
Di depan papan pengumuman hari ini banyak siswa/siswi yang berkumpul saling dorang mendorong satu sama lain untuk melihat nama mereka ada di kelas mana. Ya, hari ini merupakan hari pertama Velika masuk sekolah setelah libur panjang dan sekarang Velika kelas XI. Karena datangnya kesiangan Velika ada paling belakang bersama Allen
Malas untuk menunggu, Velika mengajak Allen untuk menerobos ke depan tapi Allen menolak. Oleh karena itu Velika meninggalkan Allen dan menerobos sendiri, usaha Velika tidak sia-sia akhirnya dia ada di depan walaupun seragam dan rambutnya berantakkan. Dengan sangat teliti Velika mencari namanya tidak butuh waktu lama dia menemukan namanya dan nama Allen di satu kertas yang sama menandakan mereka berdua sekelas
Betapa bahagianya Velika sekelas dengan sahabatnya sampai membaca ulang karena saat SMP dan SMA kelas X Velika tidak pernah sekelas dengan Allen dan setelah 4 tahun tidak sekelas akhirnya mereka sekelas. Velika kembali ke belakang membawa perasaan senang pada Allen yang masih di belakang, setibanya di belakang seragam dan rambutnya yang tadi berantakan tambah berantakkan
"Vel, seragam sama ram,,," belum selesai bicara Velika memotong ucapan Allen
"Allen! Kita sekelas" Ucap Velika sedikit berteriak senang
"Benarkah? Syukurlah kalau begitu, tapi rapikan dulu seragam sama rambutmu" Ucap Allen merapikan rambut Velika
"Iya, makasih. Nanti aku rapikan seragamku di toilet. Ayo, kita ke kelas baru kita" Ajak Velika semangat
Di perjalanan menuju kelas Velika tidak berhenti tersenyum, membuat Allen mengelengkan kepala sembari ikut tersenyum melihat tingkah Velika
"Kita ada di kelas mana?" Tanya Allen
"Kelas XI MIPA II" Jawab Velika masih tersenyum
"Sepertinya kamu sangat senang sekelas denganku"
"Tentu saja, kita sudah tidak selama 4 tahun dan selama 4 tahun juga tugas serta nilai ulangan harian matematika ku banyak dibawah kkm"
"Jadi maksudmu kamu senang sekelas dengan ku karena untuk tempat menyontek" Velika menganggukkan kepalanya enteng
"Kamu memang benar-benar,,,"
"Pintar" Ucap Velika memotong ucapan Allen
Allen menghela nafas dengan kelakuan Velika yang suka sekali memotong ucapannya, walaupun begitu Allen senang memiliki sahabat seperti Velika yang memiliki sifat periang, penyayang, dan baik. Sesampainya di kelas Velika menuju pada kursi dekat dinding barisan nomor dua, dekat dinding merupakan tempat kesukaan Velika untuk menyenderkan punggungnya di sana
"Kita duduk di sini aja ya?"
"Aku terserah kamu aja"
"Yaudah kita duduk di sini" Ujar Velika menaruh tasnya
"Lantainya kotor sekali, padahal orangnya sudah lumayan banyak masa tidak ada yang mau menyapunya" Ucap Velika melihat lantai yang begitu kotor
"Len, aku mau menyapu dulu kamu mau bantuin?" Tanya Velika
__ADS_1
"Mau, tapi seragam mu belum rapi" Velika melihat seragamnya dan beralih melihat Allen
"Kenapa tidak ingatkan aku saat jalan ke kelas? Aku malas ke toilet"
"Rapikan begini saja lah" Lanjut Velika merapikan seragamnya
Velika menyapu lantai kelas dengan semangat, setiap sela-sela dinding dirinya sapu hingga bersih begitu juga dengan Allen walaupun dia pria tapi dia menyapunya bersih seperti Velika. Beberapa murid yang melihat mereka berdua ikut membantu, membuat pekerjaan menjadi lebih cepat selesai
"Akhirnya selesai juga" Ucap Velika menyeka keringat di plipisnya
"Terima kasih sudah membantu" Ucap Allen pada murid-murid yang membantu membersihkan kelas
"Tidak usah terima kasih, ini juga kan kelas kita. Aku juga saat kelas X sekelas sama Velika, tapi kurang akrab" Ucap seorang gadis bernama Wendy
"Benar, datang sama Allen terus langsung ke kantin bareng Allen, istirahat juga gitu, pulang bareng Allen juga. Pokoknya kalian nempel banget kayak lem tikus" Ucap Lauren tertawa
