
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Dorongan dari Mabel tidak bisa membuat Marcel mundur,bahkan tangan Marcel yang lainnya sudah berada didaerah sensitif milik Mabel. Tenggorokan Mabel terasa kering,dia berusaha mendorong tubuh Marcel lagi hingga akhirnya terlepas. Tapi mata marcel menatap ke arah Mabel dengan tajam,dia tidak suka Mabel mendorong nya .
"kau ingin aku membantu perusahaan papa mu kan? maka lakukan saat ini juga dengan ku,jika tidak....maka Aku ngak akan berinvestasi di perusahaan papa mu bahkan aku akan menghancurkan perusahaan nya hanya sedang sekali jentikan jari ku saja,bagaimana ?" jelas Marcel dengan tatapan tajam nya dan senyuman yang menyeringai
"kalau begitu,aku akan mengirimkan foto ini pada media. Mereka pasti akan menyukai nya dan nama anda akan tercemar tuan" ancam Mabel dengan senyuman di bibirnya,jantungnya sudah berdebar tak karuan hingga tubuh nya kembali gemetar.
"ha...ha....kau ingin mengancam ku?kau salah orang nona, aku punya foto juga video mengenai dirimu. Kau mau lihat?aku juga bisa mengekspos nya,kau akan merasa malu dan tidak akan bisa menatap kakak mu lagi. Atau kau ingin aku menghancurkan perusahaan yang di pegang oleh mike?" jelas Marcel dengan tatapan tajam nya,dia masih melihat wajah Mabel yang masih pucat.
"lihat lah ini" ucap Marcel sambil mengarahkan ponsel nya didepan wajah mabel,membuat mabel terkejut dan tidak menyangka kalau semua nya akan berbalik pada nya.
"bagi ku mudah sekali menghilangkan gosip-gosip yang tidak mengenakan untukku,smua nya hanya butuh uang. Tidak akan ada yang bisa mengancam seorang marcel, aku hanya ingin tubuh mu saja. Setelah itu aku ngak akan mengganggu mu dan memberikan investasi seperti keinginan mu. Bagaimana ?" jelas Marcel dengan mengajukan syarat nya dengan jelas.
Mabel terkejut,tapi mungkin memang begini nasib nya. Dia akan melakukannya dan tidak berurusan lagi dengan marcel,tapi apa marcel akan berinvestasi di perusahaan papa nya jika sudah mendapatkan dirinya .
"aku tau kau belum percaya pada ku,tapi pagi ini aku akan menyuruh orang ku untuk bertemu dengan papa mu. Mereka akan mewakili ku untuk melakukan investasi disana,kau bisa melihat nya sebelum kita melakukannya. Bagaimana ?"jelas marcel lagi dengan lembut
Mabel tidak bersuara,dia hanya menganggukan kepala nya saja tanpa mengatakan apa pun. Marcel mengambil ponselnya dan berbicara didepan Mabel,dia menyebutkan nama perusahaan Ferry.
"Baiklah,kita akan menunggu mereka melakukan investasi. Setelah itu kita bisa melakukannya dengan cepat,aku hanya ingin kesucian mu saja. Bukan kah kita saling menguntungkan ?" ucap Marcel,dia masih menatap wajah Mabel yang pucat
__ADS_1
Kriiing....kriiing ..
Tak lama ponsel Mabel berbunyi,dia melihat layar ponselnya yang bertuliskan nama papa nya. Wajah nya semakin pucat,tapi marcel hanya tersenyum dan menyentuh kening Mabel yang sudah berkeringat .
"ya....ha...hallo" jawab Mabel ,mencoba untuk tetap tenang.
"hallo.....bel,kamu dimana?tadi utusan tuan Marcel datang,mereka ingin bekerja sama dengan perusahaan kita. Mereka menginvestasi dengan jumlah yang cukup banyak,kamu berhasil melakukannya nak. Terima kasih,papa ucapkan terima kasih banyak" jelas Ferry dengan nada senang ,sedangkan Mabel hanya tersenyum kecut.
