
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Mabel memang berasal dari keluarga kaya juga,hanya saja karena tidak pernah dianggap oleh papa nya sehingga dia terbiasa hidup dalam kesederhanaan. Jadi bagi nya ngak masalah kalau mereka harus berbagi,Mabel malah suka hidup sederhana .
"Sekarang anda bisa keluar pak,saya ingin istirahat " ucap Mabel yang ingin bersama dengan teman-temannya.
Faktur menundukan sedikit tubuhnya kemudian berjalan meninggalkan Mabel dan dua wanita didalam ruangan itu,dia tidak ingin mengganggu Mabel atau Mabel akan mengadu kan nya pada Marcel
Setelah kepergian Faktur,Mabel menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur. Dia masih melihat dua wanita didepannya berdiri dengan kaku, mereka juga takut bersinggungan dengan Mabel karena mereka melihat kalau Mabel berasal dari keluarga kaya.
Apalagi melihat Faktur yang menundukan kepalanya pada Mabel,mereka jadi takut jika nanti nya mereka menyinggung perasaan Mabel. Mereka hanya lah dari keluarga biasa,mereka yakin kalau Mabel juga berasal dari keluarga kaya raya .
"Kenapa masih berdiri disana ?" tanya Mabel sambil menatap kedua wanita sebaya nya yang berdiri didepannya.
"Apa ngak pegal tu kaki?mending kesini,dia cobain tempat tidur nya" ucap Mabel dengan lembut
"tapi...." jawab wanita yang memakai kaca mata
Mabel bangkit dan duduk dipinggiran tempat tidur,dia menarik tangan kedua wanita didepan nya itu untuk duduk disamping nya . Dia diantara kedua wanita itu,dengan lembut dia menatap kedua nya secara bergantian.
"Aku Mabel,aku memang dari keluarga pengusaha. Hanya saja dari kecil aku tinggal dengan sederhana bersama nenek ku,karena papa ku tidak menginginkan ku" jelas Mabel dengan tenang.
Kedua wanita itu membulatkan mata nya, mereka seolah tidak percaya dengan apa yang didengar nya karena dari tadi Mabel bersikap angkuh dan sombong.
Mabel menceritakan semua mengenai dirinya,dia berbagi cerita tapi tidak dengan cerita marcel. Dia hanya mengatakan kalau marcel merupakan teman yang memberikan bantuan pada nya,tapi kalau dilihat dari kelakuan dan sikap marcel. Sepertinya pria itu menyukai Mabel,begitu lah pemikiran kedua nya.
__ADS_1
"Aku Ratu dan ini Tati,kami berasal dari negara yang sama. Kami juga tetangga an,sahabat dari kecil juga" jelas Ratu dengan sopan.
"oh....hallo ,salam kenal ya. Sekarang kita akan tinggal seatap,jadi kita akan menjadi sahabat juga saudara" ucap Mabel dengan ramah.
Tati menyambutnya dengan baik,tapi tidak dengan ratu. Setelah mendengar cerita mengenai Mabel,dia ingin merebut marcel. Dia yakin pria seperti marcel pasti bisa ditaklukkan dengan mudah,karena dia juga pernah menggoda pria yang menyukai tati tapi tati tidak mengetahuinya.
Selama ini ratu sangat iri pada tati,tati lebih pintar dari nya. Para pria juga menyukai nya padahal tati hanya terlihat biasa saja,tidak pernah memakai make up atau pun pakaian yang bagus . Tati juga selalu diam dan tersenyum,bukan mencari simpati dan perhatian tapi memang dia tidak suka banyak bicara .
Apalagi tati terlihat sedikit culun dengan kaca mata nya,makanya sering membuat ratu kesal. Ratu lebih cantik dari tati,pintar berbicara dan terlihat modis. Walaupun dia dari keluarga biasa saja,tapi penampilannya harus terjaga. Begitu lah menurut nya,dia ngak mau dikatakan kampungan.
