
❤❤❤❤❤❤❤❤
Kelly tersenyum dan menggelengkan kepala nya,dia tidak ingin Mabel tau kalau memang semua nya berawal dari sana. Dia tidak ingin membuat Mabel merasa sedih melihat pengorbanan nya,dia ingin yang terbaik untuk Mabel karena dari kecil Mabel tidak pernah merasakan kehangatan seorang ayah jadi dia ingin hubungan kelly dengan ayah nya kembali baik-baik saja .
"Aku ngak terjebak dengan nya,mungkin ini sudah jalan untuk ku. Dia jodoh dan takdir ku bel,kamu jangan mikirin apa -apa deh" jawab Kelly dengan lembut.
"dengar Kell,jika kau merasa pernikahan ini terpaksa maka jangan menikah,aku akan membawa mu lari dari sini. Aku ingin kau bahagia kell" ucap Mabel dengan wajah bingung nya dan khawatir.
Kelly menggelengkan kepalanya, dia ingin sekali lari dari sini seperti ucapan Mabel. Tapi hal itu ngak mungkin dia lakukan karena jika dia melakukannya ,maka Mabel juga akan terlibat didalam nya dan itu akan membuat nya merasa semakin bersalah.
"aku akan menjalani nya dengan baik,kau tau....pernikahan Ini hanya lah pernikahan kontrak,setelah Dylan sembuh maka kami akan bercerai. Aku hanya perlu bertahan saja" jelas Kelly dengan lembut dan tenang
Mabel terkejut,dia menatap ke mata kelly dengan penasaran . Seolah ngak percaya dengan apa yang didengar nya,tapi anggukan kepala kelly membuat nya sadar memang ternyata semua yang dikatakan kelly benar.
"bagaimana kalau kau hamil?ngak mungkin selama kalian bersama kalian tidak melakukan nya sama sekali" ucap Mabel dengan nada khawatir,tapi kelly malah tersenyum lembut
"Aku ngak mungkin bisa hamil,karena keluarga Dylan ngak menginginkan anak dari rahim ku. Mama nya Dylan memberikan obat pencegah kehamilan tapi herbal,makanya aku akan merasa aman. Walaupun Dylan ingin aku hamil anak nya kemudian meninggalkan anak itu dengan mereka,tapi keluarga nya tidak menginginkannya tanpa tau Dylan " jelas Kelly yang masih tersenyum,
Mabel ikut tersenyum,dia akan berangkat minggu depan dan tidak akan bertemu dengan sahabat nya ini. Dia kembali memeluk tubuh kelly dengan lembut,mereka tidak menyadari kalau dari tadi Dylan mendengarkan semua nya. Ada rasa kesal dan marah pada mama nya karena memberikan obat herbal pencegah kehamilan,dia ingin mengikat kelly dengan anak nya tapi kemudian dia berpikir lagi. Untuk apa dia mengikat kelly,hingga akhirnya dia menyetujui apa rencana mama nya.
Kelly dan Mabel keluar lebih dulu,karena dua orang pria sudah masuk kedalam kamar itu untuk membantu Dylan bersiap. Mereka diutus oleh mama nya, agar acara pernikahan berjalan dengan lancar.
__ADS_1
Waktu terus berlalu,kelly dan Dylan resmi jadi pasangan suami istri. Mabel terus berada di dekat paman nya kelly,memberikan pengertian pada paman kelly agar menerima keputusan kelly. Dia akan merahasiakan pernikahan kontrak kelly dan Dylan,karena dia yakin jika itu yang terbaik saat ini.
Bruuuk
Mabel terkejut karena dia menabrak seseorang didepannya,dada bidang yang cukup keras dan berotot membuat kepala nya sakit. Mabel mengelus kening nya dengan kesal,dia memang salah karena tidak begitu melihat orang didepannya tapi bukan berarti pria didepannya ini tidak bisa menghindar.
Dengan wajah cemberut,Mabel menatap ke arah atas karena pria didepannya ini cukup tinggi. Seketika tubuh nya gemetar,dia menatap kedua mata pria didepannya yang menatap nya dengan tajam.
"an...anda....mengapa ada disini?" tanya Mabel sambil mengelus kening nya dengan cepat
"Aku menghadiri acara pernikahan teman ku,apa ada yang salah ?" ucap pria yang ternyata marcel.
"teman?maksud anda Dylan ?" tanya Mabel seolah tak percaya mereka dijebak oleh Dylan,dia yakin jika dylan dan marcel bekerja sama .
"sial....kenapa Aku begitu bodoh?Harus nya aku tau dari awal,bagaimana mungkin anda bisa terjebak dengan mudah seperti itu" ucap Mabel dengan kesal karena kebodohan nya
Tanpa mengatakan apa pun,Mabel pergi dari depan marcel begitu saja membuat marcel tersenyum. Baru kali ini ada wanita yang mengumpat didepannya,dia semakin merasa tertarik.
Beberapa minggu tidak bertemu dengan Mabel membuat nya ingin mengulang malam pertama mereka,dia memperhatikan gerak-gerik wanita yang sudah memasuki pikiran nya beberapa minggu ini. Dia melihat Mabel yang berinteraksi dengan seorang pria yang tidak dia ketahui siapa ,karena dia memang ngak pernah perduli dengan siapa pun.
Marcel menggertakan gigi nya melihat Mabel dengan seorang pria yang berdiri didepannya,asisten marcel melihat nya . Dengan mengernyitkan dahi nya, asisten marcel seolah tak percaya dengan apa yang dilihat nya. Terlihat kalau marcel sedang marah ,tapi tidak mungkin karena wanita yang tadi menabraknya dekat dengan pria lain.
__ADS_1
"cari tau siapa pria itu" perintah nya pada asistennya,kemudian dia berbalik meninggalkan pesta pernikahan Dylan begitu saja tanpa mengucapkan selamat.
"tuan muda,pria itu hanya pekerja di club nya tuan Dylan. Kebetulan dia satu sekolah dengan nona Mabel dan kelly,mungkin karena itu lah dia berada disini" jelas asisten marcel
Marcel masih menunggu didepan pintu rumah kedua orang tua dylan,banyak pengusaha menyapa nya tapi karena suasana hati nya sedang tidak baik. Makanya dia hanya membiarkannya saja tanpa membalas nya dengan senyuman,dia tidak perduli dengan mereka.
Mabel ingin kembali ke rumah nya segera,karena dia harus menyiapkan barang-barang keperluan nya untuk dibawa ke luar negeri . Karena mungkin dia akan lama disana,jadi dia ingin mencatat apa saja yang akan dibeli nya .
Setelah mengucapkan selamat pada kelly juga salam perpisahan karena mungkin mereka akan lama tidak bertemu,tapi kelly dan Mabel sudah berjanji akan saling mengabari . Kemudian dia berjalan keluar rumah itu ,paman kelly memilih untuk tinggal. Dia ingin menginap disana ,sebelum dia berangkat keluar negeri mengikuti randy yang merupakan asisten nya marcel.
Greep..
Tubuh Mabel ditarik dan di bawa masuk kedalam sebuah mobil yang mewah,Mabel yang terkejut langsung menatap ke arah pria yang menariknya.
"anda mau apa?" tanya Mabel yang berusaha melepaskan diri,dia terus memegang atap mobil mewah itu agar tidak didorong masuk oleh marcel.
Ya ,pria itu adalah marcel. Dia memang sengaja menunggu Mabel keluar dari sana tanpa menghiraukan apa pun,hingga akhirnya dia melihat Mabel dan langsung menariknya.
"kita perlu bicara " ucap marcel dengan kesal,dia menarik tangan Mabel yang dari tadi bertahan pada atap mobil kemudian mendorong Mabel dengan kasar.
"aaahh....."teriak Mabel saat merasakan pinggul nya terkena hantaman pintu,dia meringis merasakan sakit itu.
__ADS_1
Bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