
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Anak dari asisten pribadinya adalah orang kepercayaan Marcel,dia memberitahukan semua informasi yang diinginkan oleh Kakek nya Marcel. Karena dia tau kalau Kakek Marcel begitu menyayangi cucu nya itu,tapi untuk urusan Mabel. Sang kakek belum mengetahui apa pun,karena memang orang kepercayaan Marcel tidak mengetahui hal itu.
"Kalau begitu katakan sayang,apa yang ingin kamu adukan dengan kakek ?biar kakek hukum Cucu kakek yang keras kepala ini " ucap sang kakek yang langsung menarik ponsel marcel membuat Wajah Mabel terkejut,dia tidak bisa mengatakan apa pun Lagi. Tubuh nya masih menegang,matanya membulat sempurna .
"kakek....berikan ponsel ku" teriak Marcel dengan manja,membuat sang kakek tersenyum.
Sudah lama sekali sang kakek tidak melihat sikap ke kanak-kanakan dari Marcel begini,semenjak dia memberikan beban keluarga yang harus ditanggung oleh Marcel. Hati nya terasa sangat hangat,membuat jantung nya berdebar dengan baik.
"Sayang....kok diem aja?kakek akan menghukum kekasih mu ini,kamu tenang saja. Kakek berada dipihak mu sekarang " ucap Kakek Marcel dengan tegas membuat Mabel menganggukan kepalanya dan tersenyum manis.
"Ka....eekkhm....Kakek Apa kabar? " tanya Mabel dengan sopan dan ramah .
"Kakek baik,kapan kau akan berkunjung kesini?kakek ingin mengajak mu makan bersama,bagaimana kalau nanti malam?" tanya sang kakek dengan mata berbinar.
"hah?ah....ya kek,nanti malam aku akan kesana. Hhmm....bisakah Aku bicara dengan Marcel ?" ucap Mabel dengan ramah.
Kakek langsung memberikan ponsel nya kembali pada marcel,terlihat wajah marcel yang cemberut. Kemudian Mabel memperlihatkan senyuman kecil di bibir nya,dia merasa kesal karena marcel tidak mengatakan kalau dia bersama dengan sang kakek. Membuat nya menjadi sangat malu,tapi dia berusaha menahan kekesalan nya karena saat ini mereka disaksikan oleh banyak mata termasuk kakek Marcel.
"kau....bicara pada nya " bentak mabel sambil memberikan ponsel nya pada faktur.
"ah....ya tuan muda,ada yang bisa saya perbuat " ucap faktur dengan nada lembut,dia ingin menjilat sang penguasa .
__ADS_1
"lakukan apa pun yang diinginkan wanita ku,buat dia merasa nyaman. Aku akan memantau nya dari jauh,kau tau arti nya kan " ucap Marcel dengan tegas dan berwibawa.
"baik tuan muda,ini nona muda. Silahkan anda bicara kembali " jawab faktur sambil menundukan kepalanya sebelum memberikan ponsel itu pada Mabel.
"Hah.....sudah ya,aku mau berkemas dulu . Nanti malam pukul tujuh kau jemput aku,aku ngak ingin yang lain. Jika kau tidak menjemputku maka aku akan mengatakan pada kakek kalau kau tidak ingin membuat ku bertemu dengan nya" ucap Mabel,kini dia sudah seperti Marcel yang suka mengancam
"waktu ku sangat berharga nona,kau akan membayar nya dnegan apa ?" tanya Marcel dengan senyuman lembut dibibir nya.
"kau mau berapa ?sebutkan " tanya Mabel,dia tidak punya banyak uang tapi seperti nya Marcel ngak butuh uang ,pasti dia sudah merencanakan sesuatu.
"kau tau aku siapa?semua milikku akan menjadi milikmu jika kau ingin menjadi istri ku,wanita ku satu-satu nya. Tapi aku hanya ingin imbalan kecil,apa yang bisa kau berikan " jelas marcel dengan senyuman penuh arti dan Mabel mengerti apa maksud nya.
