
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Marcel tersenyum ,dia menarik pinggang Mabel dan kembali memeluknya. Dia senang Mabel mau menerima dirinya dengan baik,dia ingin Mabel menjadi kekasih nya. Dia merasa nyaman berada dekat dengan Mabel,kesulitan tidur nya bisa membuat nya tidur dengan nyaman.
"Benar ya....kau harus mencium ku didepan umum" jelas marcel dengan santai
"hah?Ngak dong,saat kita berdua saja ya " ucap Mabel dengan pelan,dia akan malu jika harus melakukan hal itu didepan umum
"Kalau begitu,aku akan membongkar kamar sebelah agar bisa tidur bersama mu kapan pun" ucap marcel membuat Mabel kesal,tapi pria keras kepala di dekat nya ini membuat Mabel harus mencari cara merayu nya.
Mabel naik ke atas pangkuan marcel,dia melingkarkan kedua tangannya di leher marcel dengan lembut. Dia mengecup kening ,kedua pipi dan bibir marcel dengan cepat sebelum marcel sadar. Karena saat ini marcel masih terlihat kebingungan dan terkejut,dia hanya terdiam.
cup...cup....cup...
"jangan marah ya sayang,iya...iya..aku akan cium kamu didepan umum,kamu itu kekasih ku hanya milik ku. Pria ku dan tidak boleh ada yang memiliki nya selain aku,kecuali kamu memang ingin bersama wanita lain maka kamu harus bersedia meninggalkan aku" ucap Mabel dengan nada manja,dia yakin rayuan nya kali ini berhasil.
Benar saja,Marcel tersenyum senang. Dia melingkarkan tangannya di bagian pinggang Mabel dan mengecup bibir Mabel membuat Mabel langsung mendorong dada bidang marcel, dia tidak ingin kedua teman baru nya Kembali dan memikirkan yang tidak-tidak.
"ayo....sekarang kita ke dapur,aku akan buatkan minuman segar untuk mu" ajak Mabel,dia tidak ingin berlama-lama didalam kamar bersama dengan Marcel.
Mabel berdiri dan berjalan menuju pintu sambil menarik tangan marcel,marcel mengikuti nya dari belakang dan tersenyum senang karena Mabel bersikap seperti itu pada nya.
Sesampainya di dapur,marcel duduk di kursi bar yang berhadapan dengan dapur. Dia menatap Mabel yang mencari sesuatu di lemari dapur,kemudian dia kembali berjalan menuju kamar nya.
__ADS_1
"sebentar ya sayang,aku ambilkan sesuatu dulu " ucap Mabel yang langsung berjalan menuju kamar nya dan tak lama keluar dari kamar dengan membawa plastik yang cukup besar.
Mabel mengeluarkan nuggets dan kopi sachetan,dia memang tidak pandai membuat kopi jadi dia membeli kopi susu sachetan kesukaan nya. Dia juga membeli nuggets dan sosis,hanya tinggal di goreng saja .
Setelah membuat semua nya ,Mabel menyajikannya didepan marcel dengan semangat. Marcel mengernyitkan dahi nya,karena Mabel membuatkan kopi instan untuk nya.
"ayo minum,kamu ngak suka?" ucap Mabel dengan lembut.
"Aku ngak bisa masak,jadi aku beli yang praktis saja...jika kamu ingin mencari wanita yang bisa masak ,maka cari lah dari sekarang. Sebelum aku benar-benar jatuh cinta pada mu" jelas Mabel
Sebenarnya Mabel pandai memasak,hanya saja dinegara orang seperti ini dia memang menyiapkan yang praktis karena dia ingin fokus untuk belajar .
"Aku ngak butuh wanita bisa masak,aku hanya ingin diri mu. Apa pun yang ada di diri mu aku akan suka,aku ingin hidup bersama mu. Untuk masakan,aku bisa beli apa pun. Uang ku ngak akan habis " jawab marcel dengan mata yang melotot,dia merasa kesal karena Mabel mengatakan yang tidak diperlukan
Saat ini Mabel ingin tau bagaimana perasaan marcel pada nya,bukan karena dia begitu menyukai marcel hanya saja dia tidak ingin dijadikan permainan oleh sang penguasa.
"ha....ha....Aku mencintai mu,jadi kau tidak perlu meragukan cinta ku. Aku yakin kau juga mencintai ku " ucap marcel
Marcel memang terkenal suka menyombongkan diri nya,karena menurut nya apa pun yang dia sombong kan memang layak . Dia memiliki segalanya,apa saja bisa dia dapatkan . Apalagi julukan sang penguasa membuat nya semakin terlihat angkuh dan sombong,tapi untuk Mabel. Entah kenapa dia merasa tunduk dihadapan wanita cantik itu,entah karena dia sudah dikendalikan di ************ wanita itu .
"Baiklah....baiklah,Sekarang minum dan makan lah masakan ku walaupun aku tidak membuat nya tapi aku yakin rasa nya juga tetap enak " jawab Mabel,karena dia yakin dia ngak akan menang melawan seorang Marcel.
Mabel duduk disamping marcel,menyuapi pria itu . Walaupun hanya nuggets dan sosis goreng dengan saos tapi pria itu terlihat sangat manja,minta disuapi .
__ADS_1
Tak lama Ratu dan tati kembali,mereka membuka kunci ruangan itu. Mereka terkejut melihat kehadiran seorang pria disana,yang lebih mengejutkan lagi karena pria itu cukup terkenal di negara mereka.
"hai....kenapa bengong disana ?ayo sini,kalian sudah pulang ?" tanya Mabel membuat kedua wanita yang dari tadi berhenti tak jauh dari mereka langsung berjalan mendekat.
Marcel hanya melirik mereka saja,tidak berniat untuk menyapa atau pun berkenalan dengan mereka. Bagi nya tidak ada wanita selain Mabel yang bisa membuat mata nya terasa nyaman jika memandangi nya berlama-lama,dia sudah jatuh dalam pesona Mabel.
Ratu dan tati berjalan ke arah dapur,mereka menyusun belanjaan yang mereka beli. Mabel memperkenalkan marcel pada mereka ,walaupun Mabel tau kalau marcel enggan berkenalan dengan mereka.
"ratu ,tati ini marcel kekasih ku " ucap Mabel dengan lembut,dia ingin marcel menyapa kedua teman baru nya saat ini.
"hhmmm....halo,aku marcel kekasih nya Mabel. tolong jaga kekasih ku ya" ucap marcel memperkenalkan dirinya
"hall...lo ,saya tati tuan dan ini ratu sahabat saya" jawab tati dengan sopan,tidak ada sekali pun suara nya menggoda.
"hhmmm...." deheman marcel dengan tenang.
Ratu menatap wajah marcel yang terbilang sangat tampan,dia merasa senang bila bisa menjadi kekasih nya marcel. Dengan rencana yang sudah dia susun di kepala nya,dia akan mencoba merayu dan menggoda marcel dengan cara nya.
Ratu akan melihat apa saja yang disukai oleh marcel dari Mabel,dia akan mencoba menjadi apa yang diinginkan oleh marcel karena dia ingin hidup senang . Selama ini dia dipaksa untuk menjadi wanita yang modis,agar bisa mendapatkan pria kaya. Permintaan sang ibu membuat nya harus begitu,dia akan menjebak marcel agar bisa menjadi miliknya.
bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππ
__ADS_1