Mengejar Cinta Sang Penguasa

Mengejar Cinta Sang Penguasa
episode 49


__ADS_3

🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳


Mabel belum menyimpan nomor telpon marcel karena marcel menelpon nya lebih dulu,kemudian dia menghubungi marcel yang saat ini sedang bersama dengan kakek nya .


Kriiing....krriiing....


Marcel tersenyum lebar,membuat sang kakek terkejut. Dia menatap ke arah marcel seolah tak percaya,selama ini marcel jarang tersenyum apa lagi tertawa.


"Ada apa sayang?kamu merindukan ku?" tanya Marcel dengan lembut.


Mabel yang mendengarnya merasa mau muntah,dia membulatkan mata nya mendengar suara marcel yang lembut pada hal saat pertama bertemu. Sikap dan sifat marcel terbilang cuek dan ketus,tapi makin kesini marcel bersikap lebih lembut.


"tuan ,anda ngak sedang sakit kan?" tanya Mabel dengan nada ketus


"Ada apa?kenapa menelpon ku?" tanya Marcel dengan santai,dia melirik kakek nya yang sudah mendekatkan telinga nya di belakang ponsel marcel.


Sang kakek ingin mengetahui siapa yang menelpon cucu nya ini,karena bisa membuat wajah sangar marcel tersenyum seperti itu. Sungguh sesuatu hal yang sangat langka,jika wanita. Bisa dipastikan kalau marcel memiliki hati pada nya,jika pria mungkin marcel menganggap nya adik atau kakak nya karena memang marcel hanya sendiri .


Entah kenapa sang kakek merasa penasaran ,hingga dia menyuruh marcel untuk melakukan panggilan video agar dia tau siapa yang menelpon nya. Tapi Marcel tidak memperdulikan kakek nya,dia masih serius bicara dengan Mabel .


"Kenapa ikut campur dengan urusan kampus?aku ngak suka,mereka pasti berpikir aku mendapatkan beasiswa karena anda " ucap Mabel dengan nada ketus

__ADS_1


"siapa yang berani mengatakan hal itu ?aku akan membuat mulut nya tidak bisa mengeluarkan gosip apa pun Lagi " jawab marcel dengan ketus


"hah....sudahlah,sekarang aku ingin tinggal dengan kedua teman kamar ku "ucap Mabel dengan kesal


"kenapa?apa kamar yang diberikan oleh pak Faktur tidak sesuai dengan keinginan mu?" tanya Marcel, jika benar perkiraan nya maka dia akan membuat perhitungan pada universitas itu.


"aku ingin sekamar dengan mereka,bukan sendiri. Lagi pula kau ngak perlu ikut campur untuk ini,aku ngak suka" bentak mabel dengan keras


Faktur yang mendengar nya merasa terkejut,baru ini dia melihat seorang Marcel dibentak oleh seseorang. Dia juga melihat marcel seperti begitu tunduk pada mahasiswi beasiswa di universitas miliknya,dia akan mengambil kesempatan untuk ini. Dia akan menjilat Mabel, agar marcel menginvestasikan lebih banyak uang nya di kampus nya.


"Tidak,kau harus berada dikamar sendiri karena aku akan sering menginap dikamar mu . Jika kau tidak mau maka aku akan membuat ancaman ku tadi menjadi nyata,kau bisa pilih salah satu nya " ucap marcel dengan tenang,sang kakek masih menguping disamping nya.


Faktur terkejut mendengar suara Mabel yang cukup keras,kedua wanita disana juga merasakan hal yang sama. Mereka tau siapa marcel,makanya mereka tidak berani mengatakan apa pun.


"ha....ha....begitu lebih baik sayang,panggil nama ku" jawab marcel dengan tawa nya yang cukup besar


Wajah Mabel sudah memerah,dia marah juga kesal dengan Marcel. Tapi kemudian dia mendapatkan ide,dengan senyuman tipis dibibir nya. Dia akan membuat Marcel bertekuk lutut dihadapannya,selama ini dia sudah berusaha mengejar cinta sang penguasa itu. Kini dia akan menunjukan pada sang penguasa itu,siapa yang lebih berkuasa.


