
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Dylan memperhatikan wajah kelly yang masih memerah,entah apa yang membuat Kelly malu karena menurut Dylan kalau kelly pasti sudah berpengalaman dalam hal seperti ini.
Sesekali Dylan memejamkan matanya,merasakan nikmatnya permainan lidah milik Kelly. Kelly juga memainkan tangannya disana,memberikan pijatan lembut dengan ujung kepala milik Dylan yang berada di mulut nya.
Sebenarnya kelly merasa jijik,tapi dia harus menahan nya karena dia yakin jika Dylan akan berpikir kalau dirinya sudah tidak perawan lagi.
"aaahh...." Dylan men de sah dengan pelan,kemudian dia mulai mengangkat tubuh kelly dan merebahkannya di atas sofa.
Dylan membuka kedua paha kelly yang memperlihatkan daerah sensitif milik Kelly yang berwarna pink,dia menjilati nya dan kelly memperhatikannya dengan wajah yang semakin memerah. Getaran didalam dirinya terasa hingga ke bibir Dylan,membuat Dylan tersenyum puas.
Dylan mengulum dan menghisap daging kecil seperti kismis di depan daerah sensitif milik Kelly,dia memasukan jari telunjuknya didalam milik Kelly. Seketika dahi nya mengernyit,karena lubang milik Kelly terbilang sempit hingga Dylan menarik tangannya lagi.
"Kau masih sempit sayang,kau benar-benar pandai menjaga nya hhmmm " ucap Dylan dengan pelan,tapi kelly tidak mendengar nya. Dia masih menikmati permainan lidah Dylan pada daerah sensitif nya,dia terus memejamkan mata nya berkali-kali merasakan remasan di dada nya.
"aaahh....aku Ngak tahan lagi " ucap Dylan,dia mulai membasahi ujung miliknya dengan saliva nya Kemudian mengarahkannya pada daerah sensitif milik Kelly.
Sedikit dorongan karena milik Kelly terbilang sangat sempit hingga akhirnya Dylan mendorong nya lebih keras,kelly meremas ujung sofa dengan kuat. Menyalurkan rasa sakit yang terasa di seluruh tubuh nya,dia mencoba menetralisir rasa sakit nya hingga akhirnya dia terdengar suara robekan dari dalam darah sensitif milik Kelly.
Srrreeek
__ADS_1
Dylan menatap mata kelly dengan tajam,mencoba mencari kebenaran dengan apa yang didengar nya. Kelly yang mendapatkan tatapan tajam dari Dylan,hanya bisa mengalihkan pandangannya hingga akhirnya Dylan mendekatkan wajah nya .
"Jangan bilang kau masih virgin ?" tanya Dylan,dia tidak ingin bertanggung jawab pada Kelly.
Dylan selalu melakukan hal itu pada wanita yang sudah tidak virgin lagi,karena kalau wanita itu masih virgin. Kemungkinan mereka akan meminta tanggung jawab pada nya,seperti menikahi mereka dan terikat pada wanita itu selama nya. Makanya dia selalu mencari aman,bermain dengan wanita yang sudah terbiasa melakukannya.
Dylan enggan melihat ke arah bawah,dia takut apa yang dia pikirkan saat ini benar adanya. Jantung nya juga sudah berdebar tak karuan,dia tidak ingin kelly meminta tanggung jawab nya untuk menikahi nya.
"memang nya kenapa kalau aku virgin ?Kau hanya ingin tubuh ku saja kan,maka lakukan lah sebagai bayaran tadi" jawab Kelly dengan pelan.
Dylan masih menatap wajah kelly,dia memang ingin mendapatkan tubuh kelly. Dia hanya penasaran dengan gadis galak yang pertama kali nya tidak tertarik pada nya,wanita yang tidak tergoda dengan ketampanan nya.
