Mengejar Cinta Sang Penguasa

Mengejar Cinta Sang Penguasa
episode 27


__ADS_3

❤❤❤❤❤❤❤❤


Tak lama marcel dan Mabel sampai didepan perusahaan yang terbilang biasa,hanya dua lantai dan tidak terlalu besar . Mabel menatap perusahaan itu dengan tatapan berbeda,baru kali ini dia berada didepan perusahaan papa nya. Bahkan sebentar lagi dia akan masuk kedalam sana untuk menyelamatkan perusahaan itu,dia mengorbankan keperawanan nya untuk perusahaan.


Miris memang,tapi Mabel tidak ingin menikah dengan pria duda yang seumuran papa nya. Apalagi cita-cita nya ingin tinggal bersama sang kakak lagi ,membuatnya menjadi memilih jalan ini. Dia yakin,dia ngak akan menyesali keputusannya ini.


"ayo....kenapa malah melamun?" tanya Marcel yang sudah membuka pintu miliknya,selama ini marcel tidak pernah bersikap seperti itu pada wanita mana pun


"eh....maaf tuan " jawab Mabel yang menyadari keberadaan Marcel didekatnya


Tanpa sadar Mabel ingin keluar tapi sealbet di pinggangnya masih menempel dan belum dibuka,hingga akhirnya marcel mendorong kembali dan melepaskannya.


cup


"kamu mikirin apa lagi?perusahaan papa mu akan selamat,aku ngak akan ingkar janji" bisik marcel sambil mengecup bibir Mabel membuat Mabel terkejut


Mereka berjalan menuju ruang rapat dimana sudah banyak yang menunggu mereka, Mabel berjalan dengan mata yang mengamati sekeliling nya. Mereka disambut dan diantar keruangan rapat,hingga hanya butuh waktu lima menit saja mereka sudah sampai.


Ceklek


"pak.....tuan marcel sudah datang " ucap salah satu karyawan wanita yang membuka pintu lebih dulu


"silahkan masuk tuan Marcel " ucap Ferry yang sudah berdiri dan menyalami marcel dengan tersenyum lembut juga sopan,dia melirik ke arah Mabel yang berdiri dibelakang nya .


"kamu juga datang nak,ayo masuk jangan berdiri didepan pintu saja" ucap Ferry mendekati Mabel


Ferry bersyukur karena Mabel bisa membujuk seorang marcel yang sangat susah untuk didekati, hanya dalam hitungan minggu Mabel membuat Marcel memilih menandatangani surat perjanjian kerja nya.

__ADS_1


Pak harry yang berada disana sangat terkejut,tapi dia berusaha untuk tetap tenang. Dia ikut menyalami marcel,kemudian melirik ke arah Mabel yang belum mengenal dirinya sama sekali.


Ada rasa sedih mengingat wanita idaman nya tidak jadi menikah dengan nya,tapi memang semua nya mungkin sudah jodoh dari tuhan jadi dia hanya bisa menjalani nya saja.


Duda tampan itu pun ikut duduk bergabung dimeja yang sudah disiapkan,randy yang merupakan asisten marcel berjalan mendekati nya dan memberikan beberapa berkas untuk ditandatangani.


Marcel menarik tangan Mabel untuk duduk di dekat nya,membuat Mabel hanya menuruti nya saja. Pandangan ferry mengarah pada Mabel dan Marcel,ferry yakin jika anak nya itu memiliki hubungan istimewa dengan pria yang penguasa dikota nya itu.


Setelah hampir dua jam,akhirnya semua berkas kerja sama sudah ditandatangani oleh Marcel. Terlihat Mabel menghela nafas nya yang tadinya dia tahan karena takut marcel menolaknya,dia ingin sekali keluar dari ruangan itu karena pandangan pria di dekat papa nya terus tertuju pada nya


Dari tadi pak Harry memang memperhatikan wajah Mabel,dia benar-benar tidak ingin kehilangan wanita cantik,pintar dan keibuan seperti Mabel tapi mau bagaimana lagi. Mabel saja tidak menatap ke arah nya,malah terlihat ketakutan pada nya.


"baiklah pak Ferry,mulai saat ini kerja sama kita akan berjalan. Saya menginvestasikan uang saya tidak sedikit disini,jadi mari kita cari keuntungan yang berlimpah. " ucap marcel dengan tegas


"iya tuan,terima kasih karena sudah mau membantu perusahaan kami. Saya akan berusaha keras untuk investasi anda" jawab Ferry


"ah iya,terima kasih nak. Papa harap kamu bisa menjalankan perusahaan ini setelah selesai kuliah nanti " ucap Ferry sambil memeluk tubuh Mabel


Marcel meminta setengah perusahaan diatas nama kan untuk Mabel,makanya dia mau berinvestasi dalam jumlah besar. Dia juga menempatkan orang kepercayaan nya Di perusahaan ferry, agar bisnis gerry berjalan lancar dan menghasilkan keuntungan yang banyak untuk Mabel.


Mabel tidak mengetahui semua nya,bagi nya yang terpenting bisa bebas bersama sang kakak yang dia miliki. Marcel menyembunyikan semua nya, dia ingin ferry yang mengatakan semua nya pada Mabel.


"kamu pulang dengan papa saja ya bel?" ucap Ferry saat mereka berjalan menuju pintu depan perusahaan.


"maaf pak,tapi saya masih ada urusan dengan Mabel. Ada yang ingin kami bicara kan " ucap marcel dengan tenang.


"oh....iya tuan Marcel,kalau begitu kita bertemu dirumah saja ya bel" jawab Ferry dengan tersenyum.

__ADS_1


Marcel menuju mobil nya ,dia membuka pintu mobil depan untuk Mabel dan menyuruh Mabel masuk. Kemudian dia menjalankan mobilnya menuju hotel terdekat ,dia ingin membuat kesepakatan dengan Mabel. Untuk saat ini dia tidak ingin berhubungan dengan siapapun,termasuk Mabel.


Tak lama mereka sampai didepan hotel,marcel berjalan masuk menuju restauran di dalam hotel itu kemudian dia duduk dengan santai diruangan yang sudah dipesan lebih dulu oleh randy.


"duduk lah dulu,pesan apa pun yang kau ingin kan" ucap marcel dengan tenang


"tidak usah tuan,saya hanya ingin cepat pulang" jawab Mabel dengan tegas


"aku hanya ingin kau menandatangani beberapa kertas,ini terakhir kali nya kita bertemu. Aku ngak mau melihat mu lagi,jadi anggap kita ngak kenal kedepannya. Untuk investasi yang aku berikan pada perusahaan papa mu,keuntungan nya akan menjadi milik mu dan ngak akan ada urusan nya dengan ku lagi" jelas marcel dan Mabel hanya menganggukan kepalanya


"aku akan pergi lebih dulu,kau tunggu lah randy disini" ucap marcel yang berdiri meninggalkan Mabel


kriiing....kriiing....


Tak lama setelah kepergian marcel,ponsel Mabel berbunyi. Terlihat jelas wajah sang kakak dilayar nya saat Mabel menekan tombol hijau nya,mike tersenyum lembut .


"bagaimana kabar mu?kenapa seminggu ini ngak pernah ngubungin kakak?" tanya mike dengan wajah cemberut nya


"aku sibuk mengurus beasiswa kak,kan aku mau dekat sama kakak nanti nya " jawab Mabel dengan wajah ceria nya


"benarkah?Mabel,jangan bohongi kakak!!" ucap mike dengan tatapan tajam nya


"ha....ha....iya kak,aku akan kesana bulan depan. Jadi saat ini aku akan sibuk dengan belajar dan belajar,agar bisa mengajukan beasiswa di kampus kakak" jelas Mabel dengan tawa nya yang renyah membuat mike senang


"baiklah,belajar yang benar. Kakak akan menunggu mu disini" ucap mike dan menutup panggilan telpon nya saat Mabel menganggukan kepalanya


bersambung

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2