Mengejar Cinta Sang Penguasa

Mengejar Cinta Sang Penguasa
episode 14


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Tok....tok....tok....


Seorang pria masuk kedalam ruangan Marcel,dia mendorong meja yang memiliki roda dibawah nya. Diatas nya sudah terhidang sarapan untuk satu orang, semua nya disiapkan seperti biasanya oleh pria itu bila Marcel menginap di club milik Dylan.


"Silahkan tuan muda" ucap pria itu sambil menundukan kepalanya,tanpa sengaja saat mata nya beralih ke arah tempat tidur. Dia melihat tubuh seorang wanita yang masih memakai pakaian,membuat nya terkejut.


Selama ini tidak ada yang bisa masuk apalagi tidur diatas tempat tidur tuan muda nya itu,jika ingin bercinta maka Marcel akan menggunakan kamar lain bukan kamar nya saat ini. Tapi saat ini dia melihat sendiri wanita itu tidur diatas tempat tidur tuan muda hanya itu dengan santai,kemudian dia melirik ke arah wajah Marcel yang terlihat santai juga .


"Jaga mata ,mulut dan telinga mu....Jika aku dengar ada yang membicarakan hal ini,maka kau tau akibat nya kan" Ucap Marcel membuat pria setengah baya itu mengangguk tanda mengerti.


"Keluar lah,buatkan satu lagi sarapan untuk nya" perintah Marcel dengan tenang.


Pria setengah baya itu pun mengangguk,kemudian dia keluar dengan segera. Dia yakin jika wanita yang saat ini sedang tidur diatas tempat tidur tuan muda nya akan menjadi nona muda nya Marcel.


Marcel meletakan proposal milik Mabel,dia mulai sarapan dengan tenang dengan mata yang sesekali melirik ke arah Mabel. Mabel belum juga bangun,beberapa hari ini dia memang sulit untuk tidur karena memikirkan masalah perusahaan papa nya. Dia tidak ingin menikah dengan pria yang seusia papa nya, walaupun dia sudah melihat sendiri bagaimana tampan dan gagah nya Harry tapi dia tidak ingin memiliki suami duda.


Ceklek


Pintu kembali dibuka,Marcel hanya melirik saja. Asistennya masuk membawa laporan mengenai perusahaan milik Ferry,dia masih bertanya-tanya kenapa tuan muda nya ini melirik perusahaan yang berada jauh dibawah perusahaan nya.


Memang perusakan Ferry bisa dibilang berada ditingkatan ketiga di negara itu,bukan seperti perusahaan Marcel yang berada diperingkat pertama. Perusahaan besar yang memiliki keuntungan lebih banyak dari perusahaan Ferry,banyak yang ingin bekerja sama dengan perusahaan raksasa milik Marcel.

__ADS_1


"Ini tuan muda,saya sudah mencari tau semua nya. Perusahaan atas nama pak Ferry berada jauh dibawah perusahaan anda,saat ini perusahaan itu memang memerlukan dana bantuan karena salah satu investor menarik dana nya. Padahal dana yang ditarik investor itu cukup besar,makanya bisa membuat perusahaan pak Ferry kolaps" jelas asisten Marcel yang bernama Randi.


"Hhmmm.....Pesanan ku sudah kau bawa?" tanya Marcel dengan tenang sambil menikmati makanan nya.


"Ini tuan muda,saya sudah membawakan pesanan anda" jawab Randi,walaupun dia penasaran untuk siapa perlengkapan wanita itu tapi dia tetap akan menyiapkan nya . Dia tidak ingin mendapatkan amukan dari Marcel,apalagi dia tau bagaimana sikap marcel selama ini.


"Semua nya ada kan?" tanya Marcel tanpa melihat paperbag yang dibawa Randi tadi.


"Semua nya tuan,ada jubah mandi. Dua dress dan dalaman lengkap" jelas Randi, dia sedikit sulit untuk mencari dalaman wanita karena memang dia belum menikah. Tapi perintah Marcel ngak akan bisa dia tolak,jika dia masih ingin bekerja dengan baik bersama Marcel.