"hhmm....untuk urusan pak Harry, bagaimana pa?" tanya Mabel,dia masih belum ingin menikah muda.
"papa akan membatalkan perjodohan itu,kamu kuliah yang baik saja di luar negeri bersama mike seperti keinginan mu" jelas Ferry dengan lembut
"kalau begitu papa tutup dulu telpon nya ya,papa akan mengurus berkas-berkas kerja sama nya agar dengan cepat di tanda tangani oleh tuan Marcel " ucap Ferry
"ayo....mulai lah,aku akan menandatangi berkas-berkas nya setelah kita bercinta" jelas Marcel karena Mabel membuang tatapan nya ke arah lain,wajah nya juga sudah memerah.
"Tapi tadi malam kau sudah melakukannya dengan ku,kenapa kau masih merasa malu?" tanya Marcel dengan tegas membuat Mabel terdiam,dia yakin jika Marcel hanya ingin menguji nya saja.
"kalau kau tidak mau melayani ku,maka aku yang akan melayani mu" ucap Marcel dengan lembut.
Marcel sudah mendekati tubuh Mabel yang menegang,dia mulai meraup bibir Mabel dengan lembut tapi tidak ada balasan sama sekali. Karena memang ini ciuman pertama nya,pria yang akan menyentuh Mabel pertama kali nya.
__ADS_1
"hhmmmpp....kenapa tidak dibalas?jangan bilang ini ciuman pertama mu?" tanya Marcel sambil menatap wajah Mabel yang merah,dia kembali tersenyum.
Marcel mulai mencium kembali,kemudian tangannya meremas bongkahan kenyal milik Mabel yang masih mengeras. Membuat Mabel memejamkan matanya,dia menahan tangisan nya karena takut jika Marcel akan berubah pikiran dan membatalkan kerja sama mereka bahkan menghancurkan perusahaan mereka.
Marcel melepaskan ciumannya dan mengalihkannya pada bagian leher Mabel,dia memberikan tanda kepemilikan nya disana. Tapi hanya beberapa saja,tangannya turun ke bagian sensitif milik Mabel dan mulai memasukannya.
Senyuman mengembang dibibir marcel saat merasakan sesuatu yang sulit dimasuki,dia menarik tangannya dan menyibakan selimut yang masih menutupi tubuh Mabel.
Mabel tersentak, karena dia masih memegang selimut nya didada nya. Marcel menyeringai dan mencampakan selimut hingga tubuh Mabel terlihat jelas,dia mulai menindih tubuh Mabel dan memberikan kecupan dan hisapan diseluruh tubuhnya.
Mabel memejamkan mata nya dan diam saja,dia merasakan sesuatu yang berbeda dan jantung nya berdebar tak beraturan. Merasakan tubuh Mabel gemetar,marcel pun mendekatkan wajah nya pada wajah Mabel.
"santai lah,atau kau ingin aku menikahi mu dulu ?" tanya Marcel membuat Mabel menggeleng kan kepalanya,dia tidak ingin menikah muda. Baik dengan marcel atau pun hari,makanya dia berusaha menjebak marcel tapi seperti nya dirinya yang terjebak.
Mabel berusaha menenangkan dirinya dan menerima sentuhan lembut yang diberikan oleh Marcel,kedua kaki nya dibuka oleh Marcel. Kemudian wajah Marcel sudah masuk ke tengah dan memainkan daerah sensitif Mabel yang sudah sedikit basah, tanpa sadar Mabel melenguh dan menarik rambut marcel dan menekan kepalanya hingga marcel sulit bernafas karena Mabel menekan nya ke daerah sensitif miliknya.
"hhmmmpp....kau ingin membunuh ku ya?" Bentak Marcel membuat Mabel melepaskan tangannya dan menatap mata marcel.
"maaf...." jawab Mabel,kemudian marcel melakukannya lagi.
Memainkan lidahnya didaerah sensitif Mabel hingga membuat Mabel men de sah tak karuan,tubuhnya sudah menegang dan menikmati setiap sentuhan lidah marcel di bawah sana.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππππ