
🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲
Ya ,pria itu adalah marcel. Dia memang sengaja menunggu Mabel keluar dari sana tanpa menghiraukan apa pun,hingga akhirnya dia melihat Mabel dan langsung menariknya.
"kita perlu bicara " ucap marcel dengan kesal,dia menarik tangan Mabel yang dari tadi bertahan pada atap mobil kemudian mendorong Mabel dengan kasar.
"aaahh....."teriak Mabel saat merasakan pinggul nya terkena hantaman pintu,dia meringis merasakan sakit itu.
"jalan..." perintah marcel setelah dia duduk disamping Mabel,dia masih merasa kesal karena Mabel tertawa bersama dengan pria tadi.
Mabel duduk dengan benar,dia membereskan dress bagian bawah nya yang tersibak akibat dorongan dari marcel. Karena tatapan mata marcel tak biasa saat melihat paha mulus nya,dia menarik dress nya agar menutupi paha nya dengan sakit di pinggul nya.
"kau mau bawa aku kemana?" tanya Mabel dengan kesal sambil tetap meringis pelan merasakan sakit di pinggul nya
Marcel menyadari nya,dia tau kalau tadi dia mendorong tubuh Mabel dengan kuat. Itu dia lakukan karena tangan Mabel yang menahan atap mobil nya, membuat nya kesal.
Randy menjalankan mobilnya karena paman kelly meminta ijin beberapa hari untuk menginap dirumah kedua orang tua dylan,dia ingin melihat kelly merasa nyaman disana hingga minggu depan mereka berangkat ke luar negeri untuk urusan bisnis. Jadi dia yang menjadi supir untuk sementara ini,dia membawa kedua nya ke apartemen marcel.
"tuan muda,seperti nya ngak ada yang perlu kita bicara kan. Karena urusan ku dengan mu sudah tidak ada lagi" ucap Mabel dengan kesal.
Marcel hanya diam saja,dia suka mendengar suara Mabel yang terdengar ketus. Entah kenapa seperti mendengar suara nyanyian merdu,Mabel terlihat semakin kesal dan akhirnya memilih diam saja sepanjang perjalanan .
Tak lama mereka sampai didepan gedung apartemen yang lumayan tinggi membuat Mabel merasa takut,dia tau kalau didepannya ini adalah apartemen dan dia yakin jika apartemen ini adalah milik marcel.
"turun " perintah marcel tapi Mabel menggelengkan kepala nya ,dia ngak mau nanti nya disergap oleh marcel karena dari tadi melihat tatapan marcel. Dia tau kalau marcel menatap nya dengan tatapan yang sulit diartikan,seperti marah dan ingin menerkamnya. Dia takut,makanya dia tidak berani untuk keluar dan mengikuti marcel.
"keluar....atau mau aku gendong?" bentak marcel dengan tatapan tajam nya membuat Mabel mau tak mau ikut keluar dan turun dari mobil
__ADS_1
Marcel berjalan lebih dulu,sedangkan Mabel masih berdiri di tempat tapi tak lama dia mulai berlari menjauh dari mobil marcel. Tapi karena marcel menyadari nya,Marcel langsung mengejar nya dan menggendong nya masuk ke dalam gedung apartemen itu. Dia menggendong nya seperti karung beras,sesekali dia memukul bo kong Mabel dengan keras membuat Mabel tersentak dan kesakitan.
"diam....atau mau aku campakkan tubuh mu dari sini?" bentak marcel dengan ketus
Mabel akhirnya diam saja ,dia masih berada di bahu pria itu dengan tenang. Tubuh nya bergetar,semua orang melihat mereka tapi tidak ada yang berani berkomentar apa pun karena mereka tau siapa marcel. Mereka ngak mau berurusan dengan marcel,jadi mereka memilih untuk diam saja.
Tak lama mereka sampai didepan pintu apartemen marcel,hanya dengan meletakan ibu jari nya saja pintu langsung terbuka. Dia membawa Mabel masuk dan meletakkannya di sofa santai yang ada diruangan itu,disana hanya ada beberapa barang pribadi . Kemungkinan tidak ada yang pernah dibawa oleh marcel ke dalam apartemen nya kecuali asisten dan orang terdekat nya,karena tidak ada sofa khusus tamu.
Marcel berjalan menuju meja yang tak jauh dari Mabel,dia mengambil sebuah kotak dan membawa nya ke hadapan Mabel. Membuat Mabel mengernyitkan dahi nya karena bingung,tapi kemudian dia mengerti kalau dihadapan nya ini sebuah kotak obat .
"buka" ucap marcel membuat Mabel kembali bingung sambil menatap ke arah marcel
"buka dress mu" ucap marcel lagi dengan tenang
"untuk apa?" tanya Mabel sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada
"kau jangan macam-macam,aku akan melaporkan mu nanti dan nama baik mu akan tercemar karena telah memperkosa wanita baik-baik " ucap Mabel,tubuh nya sudah bergetar.
"Aku hanya ingin mengoleskan salep ini pada mu" jelas marcel sambil menunjukan salep ditangannya
Mabel terdiam,wajah nya sudah memerah membayangkan sesuatu yang intim. Dia pikir marcel akan melakukan hal itu lagi pada nya makanya dia merasa takut,tapi kemudian dia sadar.
Mabel menaikan dress nya sampai ke pinggang,kemudian dia menatap wajah marcel yang terlihat berbeda. Dia melihat marcel membuka salep dan mengoleskan nya dipinggang Mabel yang terlihat sedikit lebam dan biru,Mabel meringis menahan rasa sakit dipinggang nya hingga akhirnya marcel selesai.
Dengan gerakan cepat Mabel menarik dress nya turun kebawah,dia menatap ke arah marcel yang sudah duduk disamping nya.
"Kenapa aku dibawa kesini?jangan bilang untuk mengobati pinggang ku ,karena ini terjadi sebelum anda membawa saya " ucap Mabel dengan kesal,dia menatap pada marcel dengan tajam .
__ADS_1
"hhmm.....aku Hanya ingin kau pergi bersama aku minggu depan" jelas marcel,dia juga bingung harus mengatakan apa karena tadi dia hanya kesal melihat Mabel bersama pria lain dan menarik wanita itu begitu saja.
"apa?kemana ?" tanya Mabel dengan bingung
"Aku tau kau akan kuliah di luar negeri, aku juga akan kesana " jawab marcel dengan santai
"hah?ngak usah,aku bisa sendiri. Lagi pula aku akan pergi dengan Kell eekkhm...maksudnya dengan paman nya kelly" jelas Mabel
"oh....ya sudah kalau begitu " jawab marcel dengan tenang,membuat Mabel mengernyitkan dahi nya dengan bingung
"Jadi hanya ini saja yang ingin kau katakan ?" bentak mabel dengan kesal,dia sampai tidak sadar mengatakan kau pada marcel
"hah....kalau begitu aku harus pulang " ucap mabel masih dengan nada kesal nya
"menginap lah disini,besok aku akan mengantarkan mu pulang" ucap marcel dengan santai.
Mabel tidak menghiraukan jagoan marcel,dua berdiri dan berjalan menuju pintu. Saat ingin membukanya,lagi-lagi marcel menarik dan mengangkat tubuh Mabel ke atas bahu nya.
"hei....turunkan Aku,aku mau pulang " t3riak Mabel dengan kesal,tangannya sudah memukul punggung marcel dengan kuat
"marceeeell...." teriak Mabel dengan kuat,tapi marcel tidak perduli.
Marcel membawa tubuh Mabel ke kamar nya,dia mencampakkan tubuh Mabel ke atas tempat tidur dan dengan segera dia naik juga menindih tubuh Mabel membuat Mabel terkejut dan memberontak
Bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘
__ADS_1