Mengandung Benih Adik Ipar (Reinkarnasi)

Mengandung Benih Adik Ipar (Reinkarnasi)
Queen Yang Tak Di Hargai


__ADS_3

Buk


Anderson langsung melayangkan sebuah tinju ke wajah pria yang sebagai pengacara Daddy Elmar. Dia menarik kerah kemejanya dan tanpa berpikir panjang membuat sebuah kepalan dengan kuat dan melayangkan ke pipi karinya hingga sudut bibirnya keluar darah.


"Brengsek!!!" Anderson memaki pria berkacamata itu. "Aku akan membunuhnya. Beraninya kau merencanakan perceraian ku." Dengan tangan kuatnya ia mengguncang pria itu.


"Tu-tuan .." Rasa sakit di pipi dan bibirnya membuatnya ketakutan. "Maafkan saya, tapi saya di suruh oleh tuan Elmar."


"Beraninya kau memfitnah ayah mertua ku. Aku akan membunuh mu." Tangan kanannya gemetar sambil mengepal kuat. Dia hendak melayangkan sekali lagi tinjunya. Seandainya tidak di tahan oleh suara seseorang, sudah pasti wajahnya babak belur.


"Hentikan!" teriakan Daddy Elmar membuat Anderson menoleh. Pria itu menurunkan tangannya dan mendorong pria berkamata itu. "Apa yang kamu lakukan Anderson?"


"Kau ingin membuat keributan di rumah ku?" Daddy Elmar merasa kasihan pada pria berkacamata itu. Ia menatap tajam menantu di depannya karena status putri dan menantunya belum bercerai.


Dada Anderson naik turun menahan kemarahannya. "Dia memfitnah Daddy,"

__ADS_1


Pria berkacamata itu menggelengkan kepalanya. Mana mungkin dia memutuskan sesuatu tanpa perintah. Apa lagi menyangkut Anderson, ia masih sayang dengan nyawa sekaligus keluarganya. Hampir saja ia mati, padahal ia belum melihat putrinya melahirkan.


"Bukankah Tuan memerintahkan saya untuk mengurus perceraian nona Vivian."


Anderson mendekik tajam dan membuat pria setengah baya itu nyalinya menciut.


Daddy Elmar kini mengerti keributan apa yang Anderson lakukan di rumahnya. "Anderson aku yang memang menyuruhnya untuk mengurus perceraian mu dan ini perintah Vivian."


Anderson mengepalkan kedua tangannya. Ia tidak ingin melampiaskan kemarahannya pada ayah mertuanya. "Kenapa Daddy tidak memberikan aku kesempatan. Aku bersalah Dad, aku meminta maaf."


"Anderson aku tidak bisa memutuskan memberikan kesempatan pada mu, yang menikah dengan mu bukan aku melainkan Vivian, jadi kau seharusnya memintanya pada Vivian."


Plak


Daddy Elmar tak takut menampar wajah Anderson. Beraninya pria di depannya mengajarinya, kehilangan istri? Ia lebih tau dari siapa pun. "Kau mengajari ku tentang kehilangan istri? Seharusnya aku memaki mu dengan perkataan itu. Istrinyq ku telah lama meninggal jadi aku tau bagaimana kehilangan istri. Kau jangan mengajari ku, kau tidak pantas." Daddy Elmar menarik kerah kemeja Anderson. "Kau tidak pantas mengajari ku. Aku bisa menjaga cinta ku pada istri ku sedangkan kau? tidak, kau hanya ingin di cintai tapi tidak ingin mencintai. Kau hanya ingin wanita patuh pada mu?" Daddy Elmar mendorong tubuh Anderson.

__ADS_1


Dia menepuk keras pipi Anderson yang menunduk. "Termasuk putri ku, Kau tidak pantas Anderson. Pria seperti mu yang tidak bisa menjaga hati istri hanya demi wanita lain yang bahkan dengan jelas statusnya. Dia sudah menikah dan kau ikut campur. Bahkan kau mengabaikan istri mu. Sadarlah sikap mu selama ini menyakiti perasaan putri ku."


"Kau tidak pantas menyandang status sebagai menantu ku."


Ucapan Daddy Elmar yang menohok membuat tubuh Anderson lemas seketika. Tubuhnya jatuh terduduk di lantai dan menunduk. Tangannya terus mengepal hingga kuku jarinya menusuk telapak tangannya.


"Awalnya aku ingin berpikir jernih. Apakah keputusan ku salah atau tidak, tapi sepertinya tidak. Aku tidak perlu menunggu lagi."


"Aku mohon Dad, maafkan aku. Aku ingin bertemu dengan Vivian." Anderson berkata dengan nada lirih dan lembut. Suara bergetar seperti menahan tangis. Ia menunduk dan tak berani mengangjat wajahnya.


"Kau mencintai putri ku, tapi kau tidak bisa menghargainya. Apa gunanya? Kau tidak menjadikan putri ku seorang Queen di hati mu dan di mata semua orang. Kau merendahkannya sebagai nyonya Anderson dan kau membuktikannya dengan berhubungan dengan mantan kekasih mu dan itu adalah penghinaan bagi ku dan putri ku."


"Dad." Anderson mengangkat wajahnya. "Daddy ingin aku memutuskan hubungan ku dengan Elina kan? Aku akan melakukannya."


Daddy Elmar tersenyum sinis, ia justru melihat ke arah pengacaranya itu. "Maaf atas keributan ini, saya akan membayar perawatan tuan Song."

__ADS_1


"Tidak Tuan, tidak perlu. Saya permisi," ucap Tuan Song bergegas keluar. Ia baru melihat tuan pemarah, dingin dan Tiran itu. Kalau mengingat pukulannya tadi, pria itu pantas mendapatkan julukan Tiran.


"Pergilah Anderson. Aku tidak ingin melihat wajah mu."


__ADS_2