"Hhhmmmm....ssshhtt.....aaah" ucap Mabel sambil duduk dan merentangkan tangannya ke atas tanpa membuka mata nya,dia selalu melakukannya saat bangun tidur dan tidur nya merasa nyaman seperti tadi malam.


Mata Randi membulat sempurna,dia melihat wanita berada diatas tempat tidur Marcel membuat nya terkejut. Sama seperti pelayan pria tadi,dia juga merasa penasaran dengan sosok wanita itu .


Mata Mabel terbuka lebar,suara Marcel membuatnya sadar sepenuhnya . Dia menatap ke arah kedua pria yang sedang menatap nya,membuat Mabel menarik selimut nya untuk menutupi tubuh dan wajah nya. Dia yakin saat ini wajah bantal nya sangat memalukan sekali,dia semakin memasukan kepalanya kedalam selimut.


Marcel yang melihat sikap Mabel langsung tersenyum tipis membuat Randi yang dari tadi disana terkejut,karena dia tau kalau Marcel tidak pernah tersenyum seperti itu karena wanita.


Sudah dua tahun dia bekerja menggantikan ayah nya yang dulu nya adalah asisten nya Marcel,ayah nya di pensiun kan karena terkena penyakit stroke. Marcel tidak memberhentikan nya begitu saja karena memang ayah Randi merupakan orang paling berjasa dihidupkan,sebelum nya ayah Randi bekerja dengan ayah nya Marcel.


"Apa kau ingin berada didalam selimut saja ? Apa tidak ingin membicarakan mengenai proposal yang kau berikan pada ku tadi malam?" Tanya Marcel yang melihat Mabel dari tadi berada dibawah selimut nya.


Mabel pun membuka selimut nya dan menatap ke arah kedua pria yang tak jauh dari nya,dia turun dari tempat tidur dan duduk dipinggir nya sambil menatap ke arah Marcel dan Randi secara bergantian.

__ADS_1


Randi masih ternganga,dia masih belum percaya dengan apa yang dilihat nya saat ini. Dia melihat ke arah Mabel dari atas hingga kebawah dan hal itu diketahui oleh Marcel, mata Marcel cemberut. Entah kenapa dia tidak suka melihat tatapan dari Randi,bila tidak ada Marcel mungkin dia akan berusaha merayu wanita yang turun dari tempat tidur tuan muda nya.


"Jaga mata mu"bentak Marcel dengan cukup kuat membuat Mabel tersentak,begitu juga Randi yang sedang menikmati wajah cantik Mabel.


"Randi....Kau keluar,aku ingin bicara dengan nya" ucap Marcel dengan tangan yang dia kibas-kibas kan,gerakan mengusir Randi dari sana.


"Dan kau.....Kemari,jelaskan Semua nya pada ku" ucap Marcel dengan serius.


Randi menatap wajah Marcel yang terlihat senang,seperti saat dirinya mendapatkan keuntungan yang banyak dalam bisnis . Marcel melirik ke arah Randi yang belum keluar dan masih berdiri didepannya,sementara Mabel sudah berjalan mendekati Marcel dengan wajah menunduk.


"Kenapa masih disini? Cepat keluar" bentak Marcel saat melihat Mabel sudah berdiri di dekat nya,Mabel sampai tersentak mendengar bentakan Marcel .


"Disana kamar mandi nya,bawa ini " jelas Marcel dengan lembut pada Mabel.


Marcel mengernyitkan dahi nya melihat Randi yang masih menatap ke arah Mabel,membuat Marcel melemparkan bolpoin yang dipegangnya dan mengenai kepala Randi.


Bruuk


"Aaaww.....Tuan " ucap Randi sambil memegang kepalanya yang sakit,dia meringis menahan sakit di kepalanya.


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ya 😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2