"tenang lah,aku tidak akan meminta kau bertanggung jawab untuk menikahi ku. Tapi jangan kau tebar benih mu didalam,keluar kan lah " ucap Kelly,dia tau kalau Dylan pria yang tidak ingin terikat dengan suatu hubungan.
Bagi Dylan,uang adalah segalanya. Dengan uang dia bisa membeli apa pun,termasuk harga diri seseorang makanya paman Kelly selalu berusaha menjauhi kelly dari pria seperti Dylan .
"Baiklah,ini pertama dan terakhir kita bertemu. Aku harap kita ngak akan bertemu lagi " jawab Dylan dan kelly pun mengaggukan kepalanya,dia tau ini yang akan terjadi tapi semuanya sudah terlanjur.
Kelly hanya menganggap mungkin dirinya memang memiliki nasib seperti ini,dia akan bersikap biasa saja kedepannya. Lagi pula banyak pria yang akan menerima wanita yang tidka virgin lagi di kota ini,jadi baginya mungkin ini kesalahan yang akan membuat nya belajar .
Dylan menggerakan pinggul nya,maju mundur sambil tangannya meremas salah satu gundukan kenyal milik Kelly. Awal nya kelly merasa kan sakit didaerah sensitif nya ,tapi lama kelamaan sakit itu berubah menjadi nikmat.
__ADS_1
Dylan menatap wajah kelly yang terlihat begitu menikmati nya,dia tersenyum dan mendekatkan wajah nya. Dia meraup bibir kelly yang selalu berbicara ketus pada nya,dia memberikan gigitan-gigitan kecil disana hingga akhirnya kelly membuka mata nya dan menatap tajam pada Dylan.
"hhmmpp ...." ucap Kelly,dia mendorong tubuh Dylan agar dia bisa bicara jelas.
"aaahh....jangan mencium ku,aku ngak suka. Ce pat lah,setelah ini aku aahh....ingin pulang " ucap Kelly akhirnya saat Dylan melepaskan pagutan bibir nya .
Dylan mempercepat gerakan pinggulnya,hingga dia mencapai puncaknya dan mengeluarkan miliknya . Dia mengarahkan miliknya di atas perut kelly,mengeluarkan cairan hangat yang bisa menjadikan nya anak.
"aaakkkhh....."
Teriakan penuh dengan kepuasan pun keluar dari mulut Dylan,dia menindih tubuh kelly yang masih berada dibawah nya. Cairan miliknya pun menempel diperut nya juga,kelly mendorong tubuh Dylan. Dia ingin segera mandi dan pulang,walaupun tubuhnya masih terasa sakit tapi dia akan berusaha untuk pergi dari sana.
Dylan berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi,dia ingin membersihkan tubuh nya yang sudah berkeringat. Sementara itu kelly mengambil tisu yang ada di atas meja,dia menghapus sisa cairan yang menempel di perut nya Kemudian memakai pakaian nya dengan cepat .
Setelah selesai memakai pakaiannya,Kelly pun keluar dari ruangan itu dengan menahan sakit didaerah sensitif nya. Dia memanggil taksi online dan meninggalkan Dylan,dia berjanji dalam hati jika nanti bertemu dengan Dylan maka dia akan berpura-pura tidak mengenal nya.
Sedangkan di ruangan Marcel,Mabel tidak bisa tidur sama sekali. Dia menutupi tubuhnya dengan selimut,diruangan itu hanya ada satu selimut. Sehingga mau tak mau dia masuk dan ikut berada dibawah selimut yang sama,dia terus memegang selimut itu agar tidak terlepas dari genggaman.
"kok lama sekali pagi nya sih?" gumam Mabel dengan rasa takut,jantung nya sudah terdebar-debar tak karuan.
Marcel mendengar ucapan Mabel,dia hanya tersenyum tipis dan memeluk tubuh Mabel yang sudah polos. Membuat Mabel merasa semakin takut,dia berusaha mendorong tubuh Marcel tapi pelukan nya semakin erat.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππ