
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Mabel berusaha menenangkan dirinya dan menerima sentuhan lembut yang diberikan oleh Marcel,kedua kaki nya dibuka oleh Marcel. Kemudian wajah Marcel sudah masuk ke tengah dan memainkan daerah sensitif Mabel yang sudah sedikit basah, tanpa sadar Mabel melenguh dan menarik rambut marcel dan menekan kepalanya hingga marcel sulit bernafas karena Mabel menekan nya ke daerah sensitif miliknya.
"hhmmmpp....kau ingin membunuh ku ya?" Bentak Marcel membuat Mabel melepaskan tangannya dan menatap mata marcel.
"maaf...." jawab Mabel,kemudian marcel melakukannya lagi.
Memainkan lidahnya didaerah sensitif Mabel hingga membuat Mabel men de sah tak karuan,tubuhnya sudah menegang dan menikmati setiap sentuhan lidah marcel di bawah sana.
Sedangkan marcel kembali tersenyum,dia mulai mengarahkan ba ta ngan miliknya yang dari tadi sudah meronta-ronta ingin masuk kedalam milik Mabel yang sudah basah. Marcel merasakan sedikit sulit untuk memasuki milik Mabel,padahal daerah sensitif milik mabel sudah sangat basah tapi didalam nya seperti masih ada pengaman nya.
"ssshhtt ....." desis Mabel sambil mencengkeram sprei dan menutup mata nya dengan erat,dia menahan sakit dibagian sensitif nya yang diterobos bagian inti milik Marcel.
Marcel mendorong nya dengan pelan ,mata nya tak berkedip menatap wajah Mabel yang terlihat merasakan sakit hingga akhirnya dia berhasil menerobos gawang milik Mabel. Dengan gerakan perlahan marcel mulai menggerakan miliknya,sesekali dia melirik pada penyatuan benda inti di bawah nya.
Ada bercak darah segar disana,marcel pun tersenyum penuh arti. Melihat wajah Mabel yang sudah ikut menikmati gerakannya,marcel pun mempegerakan pinggulnya dibawah sana.
De sa han dan lenguhan lolos begitu saja dari bibir kedua nya,mereka bersahut-sahutan mencapai puncak nya . Suara mereka menjadi irama di dalam ruangan itu hingga akhirnya mereka mencapai puncak bersama,dia mengangkat ba ta ngan miliknya dan mengeluarkan cairan miliknya di atas perut Mabel.
Mabel yang dari tadi hanya men de sah dan melenguh dengan memejamkan mata nya kini sudah menatap ke arah perutnya,dia menyentuh cairan lengket milik Marcel .
__ADS_1
Marcel menjatuhkan tubuh nya ke samping,dia hanya melakukan nya dengan satu gaya. Mungkin lain kali dia akan melakukannya lagi dengan gaya lainnya,seperti yang dia ingin kan.
Ini pertama kali nya marcel memasukan miliknya dalam daerah sensitif wanita,selama ini ba ta ngan miliknya selalu masuk kedalam area mulut wanita saja dan mengeluarkannya didalam mulut mereka. Ada yang menelan cairan miliknya ,ada juga yang membuang nya. Yang jelas dia menikmati nya,wanita pertama yang dirasakan oleh Marcel membuat Marcel ketagihan.
Mabel mengambil tissue didalam tas nya yang berada diatas meja ,kemudian dia mengelap cairan milik Marcel yang masih diatas perut nya. Setelah itu dia bangkit dan berjalan ke kamar mandi,dia ingin mandi .
Didalam kamar mandi dia meringis merasakan sakit juga sedih karena harus kehilangan kesucian nya bukan dengan suami nya ,tapi pria yang dia tidak tau bagaimana marcel . Apalagi hanya sekali ini saja,kedepannya pasti nya dia tidak akan bertemu dengan Marcel.
Mabel menghela nafas nya,dia menangis sambil membersihkan tubuh nya kemudian setelah itu dia keluar dengan menggunakan jubah mandi nya.
Mabel terlihat lebih cantik dengan wajah nya yang basah,membuat marcel tersenyum lembut kemudian dia bangkit dari tempat tidur dan duduk dipinggiran nya sambil menatap ke arah Mabel.
"eekkhmmm....sudah siap?aku akan bersih-bersih,setelah ini kita ke perusahaan papa mu. Aku akan menandatangani kerja sama nya,Setelah itu kita ngak akan ada hubungan apa pun kan?" jelas Marcel sambil berdiri tadi duduk nya
Tak lama marcel keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandi baru juga,di kamar mandi nya sudah disiapkan jubah mandi yang cukup banyak . Ada juga handuk dan keperluan untuk marcel selama berada di club itu,dia membuka jubah mandi nya dan membuka nya didepan mata Mabel membuat Mabel mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
Setelah selesai memakai pakaiannya,marcel berjalan keluar kamar nya menuju parkiran dan diikuti oleh Mabel dibelakang nya tanpa mengatakan apa pun hingga kedua nya berada didalam mobil milik Marcel karena memang Mabel ngak punya mobil .
"kita makan dulu ya,aku lapar" ucap marcel dengan tegas
Marcel menjalankan mobilnya menuju restauran biasa nya dia makan,ngak butuh waktu lama mereka sudah sampai disana. Marcel langsung keluar, Mabel pun kembali mengikuti nya.
__ADS_1
Marcel masuk dan duduk di tempat nya ,dia memesan sarapan untuk nya juga Mabel. Dia memilih semua nya sendiri,Mabel hanya diam saja .
Tak lama makanan pun datang ,mereka makan dengan tenang hingga akhirnya terdengar suara ponsel marcel berdering berkali-kali tapi dia ngak mengangkat nya karena telpon itu dari randy yang merupakan asisten nya.
kriiing....kriiing...
Setelah makan ,baru marcel menghubungi nya kembali. Randy mengatakan kalau mereka sudah menunggu kedatangan marcel disana untuk menandatangani surat perjanjian kerja sama
"hhmmm.....aku akan kesana segera" jawab Marcel sebelum menutup panggilan telpon nya
"ayo...mereka sudah menunggu kita" ucap marcel saat melihat Mabel yang sudah selesai makan,Mabel hanya menganggukan kepalanya saja dengan wajah datar nya.
Marcel membayar semua nya,kemudian dia berjalan keluar menuju mobil nya dan kembali menjalankan mobil menuju perusahaan ferry.
Di perusahaan ferry,asisten marcel bersama dengan ferry dan asistennya. Disana juga mereka kedatangan pak Harry,duda yang ingin menikahi Mabel. Pak harry sudah mendengar mengenai perusahaan marcel yang akan berinvestasi Di perusahaan ferry, dia tidak percaya akan hal itu karena menurut nya perusahaan besar seperti milik Marcel tidak akan mau berinvestasi dengan perusahaan biasa seperti perusahaan ferry.
Tak lama marcel dan Mabel sampai didepan perusahaan yang terbilang biasa,hanya dua lantai dan tidak terlalu besar . Mabel menatap perusahaan itu dengan tatapan berbeda,baru kali ini dia berada didepan perusahaan papa nya. Bahkan sebentar lagi dia akan masuk kedalam sana untuk menyelamatkan perusahaan itu,dia mengorbankan keperawanan nya untuk perusahaan.
Miris memang,tapi Mabel tidak ingin menikah dengan pria duda yang seumuran papa nya. Apalagi cita-cita nya ingin tinggal bersama sang kakak lagi ,membuatnya menjadi memilih jalan ini. Dia yakin,dia ngak akan menyesali keputusannya ini.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππ