Mengandung Benih Adik Ipar (Reinkarnasi)

Mengandung Benih Adik Ipar (Reinkarnasi)
Maafkan Nenek Leon


__ADS_3

"Leon masuklah, nenek Amel ingin bertemu dengan mu," ucap Anderson. Dia membukakan pintu untuk Leon.


"Bolehkah aku juga masuk," ucap Elina.


"Tunggulah di sini, biarlah Leon berbicara dengan Nenek dulu." Anderson menolak wanita yang telah menjadi mantan kekasihnya.


"Baiklah," ucap Elina menyerah.


....


Leon menyapa nenek Amel dan tersenyum, ia bersyukur masih melihat nenek Amel dalam keadaan sehat. "Nenek."


"Terima kasih Leon, kau sudah menyalamatkan nenek." Nenek Amel merasa beruntung bisa bertemu dengan Leon. "Apa yang kamu inginkan dari Nenek? Nenek bisa mengabulkannya?"


Sebagai tanda terima kasihnya, ia ingin mengabulkan permintaan Leon selama ia bisa.

__ADS_1


Leon menatap nenek Amel dengan ragu, kedua tangannya mengepal. Jantunganya berdebar-debar, ia harus mengungkapkan sebuah keinginan di hatinya.


"Nenek, bisakah nenek menerima ibu ku? Aku ingin mendapatkan sebuah keluarga yang utuh," ucap Leon. Bohong jika ia tidak mendambakan keutuhan orang tua. Ia selalu ingin mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah.


Nenek Amel tercengang, ia tidak menyangka Leon meminta hal seperti itu, ia tidak bisa mengabulkannya. Ia tidak ingin menyakiti Vivian dan apa lagi sudah memiliko cucu. "Anderson tidak bisa menikah karena dia masih memiliki seorang istri dan seorang anak. Leon, Nenek tau kau sangat membutuhkan sosok seorang ayah."


"Tetapi membiarkan ibu mu dan Anderson bersatu, itu sangat tidak bisa dan mustahil. Mereka tidak saling mencintai dan alasan utamanya Anderson tidak bisa menikahi ibu mu. Selama ini Anderson begitu menderita, dia mencari istrinya karena kesalahannya."


"Nenek, bukankah lebih baik bersama dengan orang yang mencintai kita dari pada bersama dengan orang yang tidak mencintai kita?" tanya Leon. Selama ini Anderson sudah menderita, jadi ia ingin menyatukan ibunya yang begitu mencintai dan mengejar-ngejar Anderson.


"Nenek akan menceritakannya, semoga kau paham. Dulu, ibu mu dan Anderson sepasang kekasih tapi ibu mu memilih pergi demi uang dan meninggalkan Anderson. Lalu beberapa tahun kemudian, ibu mu datang dan dia meminta Anderson melindungi ibu mu dari ayah mu. Bodohnya Anderson dia tidak jujur pada istrinya, Vivian. Sebab itulah Vivian kecewa dan pergi bersama dengan anak di kandungnya."


Leon menunduk, ternyata ia salah mengajukan permintaannya. "Maafkan aku Nek, tapi apa aku boleh meminta Anderson menjadi ayah angkat ku?"


"Cobalah kau tanya pada Anderson, nenek tidak bisa memutuskan. Maafkan Nenek, cobalah meminta yang lainnya pada nenek."

__ADS_1


"Iya Nek, nenek istirahat saja." Leon pun memilih keluar. Ia sudah selesai mendapatkan jawabannya.


Anderson menatap Leon yang menunduk itu dan merasa kasihan melihat wajahnya yang murung, entah apa yang mereka bicarakan, tapi ia yakin Leon meminta sesuatu yang tidak bisa neneknya kabulkan.


"Leon, terima kasih sudah membawa nenek ke rumah sakit."


Leon mendongak, air matanya menggenang, dadanya terasa hangat, baru kali ini Anderson menyapanya lebih dulu dan merendahkan nada suaranya. Ia pun memeluk kedua kaki Anderson dan Anderson mengelus kepalanya. "Terima kasih,"


"Iya, Leon bersyukur bisa membantu nenek Amel."


Anderson berharap Leon tumbuh menjadi laki-laki yang baik.


"Apa aku boleh masuk?" tanya Elina.


"Masuklah, sekarang giliran mu," ucap Anderson. Dia akan mengawasi Elina dan ikut masuk ke dalam.

__ADS_1


__ADS_2