MENGGAPAIMU

MENGGAPAIMU
KELUARGA KECIL


__ADS_3

“Geli kak!” kata Aleeya ketika Faiz menggelitik perutnya.


Faiz terkekeh. “Itu karena kamu tadi ngejekin aku” jawab Faiz.


Aleeya masih dalam tawanya. “Habisnya kakak pede banget sih bilang paling tampan semuka bumi, bilang Syifa cuma mirip sama kakak lagi” kata Aleeya.


“Nih… nih… mana tadi yang paling tampan semuka bumi” lanjut Aleeya sambil membalas menggelitik perut Faiz.


“Udah Al, aku nyerah” jawab Faiz akhirnya, ia sudah tidak sanggup lagi jika Aleeya terus-menerus menggelitik perutnya.


Aleeya tersenyum puas. “Kakak memang tampan sih hehe” kata Aleeya sambil menatap Faiz.


“Wooo… tadi katanya gak tampan” ledek Faiz.


“Tapi bo’ong” jawab Aleeya sambil cengar-cengir.


“Apa?” jawab Faiz yang langsung memajukan wajahnya di depan Aleeya, ia ingin memberikan Aleeya pelajaran dengan GELITIKAN SUPER.


Namun sayang, keberuntungan berpihak kepada mereka. Hehe.


Faiz malah jatuh menimpa tubuh mungil Aleeya, menyisakan jarak yang sangat dekat bahkan deru nafas masing-masing dapat dirasakan oleh keduanya.


Faiz mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah Aleeya hingga tidak menyisakan jarak, Aleeya mulai menutup matanya perlahan. Senyuman mulai terukir di bibir keduanya.


Deg.


Deg.


“Oekkk… Oeekkkk”


Syifa menagis hingga menghentikan aktivitas orang tuanya, hal yang biasa dilakukan oleh bayi ketika mereka haus atau tidak nyaman.


“Yaah”


Hanya kalimat itu yang keluar dari bibir Faiz, Syifa nangis di waktu yang tidak tepat batinnya.


Eh? Namanya juga bayi, maklum dong pa!


Aleeya menatap wajah Faiz, pasti suaminya ini kecewa karena aktivitas mereka terhenti sejenak.


“Aku lihat Syifa dulu ya kak” kata Aleeya seraya turun dari tempat tidur menuju box bayi.


Faiz juga turun mengikuti Aleeya, ia ingin melihat peri kecilnya itu.


Setelah memberikan ASI Aleeya kemudian meletakkan kembali Syifa ke dalam box bayi, bayi mungil itu tengah terlelap dengan damai.


Faiz kemudian menatap wajah putri kecilnya yang tengah terlelap, peri kecil yang hadir dalam keluarga kecilnya.

__ADS_1


“Syifa cantik banget, kayak kamu sayang” kata Faiz sambil berdiri di pinggir box bayi.


Aleeya juga berada disitu, berdampingan dengan Faiz, ia tersenyum penuh haru.


“Gak terasa ya kak, kita udah jadi orang tua sekarang” jawab Aleeya, senyuman kebahagiaan jelas terukir di wajahnya.


“Iya sayang, terima kasih udah hadir di hidup aku. Memberikan aku kebahagiaan yang tiada henti-hentinya, menjadi aku seorang ayah bagi anak kamu” kata Faiz.


Aleeya sangat terharu. “Iya kak, kita harus bersyukur sama Allah. Allah lah yang telah memberikan kita kebahagiaan ini” jawab Aleeya.


Faiz tersenyum. “Iya sayang, aku janji akan selalu bahagiain kalian” kata Faiz. “Ratu dan putri di Kerajaan cintaku” lanjutnya.


Aleeya terkekeh mendengar kalimat Faiz yang terakhir. “Gombal deh” jawab Aleeya.


Faiz tersenyum. “Biarin, gombalin istri kan gak berdosa sayang” kata Faiz.


“Iya, iya. Aku suka kok di gombalin, tapi cuma sama kakak aja” jawab Aleeya sambil tersenyum.


Faiz membalas senyuman manis Aleeya, istrinya sekarang benar-benar cantik. Wanita yang paling sempurna di mata Faiz, jika diingat-ingat kembali awal mula mereka bertemu. Faiz sungguh sangat malu.


“Kakak ingat gak First Night kita? Kakak kayak benci banget gitu sama Al” kata Aleeya sambil mengingat-ngingat.


“Duuh, jangan ingat masa lalu sayang. Aku jadi malu” jawab Faiz.


Aleeya tertawa. “Iya kakak kayak marah gitu, trus pas Al dekat sama kak Devan. Kakak marah besar, kak Faiz cemburu” lanjut Aleeya sambil cekikikan.


