MENGGAPAIMU

MENGGAPAIMU
Siswi Baru


__ADS_3

Velika dan Allen sedang berada di toko peralatan sekolah untuk membeli beberapa buku dan sampul karena saat itu Velika baru membeli buku sepak. Sehabis dari toko mereka langsung pulang setelaht melihat hari mulai gelap. Velika mampir ke rumah Allen untuk membantunya menyampul buku namun itu hanya alasan Velika saja, sebenarnya Velika tidak ingin pulang ke rumah karena Ayahnya bekerja lembur di kantor, kakak pergi ke luar negeri untuk masalah bisnis, sedangkan ibunya sedang di rawat di rumah sakit dan di rumah hanya menyisakan para pembantu


"Selamat malam tante Rumi" Sapa Velika ketika pintu rumah di buka oleh ibu Allen


"Malam, Velika ayo masuk" Ucap Rumi mempersilahkan Velika dan anaknya masuk


"Loh, Velika tumben sekali datang ke sini malam-malam. Selama masuk SMA kamu sudah tidak pernah ke sini kalau malam" Ucap Fari yaitu Ayah Allen yang sedang duduk di sofa sembari membaca Koran


"Oh itu, Saya datang ke sini mau minta tolong sama Allen buat bantuin nyampul buku, kalau berdua kan jadi cepat selesai" Ucap Velika tersenyum seperti biasanya


"Iya, Velika juga memintaku untuk mengajari matematika" Velika membulat mata berpikir jika dia seperti tidak pernah meminta Allen untuk mengajari matematika


"Eh? Kapan aku,,,"


"Kalau gitu kita nyampulnya di depan tv aja" Ucap Allen menarik tangan Velika


"memang aku ada bilang untuk mengajari matematika?" Tanya Velika bingung


"Tidak ada, tapi menurutku apa salahnya belajar. Kamu bukan anak SD lagi, jadi aku tidak akan mau kasih kamu contekkan untuk ulangan atau pun untuk tugas" Ucap Allen memulai menyampul buku


"Yah, Terserahlah" Ucap Velika kesal


Beberapa menit kemudian mereka berdua telah selesai menyampul buku, setelah itu Allen ke kamarnya untuk mengambil buku tetang pelajaran matematika. Allen mengajari Velika dengan sabar meski pun Velika berkali-kali lupa dengan rumus yang di ajarkan Allen


"Ah, susah sekali"


"Kamu pintar Fisika tapi kenapa matematika tidak? Bukankah Fisika menghitung juga?"


"Tapi Fisika rumusnya gampang dan mudah di pahami. Sedangkan Matematika soalnya cuma dua baris jawaban satu lembar"


"Kita lanjutkan besok saja, kamu langsung pulang atau di sini dulu?" Tanya Allen membereskan bukunya


"Ya langsung pulang lah, memang mau ngapain lagi?"


"Aku antar ya?"


"Tidak usah rumahku juga dekat" Tolak Velika, bangkit dari duduknya dan pergi keluar pintu


Sebenarnya Velika masih ingin tinggal di rumah Allen untuk beberapa saat lagi karena ini masih jam 8, tapi dia sadar jika dirinya bukan anak kecil lagi yang bisa main ke rumah Allen sampai larut malam bahkan tidur bersama. Jika di rumah Velika hanya merasakan kesedihan

__ADS_1


☆☆☆


Seorang gadis cantik berambut panjang sedikit bergelombang berjalan memasuki koridor sekolah, di sebelahnya ada seorang wanita paru baya dengan pakaian mewahnya. Seluruh mata murid yang berada di koridor tertuju pada gadis itu, parasnya yang cantik bagaikan bidadari membuat para siswa tidak bisa mengalihkan pandangan. Velika yang bergender sama dengan gadis itu juga sangat terpesona oleh wajahnya yang cantik. Mereka penasaran dengan gadis itu karena belum pernah melihatnya. Banyak yang menyimpulkan bahwa gadis itu siswi baru


"Dia cantik banget ya kan len?" Tanya Velika yang masih menatap gadis itu


Merasa tidak ada respon dari Allen, Velika membalikkan tubuhnya. Terlihat Allen yang sedang menatap gadis itu dengan wajah yang seperti terhepnotis, menimbulkan sesuatu di hati Velika yang tidak dirinya mengerti. Allen tersadar saat Velika melambaikan tangan di depan wajahnya


"Kamu suka sama dia?" Tanya Velika curiga


"Tidak, aku cuma merasa pernah melihatnya"