"Aku akan tinggal dengan mereka berdua,untuk urusan kau merindukan ku. Aku bisa minta ijin pada pak faktur untuk menginap dirumah mu dan kakek " ucap Mabel,dia tau kalau marcel memiliki kakek di negara ini. Dia tidak ingin disebut murahan karena mendatangi marcel saja,jadi dia bawa nama kakek marcel agar semua orang tidak berpikiran buruk mengenai diri nya.


Apalagi saat ini semua orang melihat dan mendengar apa yang dia bicara kan dengan Marcel,dia tidak ingin mendapatkan kesan buruk.

__ADS_1


Mabel melihat wajah faktur yang seperti tidak percaya kalau dia berbicara dengan Marcel,dia yakin jika pria yang dia hubungi bukan lah marcel yang sebenar nya karena wajah faktur terlihat meragukan nya hanya saja tidak berani untuk mengatakan nya


"Sayang....kau harus menuruti ku,jika tidak. Aku ngak mau menjadi kekasih mu lagi,aku akan cari pria lain yang lebih kaya dari mu" ucap Mabel dengan manja,membuat Marcel terkejut. Apalagi Mabel yang mengaku sebagai kekasih nya,membuat jantung nya berdebar tak menentu.


"Sayang ?kau mengancam ku?" tanya Marcel yang tersadar dan langsung mengikuti permainan sang pujaan hati,ah....pujaan hati?apa Mabel benar-benar sudah menjadi pujaan hati nya ?begitu lah yang dipikirkan Marcel saat ini.


"hhmmm....kau pikir aku main-main? aku akan membuktikannya jika kau mau,ah....dan lakukan panggilan video . Pak faktur ingin bicara dengan mu" jawab Mabel dengan tegas,lalu mengalihkan panggilan video agar faktur bisa melihat wajah marcel yang asli.


"Ha....ha....tidak Ada pria yang kaya selain aku dan kakek, ngak mungkin kau akan merayu kakek ku kan ?" ucap Marcel dengan tawa nya.


"Oh ya....Kalau begitu aku akan mengadukan mu pada kakek karena tidak mengikuti apa mau ku,kakek pasti akan menolong cucu menantu nya ini . Kakek lebih sayang pada ku dari pada kau" ucap Mabel dengan percaya diri,padahal dia tidak mengenal kakek Marcel. Apalagi bertemu dengan nya membuat Marcel ingin sekali tertawa keras,kini dia bisa melihat wajah Mabel yang cemberut. Terlihat sangat menggemaskan,apalagi Mabel tidak tau kalau saat ini dia sedang bersama kakek nya dan sang kakek sudah mendengar semua nya sambil tersenyum.


Beban keluarga yang ditanggung oleh Marcel membuat pria muda itidak pernah tersenyum sedikit pun,apalagi dirinya yang berada dilingkungan mafia. Bisa dipastikan hidupnya sangat keras dan datar,selama ini sang kakek selalu mengikuti perkembangan hidup Marcel dari asisten pribadi nya .


Anak dari asisten pribadinya adalah orang kepercayaan Marcel,dia memberitahukan semua informasi yang diinginkan oleh Kakek nya Marcel. Karena dia tau kalau Kakek Marcel begitu menyayangi cucu nya itu,tapi untuk urusan Mabel. Sang kakek belum mengetahui apa pun,karena memang orang kepercayaan Marcel tidak mengetahui hal itu.


"Kalau begitu katakan sayang,apa yang ingin kamu adukan dengan kakek ?biar kakek hukum Cucu kakek yang keras kepala ini " ucap sang kakek yang langsung menarik ponsel marcel membuat Wajah Mabel terkejut,dia tidak bisa mengatakan apa pun Lagi. Tubuh nya masih menegang,matanya membulat sempurna .


Bersambung


Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2