"Masa di samain sama lem tikus" Ucap Velika cemberut
"Kalian berdua sahabatkan? Kenapa kalian tidak pacaran saja?" Saran Wendy
Tidak makan atau minum tiba-tiba Velika tersedak sesuatu, Allen cepat-cepat mengambil botol minum yang selalu dia bawa dan di berikan kepada Velika
"Iya, cuma keselek angin" Lauren dan Wendy tertawa terbahak-bahak menurut mereka ucapan Velika tidak jelas
"Angin?" Bingung Allen
"Hahaha angin? Baru pertama kali aku dengar ada orang keselek angin" Ucap Lauren tidak berhenti tertawa
"Bu-bukan ma-mak-sud ku itu a-aku,,," Ucap Velika gugup dan tidak tau harus berbicara apa
"Ngelawak Vel? Masa baru aku nyaranin kalian untuk pacaran kamu langsung keselek, apa lagi itu gara-gara angin" Ujar Wendy tertawa
'Sial, kenapa aku mengatakan hal yang tidak masuk akal. Lalu kenapa aku jadi gugup?' batin Velika
"Apa kalian bisa berhenti tertawa? Seperti Velika malu" Ucap Allen membuat Velika tambah malu
Velika bergegas berjalan menuju kursinya di ikutin oleh Allen dari belakang, Velika meletakkan kepalanya di atas meja menghadap dinding, memikirkan ucapannya sendiri
Allen yang melihat Velika membelakanginya hanya berdiam diri di kursinya. Dia sangat mengenal Velika jika Velika sedang mengalihkan padangannya artinya dia tidak ingin di ganggu, tak lama guru pun datang membuat sebagian murid kecewa karena doa mereka tidak terkabul
"Selamat pagi" Sapa pak guru
__ADS_1
"Pagi pak" balas murid serempak
"Maaf bapak datangnya terlambat, seperti kalian sudah mendapatkan kursi masing-masing. Kalau begitu biar absen dulu"
Guru pun mulai mengabsen siswa/siswi yang di awali oleh Allen dan berakhir di Velika setelah selesai mengabsen guru melanjutkan pemilihan ketua kelas. Ada 6 siswa yang mencalonkan diri, setiap murid di suruh mengambil secarik kertas dan menuliskan nama salah satu yang ada di papan tulis. Tentu saja nama Allen berada di papan tulis juga karena Velika yang merekomendasikannya, awal Allen ingin menolak tapi karena Lauren dan Wendy serta beberapa teman sekelasnya yang dulu juga ikut memilihnya jadi Allen tidak bisa menolaknya
Setelah semua murid selesai mengumpulkan kertanya ke meja guru, guru pun mulai membuka kertanya satu per satu dengan hasilnya yang di akhir
Alvin \= 5 suara
Revan \= 14 suara
Zafra \= 5 suara
Allen \= 11 suara
Rendra \= 6 suara
Zurna \= 3 suara
Suara yang paling banyak dia yang menjadi ketua dan itu dimenangkan oleh Revan sedangkan Allen menjadi Wakil ketua. Tentu saja acara pemilihan masih di lanjutkan dengan pemilihan Sekretaris, bendahara, dan Seksi-seksi lain. Velika mendapatkan bagian menjadi seksi kebersihan itu pun karena tidak ada yang ingin mengajukan diri. Selesai dengan pemilihan pengurus kelas guru, membagikan selembar jadwal pelajaran yang artinya besok mereka mulai belajar
"Baiklah, sekarang bapak mau ke kantor. Pulang seperti jam biasanya, karena ini masih jam 10 dan tidak ada pelajaran atau kegiatan. Kalian gunakan untuk saling mengenal dan berkomunikasi agar saat pelajaran besok kalian lebih mudah" Ucap pak guru panjang lebar lalu pergi keluar kelas
"Lagi-lagi dapat seksi kebersihan" Keluh Velika
"Kalau tidak suka kenapa kamu angkat tangan?" Tanya Allen bingung
"Habisnya tidak ada yang mau tapi malah saling tunjuk menujuk makanya aku angkat tangan"
"Sebenernya aku suka-suka aja jadi seksi kebersihan tapi yang tidak aku suka kalau ada yang piket kelas tapi tidak bersih aku juga ikut di marahin tidak jelas. Kan menyebalkan sekali" Lanjut Velika
"Yaudah di sabar aja, dari pada mikirin itu kamu mau ke kantin? Aku traktir" Velika yang mendengar rezekinya langsung mengangukkan kepala cepat membuat Allen mengacak lembut rambut Velika gemas
.
.
.
Mohon untuk Vote dan Like 💜
__ADS_1