
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Mabel sempat ngak percaya,tapi tati hanya memberikan saran agar dapat menjaga marcel jika memang Mabel mencintai nya jangan sampai marcel jatuh ditangan ratu. Tati juga harus mengatakan mengenai diri nya dulu,agar Mabel percaya. Hal itu bukan membuat Mabel percaya,tapi sedih dan kasihan pada nya . Dia malah merasa bingung karena tati masih berteman dengan ratu,tati juga mengatakan kalau hanya ratu temannya dan akhirnya Mabel percaya.
"oh....jadi besok pada mau kemana?" tanya ratu
"besok aku mau ketemu kakak ku,aku mau ke asrama nya " jawab Mabel ,dia belum memberitahukan mengenai kedatangannya pada sang kakak makanya sampai saat ini mike belum mencarinya.
"Aku juga mau jalan sama dimas, dia ngajak aku ke toko buku. Aku pikir kalian mau ikut sama aku " jelas Ratu,dia sebenarnya malas pergi dengan dimas yang merupakan teman satu kampus nya hanya saja dia orang sederhana dan culun .
Ratu juga mendengar kalau dimas masuk universitas itu karena beasiswa seperti mereka,ratu ingin mendapatkan pria yang kaya seperti marcel. Saat ini tujuan nya hanya satu,mencari pria yang kaya dan bisa membuat keluarga nya menerima nya.
"kamu kemana tati?" tanya Mabel menatap wajah tati
"Aku dirumah aja,lagi males keluar " jawab tati,dia tidak ingin bertemu dengan kakak nya Mabel atau pun gabung dengan ratu karena dia yakin pasti dia dicuekin
"kamu bareng aku aja ya,nanti aku kenalin sama kakak ku. Habis dari situ kita makan,minta bayarin kakak ku" ucap Mabel dengan lembut,dia menggandeng tangan tati
"mending sama aku aja,nanti kamu jalan sama dimas trus aku jalan sendirian " jawab ratu karena dia malas jalan sama pria culun itu,mungkin dimas cocok untuk tati yang sama-sama culun
"Ngak ah....mending sama Mabel aja" jawab tati langsung,dia sebenar nya ingin tiduran aja dirumah tapi karena permintaan konyol ratu membuatnya enggan dan memilih ikut Mabel
Wajah ratu cemberut,dia merasa sedikit kesal tapi dia juga ngak mungkin maksa tati untuk ikut dengan nya.
Pagi nya,mereka sudah bersiap-siap,setelah sarapan Mabel dan tati akan langsung pergi menuju asrama mike. Sedangkan ratu akan pergi siang ,ratu akan makan siang bersama dimas di luar sebelum mereka pergi ke toko buku.
__ADS_1
Mabel dan tati dijemput oleh supir suruhan marcel,dia tidak ingin wanita nya pergi naik bus atau angkutan umum lainnya. Karena dia tidak ingin pria lain mencari kesempatan menatap wajah wanita nya,apalagi sampai Mabel menyukai pria lain.
Tak lama mereka sampai didepan universitas milik mike,tadi nya Mabel ingin mendaftar di kampus mike tapi ternyata tidak ada penerima baru lagi disana. Apalagi saat ini tidak ada penerimaan mahasiswa baru yang melalui jalur beasiswa pintar,makanya masuk di universitas lain yang satu negara sama mike.
Disana terlihat banyak pria sedang berdiri didepan gerbang kampus,Mabel berjalan mendekati mereka dan mengatakan keberadaan mike. Tati hanya mengikuti dari belakang,dia merasa malu harus berinteraksi dengan pria . Jadi dia hanya diam saja sambil memegang lengan Mabel dnegan rasa gugup,Mabel tau itu tapi Mabel hanya tersenyum.
"permisi kak,ada yang tau dimana kakak mike " tanya Mabel dnegan sopan
"mike?seperti nya dia ke perpustakaan disana,tadi baru saja dari sini"
"ya....langsung kesana aja dek,kamu adek nya mike kan?"
Jawab beberapa pria itu,Mabel hanya mengangguk. Mereka pun menuju gedung perpustakaan di depan sana,dengan langkah senang. Mabel menggandeng tangan tati, dia ingin memeluk sang kakak karena sudah sangat merindukan nya.
"bel....aku ke toilet dulu ya,sesak pipis" ucap Tati,dia memang sudah merasakan sesak dari tadi tapi karena bingung harus membuangnya dimana makanya dia masih menahan nya .
Tati berjalan menuju toilet umum,dia melihat bacaan toilet menuju belakang perpustakaan . Dengan perlahan dia berjalan hingga saat dia hampir sampai didepan toilet ,seseorang menabrak nya.
Bruuk...
"eh....ya ampun,maaf ya. Kamu ngak apa-apa kan?"
Terdengar suara pria yang membantu tati berdiri karena memang tati jatuh ke lantai, Pantat nya terasa sakit. Apalagi kaca mata nya sudah retak sedikit,seperti nya dia menabrak dinding karena terasa keras .
"eeenggh...sakit " ucap Tati dengan sedikit pelan,dia meringis memegang Pantat nya apalagi pergelangan kaki nya seperti terkilir agar sakit digerakan saat ingin berdiri.
__ADS_1
Pria itu memapah tubuh tati,saat ini tati tidak bisa menolak nya karena ngak mungkin dia duduk saja dilantai itu.
"maaf ya....kamu mau ke toilet?aku antar kan ya" ucap pria itu tanpa malu
Seketika mata tati melotot ke arah nya,pandangan mata mereka bertemu. Cukup lama pria itu memperhatikan wajah tati hingga akhirnya tati menunduk,dia malu ditatap seperti itu. Ada guratan merah dipipi nya saat pria itu menatap nya,pria itu tersenyum tipis tapi tati tidak menyadari nya.
"cantik " gumam pria itu dan tati mendengar nya ,seolah salah mendengar
"apa?" tanya tati dnegan polos.
"kamu cantik " jawab pria itu dengan senyuman tipis dibibir nya dan kali ini tati melihat nya
"tampan" batin tati,tapi dia tidak ingin pria itu tau lagi pula nya mungkin pria setampan itu belum memiliki kekasih atau pun jika tidak ada. Ngak mungkin mau dengan dirinya yang culun,walaupun dia mendengar kata cantik dari bibir pria itu tapi dia yakin dia hanya salah mendengar.
"Aku bisa jalan sendiri,hmm...kaca mata ku" ucap Tati,dia sudah tidak tahan ingin membuang air seni nya.
"Aku bantu saja,aku yang menabrak mu . Pasti masih sakit kan?" jawab pria itu,dia juga memberikan kaca mata yang dia ambil tadi pada tati
"Ngak usah,aku bisa sendiri" jawab tati
Tati berjalan dengan perlahan ke arah toilet wanita,dia berjalan sedikit tertatih karena memang kaki nya sedikit sulit di bawa jalan. Masih terasa sakit,tapi daerah sensitif nya sudah tidak bisa lagi di tahan.
Setelah menyelesaikan hasrat nya,tati keluar dengan mata yang mencari seseorang. Pria yang menabrak nya tadi sudah tidak ada di sana,dia melepaskan kaca mata nya karena sudah retak dan tidak bisa digunakan lagi. Lagi pula untuk sementara ngak apa-apa ngak pake dulu,dia memang hanya rabun jauh saja .
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