
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Ratu menatap rumah kosong yang memang belum ada perabotan sama sekali,dia bingung harus duduk dimana. Walaupun rumah itu terlihat sangat bersih,tapi tidak ada satu pun bangku disana yang bisa untuk duduk.
Ratu menatap ke arah dimas ,seolah bertanya dimana bangku atau sofa juga semu isi nya . Tapi dimas hanya tersenyum lembut,dia mengelus pucuk kepala milik ratu dan memberikan kecupan di kening nya.
"kau pilih sendiri, besok kita akan membeli nya. Saat ini kau hanya perlu melihat semua nya dan apa yang perlu dibeli,kau bisa catat di ponsel mu " jelas dimas
"ini rumah mu sekarang,kau nyonya rumah nya jadi semua nya sesuai dengan keinginan mu " ucap dimas lagi membuat mama dan adiknya tersenyum,dimas sama seperti papa nya yang memberikan kebebasan pada istri nya untuk mengurus rumah nya.
"Baiklah...." jawab ratu dengan pelan
Ratu tidak bisa menolak nya lagi,bagi nya semua nya suatu anugrah. Makanya dia masih terlihat santai dan menjalani semua nya dengan baik,tapi dia tidak ingin bermimpi terlalu tinggi. Dia yakin saat ini dia sedang bermimpi,dia tidak akan membuat semua nya jadi rumit .
Mama dimas dan adiknya memilih untuk pulang,mereka ingin membiarkan dimas dan ratu melihat-lihat rumah nya . Ratu mencatat apa saja yang dibutuhkan ,dia juga memesan secara langsung apa yang menurut nya bagus hari itu juga .
Tak lama barang pesanan ratu telah sampai,mereka menyusun nya sesuai apa yang diinginkan oleh ratu bahkan dimas membiarkan ratu untuk menata nya sendiri.
Dimas ingin melihat sendiri semua barang besok hari ,tapi seperti nya ratu sudah tak sabar dna memesan nya secara langsung dari toko yang dia lihat di google dan semua nya sesuai dengan pesanan. Mereka membayar nya saat barang tiba,dia melakukan transfer secara langsung.
Hari sudah sore,rumah yang tadi nya kosong sudah terisi dengan berbagai barang. Bahkan ada ratu sudah memesan tempat tidur mereka ,box untuk bayi dan lemari nya.
__ADS_1
Ratu hanya tinggal menyusun pakaian mereka yang dia beli disana,dia memilih beberapa baju untuk dimas . Ratu merasa sangat kelelahan,dia memilih untuk tidur di dalam kamar. Dia juga melihat beberapa orang yang sudah selesai memasang AC dikamar mereka dan ruangan lainnya,setelah mereka keluar. Ratu merebahkan tubuh nya di sana, dimas hanya memperhatikan nya saja dan menutup kembali pintunya.
Dimas menyuruh semua orang yang bekerja disana untuk pulang,hanya tinggal dua penjaga didepan rumah itu dan satu orang pelayan didapur. Dimas tidak suka banyak sekali orang dirumah nya, maka nya dia menyuruh satu orang wanita paruh baya yang memiliki ilmu bela diri untuk berada dirumah nya.
Dimas memilih masuk ke dalam kamar dan tidur disamping ratu,tubuh nya juga merasa lelah. Karena dari tadi dia juga belum beristirahat dengan baik,dia memeluk tubuh ratu dengan erat .Apalagi kamar mereka sudah terasa sangat dingin,dia ingin memberikan kehangatan pada calon istri nya
Malam pun tiba,kedua orang tua dimas sudah bersiap untuk datang kerumah ratu. Mereka sudah menyiapkan segala nya,mereka akan melakukan sesuatu yang bisa membuat kedua orang tua ratu menerima permintaan mereka.
Dimas yang baru terbangun melihat pesan dari papa nya,dia melihat kalau kedua orang tua nya sudah dalam perjalanan kesana. Dengan lembut dimas membangunkan ratu, dia tidak ingin ketinggalan kesempatan untuk melihat wajah kedua orang ratu yang bingung dan harus menerima mereka dari pada tidak sama sekali
Papa dimas sudah menceritakan semua rencana nya untuk membuat kedua orang tua ratu mau tak mau menikahkan datu pada nya,dia bisa bayangkan kalau kedua orang tua nya merasa kesal.
"Sayang.....Sayang.....bangun lah" teriak dimas
Ratu membuka mata nya,dia melihat dimas yang sudah terlihat rapi. Kemudian dia bangkit dan duduk ,memperhatikan penampilan dimas yang terbilang keren dimata nya. Dia baru menyadari hal itu saat ini,padahal selama ini dimas selalu berpenampilan seperti ini
"kamu mau kemana?" tanya ratu dengan bingung
"mama dan papa sudah jalan kerumah mu,kita juga harus berada disana " jelas dimas membuat ratu membulatkan mata nya tak percaya,dia masih melihat senyuman manis dibibir dimas .
"cepatlah sayang,kita akan menikah minggu depan,jadi kita harus meminta restu dari kedua orang tua mu agar mereka tidak akan mengganggu kita lagi" jelas dimas
__ADS_1
Ratu langsung mengangguk dan turun dari tempat tidur,dia membersihkan tubuh nya dengan segera dan memakai pakaian yang baru dia beli tadi. Kemudian dia keluar dan menatap dimas yang masih sibuk dengan ponselnya
"ayo.....aku sudah siap " jawab ratu,dia kana melihat bagaimana kedua orang tua dimas menaklukan kedua orang tua nya
Seketika ratu merasa takut dan gugup, entah kenapa saat ini dia tidak ingin berpisah dengan dimas dan ingin selalu bersama dengan nya tapi hal itu tidak mungkin dia ungkapkan begitu saja.
Tak lama mereka sampai didepan rumah kedua orang tua ratu,disana sudah ada dua mobil mewah. Mobil milik kedua orang tua dimas dan mobil cintya,cintya datang bersama suami nya.
Dimas menggandeng tangan ratu memasuki rumah kedua orang tua ratu,dia merasakan tangan ratu yang sudah dingin. Kemudian dia menatap wajah ratu yang sudah terlihat pucat,dengan lembut. Dimas menangkup wajah ratu dengan kedua tangannya,kemudian dia mengecup kening ratu.
"jangan takut,ada aku Δisini. hhmm....apa kau mau berpisah dengan ku jika orang tua mu ngak setuju ?" tanya dimas dengan tatapan yang masih mengunci kedua mata ratu
"Aku ngak mau kehilangan ayah dari anak ku,aku ingin bersama mu. Makanya aku takut mereka meminta uang lebih pada mu dan kau memilih mundur " jawab ratu dengan jujur,entah kenapa saat ini dia merasa takut
"jangan takut,papa ku seorang pebisnis yang handal. Ngak akan ada yang bisa menang dari nya kalau untuk urusan keuangan seperti ini " jawab dimas dengan lembut.
Ratu hanya bisa mengangguk,dimas tersenyum melihat wajah ratu sudah tidak setegang tadi . Dia kembali menggandeng tangan ratu untuk masuk ke dalam rumah itu,terlihat kedua orang tua ratu memasang wajah marah nya dan menatap ke arah ratu dan dimas dengan tajam
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ya πππππππ
__ADS_1