Mengandung Benih Adik Ipar (Reinkarnasi)

Mengandung Benih Adik Ipar (Reinkarnasi)
Pembahasan Perceraian


__ADS_3

"Vivian." Sapa Daddy Elmar. Kebetulan dia sedang bersantai di halaman samping. Saat melihat mobil putrinya masuk ia beranjak menghampirinya. "Vivi."


Vivian yang melihat sang ayah pun menghampirinya. "Daddy." Ia berusaha tersenyum lebar agar sang ayah tidak khawatir. "Aku merindukan Daddy."


Daddy Elmar mencium kening Vivian. "Daddy juga merindukan mu. Dimana Anderson?"


"Dia kerja Dad, aku kesini sendirian."


Dia sedang sibuk dengan selingkuhannya Dad batin Vivian menggeram.


"Ayo masuk," ajak Daddy Elmar.


Vivian bergelanyut manja di lengan Daddy Elmar. Setelah kepergian ibu tiri dan adik tirinya ia merasa hidupnya sudah bebas. Rumah yang ia masuki seperti hidup kembali. Jika kehidupan dulunya, setiap hari pasti ada saja percekcokannya dengan sang Daddy.


"Daddy ada yang ingin Vivian katakan," ucap Vivian.


Daddy Elmar menarik sebelah alisnya. "Baiklah, sepertinya ada sesuatu." Tebak Daddy Elmar. Wajah putrinya mendadak serius. "Apa yang ingin kau sampaikan?"


"Aku ingin bercerai dengan Anderson."


"Apa?!" Suara Daddy Elmar begitu lantang hingga beberapa pelayan yang lewat melihat ke arahnya. "Apa maksud mu? Kau yakin?"


"Apa? Apa ada sesuatu? Anderson menyakiti mu?"


Vivian menggelengkan kepalanya, pernikahannya memang di awali dengan kesalahan. "Vivian ingin bebas Dad."

__ADS_1


"Vivian pernikahan bukan masalah tentang bosan. Jika ada sesuatu harus di bicarakan dulu. Kau tidak boleh mempermainkan pernikahan. Daddy mengerti kau tidak mencintai Anderson, tapi kalian sudah menikah."


"Daddy, semenjak awal kami sepakat akan bercerai jika sudah menemukan cinta, dan Anderson sudah menenukannya." Tutur Vivian.


"Jadi kalian sudah memiliki perjanjian?" tanya Daddy Elmar. Ia tidak tau kalau pernikahan putrinya ternyata seperti ini.


"Iya Dad."


"Kau tidak mencintai Anderson?"


"Tidak Dad," jawab Vivian dengan tegas. Ia menegaskan dalam hati dan pikirannya. Ia tidak ingin lemah seperti dulu lagi.


Daddy Elmar menatap kedua mata Vivian, ia mencari sebuah keraguan di kedua netranya itu, tapi sepertinya tidak. Vivian sama sekali tidak ragu. "Baiklah Daddy hanya mendukung mu."


"Setelah bercerai Vivian ingin ke luar negeri. Vivian ingin liburan," ucap Vivian.


Sedangkan di tempat lain.


Tepat jam 9 malam, Anderson baru sampai di mansionnya. Ia membawa sebuket bunga dan sebuah kue. Ia secara khusus membelinya untuk Vivian. Senyumannya bagaikan matahari yang baru terbit, ia tidak sabar untuk menemui Vivian. Wanita itu pasti sedang menunggunya. Ia benar-benar ingin meminta maaf karena tidak pulang lebih awal.


Anderson mulai memasuki mansion utama. Seorang pelayan pun menghampirinya.


"Tuan." sapa pelayan itu.


"Dimana Vivian?" tanya Anderson. Tidak biasanya ia tidak melihat Vivian.

__ADS_1


"Nyonya tadi keluar lagi dan sampai saat ini belum pulang."


"Apa?!" Anderson terkejut. Ia menyerahkan buket da kue di tangannya. Tangan kanannya dengan lekas mengambil ponsel di dalam saku celananya itu. Menekan sebuah tombol hijau dengan sebuah nama Vivian.


Beberapa kali ia menghubungi Vivian, namun tidak di angkat sama sekali. "Sebenarnya kemana Vivian?" Ia teringat dengan neneknya, tanpa berpikir panjang ia menghubungi neneknya itu.


"Iya Anderson."


"Nenek kau bersama Vivian? Vivian tidak ada," ucap Anderson.


Nenek Amel terkejut, tadi ia mengantarkan Vivian, tapi ia tidak tau jika Vivian pergi lagi. "Nenek tidak tau, mungkin Vivian sudah memilih pergi," ucap nenek Amel. Ia mematikan ponselnya.


Anderson menahan geram di hatinya, bukannya membantu, tapi neneknya malah menyumpahi Vivian pergi. "Sebenarnya kemana Vivian?"


"Daddy."


Daddy Elmar yang berada di seberang sana terbangun saat mendengarkan ponselnya berdering. Ia memakai kaca matanya dan kemudian mengambil ponselnya.


"Anderson." Daddy Elmar pun mengangkatnya. "Iya Anderson."


"Apa Vivian bersama Daddy?"


"Iya," jawab Daddy Elmar. Kini ia mengerti satu hal, Vivian belum mengabari Anderson tentang kepergiannya untuk menemuinya. "Vivian ada di sini, dia sudah tidur."


"Syukurlah, aku akan kesana Dad."

__ADS_1


"Baiklah," ucap Daddy Elmar. Dia mematikan ponselnya, kebetulan dia ada sesuatu yang ingin di bicarakan dengan Anderson.


__ADS_2