
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
Lampu pun kembali hijau,haikal menjalankan mobil nya menuju rumah Mabel karena ngak mungkin juga dia mengejar mobil Dylan yang entah berbelok kemana .
Sesampainya dirumah Mabel,tubuh mabel terlihat lemas. Dia benar-benar sangat ketakutan tadi,sewaktu haikal membawa motor nya dengan kencang .
"bel....ada hubungan apa kelly dan kak dylan?bukannya Dylan itu kekasihnya kak asri ?" tanya haikal dengan tatapan tajam pada Mabel
"hubungan cinta satu malam saja,setelah itu mereka ngak ada hubungan apa pun. Mungkin benar kalau Dylan kekasihnya kak asri,aku juga ngak tau kal" jawab Mabel dengan tubuh yang masih terasa lemas.
"terus kenapa tadi malah ninggalin kak asri ?padahal kekasihnya itu kan kak asri " tanya haikal dengan kesal.
"mana aku tau,kau tanya saja pada nya. Aku masih lemas karena kau yang bawa motor seperti orang gila" bentak Mabel,dia langsung berjalan masuk kedalam rumah nya. Dengan kesal dia masuk begitu saja tanpa menghiraukan haikal yang belum pergi dari depan rumah nya
Haikal pun memilih pulang,dia merasa kesal karena ketinggalan mobilnya Dylan. Tapi kemudian dia teringat dengan ucapan Mabel mengenai orang tua nya,dia akan menanyakan semua nya pada mama nya .
Sedangkan Dylan dan kelly sudah dirawat dirumah sakit,keadaan mereka memang tidak terlalu parah. Hanya benturan di kepala ,tapi tidak berakibat fatal.
Mama Dylan terkejut mendengar berita anak nya kecelakaan,apalagi dia mengetahui kalau Dylan kecelakaan bersama seorang wanita. Bukan hal tabu bagi Dylan bila bersama seorang wanita,tapi yang membuat mama nya bingung adalah Dylan membawa wanita itu dengan mobil nya .
Dylan memang suka bermain wanita,tapi hanya sebatas di club saja. Itu pun setau mama nya kalau Dylan tidak pernah membawa wanita mana pun ke ruangan pribadi nya ,juga naik dengan mobil pribadi nya seperti saat ini kecuali asri.
"selidiki siapa wanita ini,ada hubungan apa dia dengan Dylan ?" ucap mama Dylan yang melihat kelly berada dikamar sebelah Dylan.
__ADS_1
"baik nyonya" jawab asisten papa nya Dylan
Kluarga Dylan sangat kenal dengan keluarga asri,karena mama nya asri adalah teman kuliah papa nya dulu. Keluarga asri selalu ingin menjodohkan asri dengan Dylan tapi kedua orang tua dylan tidak pernah menginginkannya,mereka tidak ingin Dylan menjadi pembangkang karena saat ini saja Dylan lebih memilih membuka club dan bermain didalam nya dengan marcel dari pada mengurus perusahaan keluarga nya .
Kedua orang tua dylan ingin membuat Dylan sadar sendiri ,tidak bukan karena paksaan mereka. Mereka yakin jika suatu saat nanti Dylan akan berhenti dengan permainan hidup nya,dia akan menemukan wanita yang bisa merubah nya untuk menjadi lebih baik bahkan akan mengikuti apa yang di katakan wanita itu.
Dylan adalah versi muda kakek nya,dulu beliau juga seperti itu makanya keluarga kakek nya hanya membiarkan nya saja . Karena sifat Dylan sama seperti kakek nya keras kepala dan susah diatur,hanya sang nenek yang bisa menaklukan kekerasan dalam dirinya.
Dylan sadar lebih dulu,kepala nya terasa sangat pusing saat dia membuka mata nya dengan pelan. Dia menatap sekelilingnya dengan mengernyitkan dahi nya,ingatan mengenai kelly yang menarik tangannya membuat nya tersadar.
"kelly?kelly?" teriak Dylan dengan keras
Saat ini asisten mama dan asisten nya yang ada diruangan itu,sedangkan mama nya Dylan berada didalam kamar kelly. Dia masih ingin menatap wajah cantik kelly yang masih belum sadar juga,dia ingin dia lah orang pertama yang dilihat oleh kelly.
"tuan muda,anda sudah sadar?" tanya asisten Dylan mendekati Dylan yang sudah sadar,sedangkan asisten mama nya masih menelpon seseorang.
"nona kelly belum sadar tuan,nona ada dikamar sebelah . Sebaiknya anda istirahat saja,nanti jika nona kelly sadar pasti kami akan memberitahu anda " jawab asisten Dylan
"aku ngak apa-apa,antar kan aku kesana " ucap dylan ,kaki nya sudah turun ke lantai membuat asisten nya merasa takut jika nyonya nya marah dan tau
"tuan,sebaiknya anda istirahat dulu" ucap asisten nya dengan pelan ,dia sangat tau bagaimana Dylan selama ini
"ssshhtt.....antar kan aku kesana "bentak Dylan sambil memegang kepalanya
__ADS_1
Dylan sudah berjalan ke arah pintu miliknya sambil memegangi kepalanya,dia ingin segera mengetahui kondisi kelly. Dia mau melihat wajah kelly saat ini,dia tidak ingin kehilangan wanita itu. Entah kenapa dia ingin selalu bersama dengan kelly,apalagi yang dilakukan kelly saat itu.
"kenapa kelly lebih memilih mati dari pada pergi bersama nya ?"
Pertanyaan itu membuat Kelly merasakan sesuatu yang lain,sesuatu yang berbeda dari nya. Selama ini dia tidak pernah ingin mengetahui kehidupan wanita mana pun,yang terpenting mereka menjalankan tugas nya di ranjang dan memuaskan nya saja. Bagi nya sudah cukup seperti itu, dia tidak perduli dengan wanita lain yang berhubungan dengan pria mana pun tapi kenapa saat kelly yang melakukannya membuat nya kesal dan tidak suka.
Mau tak mau asisten Dylan memapah pria itu untuk menemui kelly,dia tidak tau nanti nya mama nya Dylan akan marah pada nya hingga mereka sampai didepan kamar kelly dirawat.
ceklek
Dylan segera masuk kedalam,dia melihat mama nya berdiri tak jauh dari tempat tidur. Disana dia juga melihat tubuh kelly terbaring dengan mata yang masih terpejam,dia segera mendekati nya.
"kenapa mama bisa disini?bagaimana keadaan kelly ?" tanya Dylan, dia mengelus pipi kelly dengan lembut.
"apa kepalanya baik-baik saja?" tanya Dylan dengan pelan
"Seharus nya kau istirahat saja,biar kan wanita ini menjadi urusan mama. Mama akan memberikan nya uang karena sudah melayani mu dengan baik dan akan menjauhkan mu dari nya,kamu tenang saja. Mama tau kau tidak ingin berhubungan dengan wanita mana pun" jelas mama nya Dylan dengan tenang,dulu juga ada wanita yang melakukan hal bodoh untuk bisa bersama-sama dengan Dylan dan mama nya mengurus semua itu untuk nya
"dia tidak akan mau uang ma,dia berbeda" jawab Dylan yang masih mengelus pipi kelly
Kelly terlihat baik-baik saja,dirinya yang diperban kepala juga tangannya. Mungkin karena melindungi tubuh kelly saat itu,dia yakin jika kelly ngak kenapa-napa hingga sebuah ide terlintas dikepala nya .
Mendengar ucapan anak nya,ada senyuman tipis di wajah wanita paruh baya itu. Dia juga melihat senyuman dibibir Dylan yang masih setia menatap ke arah kelly,dia yakin jika anak nya itu sudah jatuh cinta pada kelly.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