"Oh begitu, ya sudah kita ke kelas yuk" Ajak Velika berjalan lebih dulu


Sesampainya di kelas Velika mendengar banyak murid yang bergosip mengenai gadis tadi, awalnya Velika tidak tertarik dengan obrolan mereka namum tidak sengaja Velika mendengar jika nama gadis itu adalah Mysha dan dia merupakan siswi baru di sini membuat Velika bergabung dengan obrolan mereka


"Kalian lagi ngobrolin apa?" Tanya Velika pura-pura tidak tahu dan meninggalkan Allen


"Murid baru yang tadi, kalau tidak salah dia masuk ke kelas kita" Ucap Wendy


"Benarkah? tidak ku sangka di hari kedua kita sekolah setelah libur panjang kita kedatangan murid baru" Ucap Velika


"Ibunya kan dokter kecantikan, siapa tau mereka operasi plastik" Tuduh seorang siswi sembarangan


"Bilang aja kamu iri" Sindir Lauren


"Ngapain juga iri sama plastik" Ucapnya lalu pergi ke kursinya


"Si Shely sifatnya tidak berubah sama sekali. Kenapa  tahun ini aku sekelas lagi sama dia!" Ucap Lauren Emosi


"Udahlah orang kayak dia tidak usah di ladenin" Ucap Velika menenangkan Lauren


"Tenang saja kamu tidak sendiri, aku dan Velika juga sekelas lagi dengan dia" Ujar Wendy


"Benar sekali kata Wendy, baiklah aku ke kursi ku dulu ya. Kalian lanjutkan obrolannya" Pamit Velika lalu pergi


Beberapa saat setelah bel berbunyi guru pun datang, sembari membawa Mysha yang berada di belakangnya. Melihat ada bidadari di hadapannya para siswa bersorak dan melontarkan beberapa pertanyaan. Seperti Nomor Handphone, dari sekolah mana, punya pacar atau belum dan lain sebagainya meski guru sudah berteriak tapi tidak ada yang menhiraukannya, membuat para siswi kesal


"Berisik banget! Cuma gara-gara plastik semuanya jadi gaduh!"

__ADS_1


Ucap Shely pedas


Semua murid melihat ke arah Shely lantaran terkejut dan bingung, Mysha yang mendengar ucapan Shely hanya bisa menudukkan kepala karena merasa bersalah


"Shely! Di mana sopan santunmu?! Jangan bicara sembarang lagi!" Bentak pak guru


"Kalian juga sama! Tidak bisa menghargai orang lain" Marah Pak guru saat melihat sebagian besar muridnya menertawakan Shely


"Mysha, Bapak minta maaf kalau kamu merasa tidak nyaman. Sekarang kamu bisa mengenal dirimu"


"Baik pak"


"Halo semuanya, nama Saya Mysha Rosalia. Semoga kita bisa berteman baik" Ucap Mysha tersenyum


"Karena keributan yang tadi kalian buat, bapak akan mengacak tempat duduk kalian"


"Pak tapi dari tadi saya sama Allen tidak ribut itu artinya kita tetap duduk di sini kan?" Tanya Velika


"Semua di acak! Tidak boleh ada yang menolak!" Tegas pak guru


"Mysha kamu bisa duduk di kursi sana dulu" Mysha hanya menganggukkan kepalanya patuh


Semuanya hanya terdiam, memperhatikan guru yang sedang menggambar susunan kursi di papan tulis dengan bentuk kotak dan memberikan nomor pada setiap satu kotaknya. Setelah selesai pak guru mulai menuliskan angka pada kertas yang sudah di sobeknya menjadi beberapa bagian lalu setelah di beri angka kertas di lipat jadi dua


Karena sudah selesai pak guru menyuruh mereka mengambil kertasnya satu-satu, Velika kecewa saat melihat angkanya dan Allen berjarak sangat jauh


"Aku nomor 27 kamu nomor 6, kenapa jaraknya jauh banget" Ucap Velika tidak terima


"Mau gimana lagi? Yang penting kan kita sekelas"


Velika menghiraukan Allen dan pergi ke kursi nomor 27 yang ternyata dia duduk bersama Shely membuat suasana hati menjadi lebih buruk sedangkan Allen yang baru tiba di kursi nomor 6 terkejut, ternyata dia duduk bersama Mysha membuatnya sedikit canggung


.


.


.


Mohon untuk Vote dan Like

__ADS_1


__ADS_2