"hah....nanti kita bicara,seperti nya kau sangat sakit. Pergi lah minum obat" bentak Mabel dan langsung mematikan ponsel nya.
Kembali semua orang terkejut,mereka tidak menyangka Mabel seberani itu. Walaupun mereka pasangan kekasih,tapi bagi Marcel sangat mudah untuk menendang wanita seperti Mabel dan mencari wanita yang lebih tapi menurut mereka. Marcel sudah bertekuk lutut di hadapan Mabel,makanya dia mengikuti apa pun ucapan Mabel.
"Ekhhm....Kalau begitu,mereka akan sekamar dengan anda. Lebih baik di ruangan anda saja nona,karena lebih besar saya akan siapkan dua tempat tidur lagi" ucap faktur dengan tegas.
"terserah,sekarang bisakah kami ke sana untuk melihat kamar nya? Nanti akan aku katakan apa saja yang dibutuhkan " jawab Mabel dengan angkuh,dia berdiri dan berjalan lebih dulu.
Mabel bersikap angkuh pada pemilik universitas itu karena memang dia melihat faktur pilih kasih,dengan nya yang merupakan kekasih tuan muda berkuasa terlihat sangat baik sedang kan dengan dua orang wanita yang mendapatkan beasiswa itu. Faktur bersikap kasar dan seenak nya saja,kalau dia tidak bertemu marcel dan tidak menjadi kekasih nya. Bisa dipastikan dirinya akan memiliki nasib yang sama seperti mereka,dnegan cepat Faktur jalan didepan nya.
Tak lama mereka sampai didepan pintu kamar yang berbeda dari asrama,kamar itu dekat dengan ruangan kantor pemilik universitas dan ruangan dosen.
__ADS_1
Ceklek
Pintu dibuka,terdapat ruangan tamu dengan sofa yang lumayan besar dan berbatasan dengan meja bar yang langsung ke dapur. Mabel masuk lebih dulu,dia melihat sebuah pintu yang berada di ruang tamu.
Pintu itu langsung menuju balkon dan terlihat pemandangan bunga di depan nya,kemudian Mabel kembali masuk dan melihat pintu lainnya yang ada disana. Pintu yang merupakan kamar,ruangan yang cukup besar. Tempat tidur nya juga berukuran king size,sehingga Mabel rasa ngak perlu tempat tidur lagi kalau untuk mereka bertiga.
Apalagi tubuh mereka juga kecil-kecil,disana juga ada kamar mandi . Lemari dinding yang cukup besar,kemudian lemari pendingin dengan ukuran sedang yang menempel di dinding. Semua nya lengkap seperti sebuah hotel kwalitas Vip,Mabel tersenyum penuh arti.
"Beruntung juga mengenal sang penguasa,jika tidak....mungkin Aku ngak akan dianggap sama sekali " batin Mabel.
"Ekhhm....apa Ada yang kurang nona Mabel ?" tanya Faktur dengan sopan.
"Seperti nya ngak ada ya say?" tanya Mabel pada dua wanita yang mengikuti nya dari belakang dari tadi.
Mereka saling tatap,kemudian mereka mengangguk. Mereka akan ikut saja apa yang diinginkan oleh Mabel,mereka ngak mau menyinggung Mabel karena mereka tau akan berurusan dengan siapa.
"Tapi....tempat tidur nya,bagaimana ?" tanya salah satu wanita yang memakai kaca mata dengan ragu.
"Apa tempat tidur ini ngak cukup untuk kita bertiga?" tanya Mabel dengan menunjukan tempat tidur berukuran besar itu.
"Cukup,tapi anda ngak risih tidur bareng kita?" tanya nya lagi,Mabel menggelengkan kepala nya.
Mabel memang berasal dari keluarga kaya juga,hanya saja karena tidak pernah dianggap oleh papa nya sehingga dia terbiasa hidup dalam kesederhanaan. Jadi bagi nya ngak masalah kalau mereka harus berbagi,Mabel malah suka hidup sederhana .
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