siapa dia, Dok?" tanya Sekar yang dibantu duduk ke kursinya. Dokter sekali lagi mengatakan Rayden adalah saingannya.


"Mungkin, pemicu emosi Tuan Marsel adalah anak-anak ini, Nyonya," ucap Dokter.


"Anak-anak ini? Mereka sangat menggemaskan, Dok," ucap Sekar tersenyum lalu terbesit satu pikiran.


"Dokter, keberatan anda beritahu saya di mana alamat anak-anak ini tinggal?" tanya Sekar.


"Untuk apa Anda menanyakan ini, Nyonya?"


"Saya hanya ingin berkunjung, sudah lama saya tidak melihat bayi. Semoga saja, saya bisa hamil kembali setelah mengunjungi mereka," jelas Sekar berharap.


"Tapi, Nyonya--" Dokter ragu, karena jika memang Sekar punya kemungkinan untuk hamil, pasti sudah tahun-tahun lalu wanita yang berumur 34 ini hamil.


"Baiklah, Nyonya. Saya akan mengatur waktu Anda."


Dokter pun meninggalkan Sekar sendirian untuk mencari anak buah Tuan Marsel. Sekar pun meroda keluar, menuju ke dalamnya.


“Marsel, ini sudah cukup. seketika dia ditahan dari belakang.


Sekar berbalik, dan terkejut Marsel beranjak duduk dan menahan tangannya.


"Kamu mau ke mana?" tanya Tuan Marsel dengan tatapan teduh, tatapan yang mirip dengan Arum.


“Hanya keluar, tidak akan kemana-mana kok, Mars.”


Sekar tersenyum, dan mencoba melepaskan genggaman suaminya, tapi sontak Tuan Marsel menariknya dan memeluknya.

__ADS_1


"Aku minta maaf, sudah salah. Jangan coba-coba meninggalkan aku. Jangan seperti dia, jangan seperti dia yang meninggalkan aku."


Sekar sedikit terguncang mendengar tangis jeritan. Dia yang dimaksud adalah Bella, alias Barsha.


"Sampai kapan pun, aku tetap di sini kok, Mars." Sekar nepuk-nepuk pundak suaminya yang dulu memiliki penyakit paranoid. Penyakit yang sangat susah untuk disingkirkan. Memiliki emosi yang sulit ditebak.


"Mars, aku ingin keluar jalan. Apakah kamu mau ikut denganku?"


"Daripada kamu selalu di rumah, bagaimana jika kita keluar jalan-jalan? Aku punya niat untuk mengunjungi rumah seseorang," ucap Sekar berharap penuh.


"Jalan-jalan? Apa maksudmu?" tanya Tuan Marsel tidak paham.


"Mars, ada anak kecil yang ingin aku kunjungi, siapa tahu setelah kunjungan ini aku bisa hamil dan memberimu pewaris, jadi kamu tidak perlu lagi bersedih dan mencari di luar sana wanita lain," jawab Sekar agak takut.


Tuan Marsel pun menunduk lalu melirik perut istri keduanya. "Hamil? Apa itu bisa terjadi?" gumam Tuan Marsel ragu.


"Mars, kita cukup percaya saja," ucap Sekar genggaman tangan suaminya.


"Baiklah." Tuan Marsel pun setuju. Dokter dan Anak buah di luar kamar yang mengintip tampak sedih melihat pasangan itu yang mengharapkan pewaris di rumah ini.


"Semoga saja ada keajaiban ya, Dok."


"Hem, semoga saja." Dokter dan Anak buah itu pun jarang akan mengantar Sekar dan Marsel dua hari ke depan ke rumah Rayden, di mana Barsha yang akan menjaga Kamelia dan dua cucunya saja saat Arum dan Rayden keluar menghadiri reuni bukber.


...


Lantas, apakah saat itu semua akan berakhir manis? Atau sebaliknya? Bagaimana perasaan semua saat mereka bertemu?


Maaf ya kalau telat update, soalnya pulsa habis🤣gak bisa buka aplikasi terus😁🙏


Lope Lope lima kebon, mom's.


Sehat selalu dan salam sayang...

__ADS_1


Maaf kalau banyak tipo😭🤣🙏


__ADS_2