"Terima kasih sudah mau menerima kami nona" ucap Tati,dia merasa senang mendapatkan teman baru lagi.
"panggil aku mabel saja ti,sekarang kita kan temenan" jawab mabel dan tati mengangguk,mereka saling berpelukan. Ratu juga memeluk kedua nya,padahal dia cukup kesal melihat kedekatan tati dan Mabel. Tapi saat ini dia akan membiarkan nya,dia akan mempengaruhi Mabel agar tidak berteman dengan tati.
Saat mengetahui kalau Tati juga mendapatkan beasiswa dari sekolah nya,membuat ratu kembali mendekatkan diri pada tati. Dia belum tau bagaimana keadaan di universitas nantinya,jadi dia perlu teman dan tati lah orang yang bisa dia bodohi.
Ceklek
Tiba-tiba pintu kamar dibuka,Mabel tidak menyadari kalau ada seseorang yang masuk dan naik ke atas tempat tidur. Pria itu memeluk tubuhnya dari belakang dengan hangat,dia sudah mengunci pintu kamar lebih dulu.
"hhmmm.....kau sangat harum sayang"bisik pria itu sambil menghirup aroma tubuh Mabel.
Mendengar suara pria yang dikenal nya,Mabel langsung membuka mata nya dan berbalik. Mata nya membulat sempurna menyadari kalau benar pria itu,dia berusaha lepas dari pelukan nya tapi tenaga si pria lebih kuat.
"Marcel....ada ratu dan tati disini, jangan gila" bentak mabel dengan ketus
__ADS_1
"hah....makanya Aku ngak suka kamu satu kamar dengan mereka,aku ingin tidur disini bersama mu" ucap marcel dengan nada manja nya membuat Mabel tertawa kecil dan mencubit pipi marcel,entah kenapa sekarang Mabel lebih akrab dengan Marcel. Dia tidak membedakan kalau marcel seorang tuan muda lagi,apalagi marcel yang sudah banyak membantu perusahaan sang papa.
"Kenapa tertawa?mengejekku?" tanya Marcel yang semakin mengerucutkan bibir nya
"Ngak....aku ingin belajar dengan benar disini,aku ngak mau dibedakan begini. Untukmu....kita bisa tidur bersama saat aku libur,tapi janji ngak akan melakukan apa pun. Hanya tidur bersama saja " jelas Mabel dengan lembut,dia mengusap rahang tegas milik Marcel.
"Kenapa harus menunggu libur,kan lama" jawab Marcel
"sabar sayang....kamu bisa main kesini,tapi ngak tidur disini" ucap Mabel sambil tersenyum tipis.
"hhmmm....aku ingin buat kamar Satu lagi,kamar sebelah akan aku ubah buat kamar kita " jelas marcel dengan semangat
Buugh...
Mabel memukul dada bidang marcel dengan cukup keras,karena memikirkan ingin mwmbongkar kamar sebelah yang merupakan kamar baca dan menjadikannya kamar mereka berdua.
"Ngak....aku Ngak mau dianggap wanita gampangan,mendingan kita menginap bersama setiap weekend. Tapi bila setiap bertemu,aku akan mencium mu sebagai ganti untuk tidur bersama " ucap Mabel,entah kenapa dia memberikan tawaran seperti itu.
Marcel tersenyum ,dia menarik pinggang Mabel dan kembali memeluknya. Dia senang Mabel mau menerima dirinya dengan baik,dia ingin Mabel menjadi kekasih nya. Dia merasa nyaman berada dekat dengan Mabel,kesulitan tidur nya bisa membuat nya tidur dengan nyaman.
"Benar ya....kau harus mencium ku didepan umum" jelas marcel dengan santai
"hah?Ngak dong,saat kita berdua saja ya " ucap Mabel dengan pelan,dia akan malu jika harus melakukan hal itu didepan umum
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