Mengandung Benih Adik Ipar (Reinkarnasi)

Mengandung Benih Adik Ipar (Reinkarnasi)
Aku Membutuhkan Mu Vi


__ADS_3

Ke esokan harinya.


Pagi-pagi sekali Anderson sudah mendapatkan kabar kalau di rumah Vivian kini akan mengadakan pesta ulang tahun. Pria itu pun menyuruh Daniel membeli boneka berbie.


"Apa ini?" tanya Anderson. "Kau membelikan putri ku barang murah?" Anderson tidak begitu suka dengan boneka yang Daniel belikan.


"Tuan lain kali bagaimana kalau Tuan memesannya. Kita tidak punya waktu untuk membeli yang lebih baik," ucap Daniel. Padahal ia sudah membeli boneka barbie itu dari yang baik dan ter baik.


Anderson langsung ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya untuk bersiap-siap menemui Vivian dan putrinya itu.


Daniel pun menyiapkan pakaian Anderson dan menaruhnya di atas ranjang.


"Apa Daddy Elmar akan datang?"


"Sudah pasti tuan," jawab Daniel.


"Kenapa sangat sulit membawa orang yang kita cintai untuk kembali?"


Daniel mengangkat kedua bahunya, siapa suruh dulu di nasehati malah maunya sendiri. "Saya sudah menesahati Tuan, tapi Tuan tidak mau."


"Saya menyuruh Tuan untuk berkata jujur."

__ADS_1


"Sudahlah, cepat antarkan aku ke rumah Vivian." Telinganya terasa meledak mendapatkan ejekan dari Daniel. Ia merasa otaknya dulu tak berfungsi dengan baik.


....


Anderson menurunkan kaca mobilnya. Ia melihat di taman indah itu telah di pasang dekorasi ulang tahun. Nama Abigail Floretta terpajang begitu indah. Vivian dan Daddy Elmar berada di samping Abigail sambil menyanyikan selamat ulang tahun. Mereka tampak bahagia membuat Anderson menitikkan air matanya.


Anderson membayangkan seandainya ia berada di samping Vivian dan putrinya pasti alangkah bahagia dirinya.


"Apa Tuan tidak ingin kesana?" tanya Daniel.


Anderson menarik dalam nafasnya. Mungkin saat inilah ia harus menemui Vivian dan putrinya itu.


Dari jauh ia melangkah lebar dan kedua matanya tertuju pada keluarga kecilnya itu. Abigail memberikan soptong kue ulang tahunnya untuk Vivian, lalu mengambilnya lagi untuk Daddy Elmar.


"Vivian."


Begitupun Daddy Elmar, dia cukup tercengang dengan kedatangan Anderson. Bagaimana mungkin pria itu tau keberadaan putri dan cucunya?


"Anderson."


"Mommy mengenal orang itu? Dia orang gila Mommy." Abigail melihat boneka berbie di tangannya. "Kau datang ke acara ulang tahun ku?"

__ADS_1


....


Anderson merasa kikuk dengan ayah dan anak itu. Keduanya masih terdiam dan putrinya Abigail berada di halaman dan masih bermain dengan teman-temannya.


"Vivian."


"Kenapa kau datang?" tanya Vivian dengan nada dingin.


"Seharusnya kau tidak datang." Daddy Elmar menimpali. "Pura-pura saja tidak peduli."


Anderson berdiri dia membungkuk. "Maafkan aku Vivian, Daddy."


Vivian berdecih sambil memalingkan wajahnya kemudian mengangkat wajahnya melihat pria di depannya. "Apa mau mu?"


"Kembalilah pada ku Vi."


"Bertahun-tahun aku hidup sendiri bersama putri ku dan aku bahagia tanpa dirimu. Jadi aku dan Abigail tidak membutuhkan mu."


Sekalipun sakit, bagi Anderson kesakitannya saat ini bukanlah apa-apa bagi Vivian dan putrinya. "Aku mohon kembalilah pada ku Vi."


Vivian langsung mengambil jus di depannya dan menyiramkam ke arah dada Anderson, sontak kemeja Anderson basah dan berwarna kekuningan. "Kau tidak tau malu, seharusnya kau anggap aku dan putri ku mati. Kedatangan mu ke sini tidak aku butuhkan."

__ADS_1


"Tapi aku membutuhkan mu Vi."


Vivian menaruh gelas di tangannya dengan kasar dan bergegas pergi. Sedangkan Daddy Elmar langsung menyerang wajah Anderson dan membuat pria itu jatuh ke kursinya.


__ADS_2