“Iya, aku cemburu sayang. Aku cemburu kalau kamu dekat sama pria lain” jawab Faiz jujur.


“Kamu udah tahu kan? Kakak sebenarnya dari awal udah mulai suka sama kamu” sambung Faiz.


Sekarang giliran Aleeya yang tersipu malu, Kata-kata Faiz sangat manis. Mampu membuat Aleeya terbang melayang, Eh. Sadar Al!


“Tapi kamu juga suka kan sama kakak? kamu cinta kan?” tanya Faiz sambil merapikan anak rambut yang menutupi wajah Aleeya.


“Iya kak, aku suka sama kakak, aku juga udah cinta sama kakak sejak kakak ucapin ijab qobul” jawab Aleeya jujur, sepertinya malam ini akan menjadi malam kejujuran di antara mereka berdua.


“Al” panggil Faiz.


“Hmm… iya kak” jawab Aleeya sambil menatap wajah Faiz.


“Aku akan terus hidup sama kamu, sampai kita tua, sampai kamu jadi nenek dan aku jadi kakek. Sampai selamanya Al, walaupun kamu udah gak cantik lagi” kata Faiz dengan senyuman manisnya. “Tapi kamu tetap terus cantik di mata aku” lanjutnya.


Ooohh Tuhan, Kata-kata Faiz sangat menyentuh, sangat manis. Author mau melayang dibuatnya. Eh. Aleeya benar-benar senang, dirinya seperti akan terbang.


“Al” panggil Faiz.


“Eh, iya kak” jawab Aleeya, gara-gara kalimat Faiz tadi ia malah gak konsen mendengar perkataan suaminya.

__ADS_1


“Kamu kok melamun gitu sih, hayoo kamu lagi menghayal apa?” tanya Faiz menggoda.


“Hmm… enggak kok kak, aku cuma menghayati kata-kata kakak tadi” jawab Aleeya sambil tersenyum.


“Aku lanjutin nih” kata Faiz lagi.


Aleeya mengangguk.


“Aku gak sabar nunggu Syifa besar, nunggu adik-adiknya yang lain. Aku mau keluarga kita jadi rame, aku mau 7 sayang” kata Faiz semangat.


Hah? Mulut Aleeya terngaga, 7? Seven cute babies?


Sebenarnya Aleeya tidak masalah jika Faiz menginginkan tujuh anak, tapi ya lumayan repot juga pikirnya.


Faiz terkekeh. “Hehe aku bercanda sayang, berapa pun yang diberikan Allah aku tetap bersyukur” kata Faiz. “Yang penting kamu tetap ada disamping aku aja, udah buat aku bahagia” lanjutnya.


Aleeya tersenyum, rupanya suaminya sangat romantis.


“Kak, aku juga mau ngomong” kata Aleeya.


“Iya, kamu mau ngomong apa sayang?” tanya Faiz.


“Aku juga bersyukur banget udah dipertemukan sama kakak, udah Allah bukakan hati kakak untuk mau menerima aku. Aku bahagia banget kak” kata Aleeya.


“Kakak juga udah milih aku untuk jadi ibu bagi anak-anak kakak, aku wanita yang paling beruntung bisa dicintai oleh pria sebaik kakak” lanjut Aleeya.


Faiz tersenyum haru, istrinya juga sangat romantis . Walaupun umur mereka terpaut 3 tahun, tapi rumah tangga mereka tetap berjalan harmonis.


“Dari awal kakak ngucapin ijab qobul, ketika itulah aku telah menyerahkan hati ku sepenuhnya buat kak Faiz” kata Aleeya. “Aku ingin terus mendampingi kakak hingga maut memisahkan kita, aku ingin menjadi bidadari di dunia maupun di akhirat untuk kakak, suamiku” lanjutnya.


Air mata kebahagiaan membasahi pipi Aleeya ketika mengucapkan kata-kata itu untuk suaminya, entah bagaimana ia bisa menjadi sangat puitis dan pandai dalam mengolah kata.


“Terima kasih sayang” kata Faiz yang sudah tidak tahan lagi mendengar kalimat-kalimat indah yang keluar dari bibir istrinya itu.


“Terima kasih juga kak, I love you more than you know” jawab Aleeya.


Faiz kemudian menjawab perkataan Aleeya. “Me too, I love you too” balas Faiz kemudian memeluk Aleeya, mencium kening istrinya itu lama.


Aleeya juga membalas pelukan Faiz erat, tidak ingin berpisah maupun melepaskan pelukannya. Biarkanlah tetap seperti ini.


.


.


.


MENGGAPAIMU

__ADS_1


__ADS_2