MENGGAPAIMU

MENGGAPAIMU
Jatuh


__ADS_3

Velika mendudukan diri di kursi panjang berwarna putih di taman rumahnya, kepala ia dongkakkan ke atas menatap langit senja yang hangat. Ingin sekali Velika mendengarkan ibunya bermain piano yang setiap tuts nya di tekan dengan lembut menghasilkan suara yang membuatnya tenggelam dalam permainan ibunya


"Lagi-lagi aku sedih, ternyata aku memang sangat lemah jika tentang mama" Ucap Velika memejamkan matanya


"Velika" Mendengar nama di panggil Velika langsung membuka matanya


"Kak Hersan, ada apa?" Tanya Velika


"Kakak ingin bicara sesuatu denganmu"


"Maaf kak, jika kakak ingin membicarakan tentang Musik aku tidak bisa" Ucap Velika berjalan melewati kakaknya


"Ternyata cita-cita mu lebih penting dari pada mama"


Langkah kaki Velika seketika berhenti, dirinya menoleh pada sang kakak yang ternyata sedang memandang tajam. Velika mengepalkan tangannya lalu menolehkan kepala kembali ke depan dan berlari memasuki rumah


'Kak Hersan bodoh, aku benci kakak'


***


Pagi hari pun tiba, sinar matahari masuk ke celah-celah jendela membuat Velika terbangun, seperti biasanya Velika akan mandi dan memakai seragam sekolah lengkap. Sebelum turun ke bawah, Velika melihat ke jendela memastikan kalau Allen sudah menjemputnya apa belum


"Eh, itu mobilnya Allen dan,,," Velika menyipitkan matanya agar terlihat jelas

__ADS_1


"Mobil Mysha. Kenapa Mysha datang juga?" Velika pun berlari menuruni tangga, karena kurang hati-hati Velika tidak melihat pembantunya yang sedang mengepel lantai, membuatnya tergelincir lalu menabrak ember dan terjatuh


"Aduh Nona kenapa lari-lari? Seragam Nona juga basah, pasti sakit ya Non? Ayo bibi bawa ke sofa" Ucap Bibi memapah Velika


"Kenapa pagi-pagi begini sudah kena musibah sih" Gerut Velika


"Kalau Nona tadi tidak lari-lari pasti kejadian ini tidak ada" Nasihat bibi mengelap wajah Velika yang terkena air pel


"Velika kamu kenapa?" Tanya Hersan khawatir yang hendak menuruni tangga


"Jadi begini Tuan, tadi Non Velika berlari-lari saat turun,,,"


"Ah iya bi, tolong bilangin Allen untuk pergi duluan saja. Kasian dia pasti sudah lama menungguku diluar" Ucap Velika memotong perkataan bibi


Setelah kepergian bibi Velika menatap tidak suka pada Hersan. Hersan yang hanya menghela nafas melihat tatapan dari Velika


"Baiklah jika kamu tidak ingin bercerita, kakak akan pergi"


"hmm"


Melihat ke pergi Hersan, Velika hendak pergi ke kamar namun pergelangan kakinya terasa sakit membuat Velika terduduk di sofa lagi


"Aww sakit, bibi kenapa lama banget sih" Kesal Velika sambil memijat pelan pergelangan kakinya

__ADS_1


"Velika apa kamu baik-baik saja?" Tanya Allen tiba-tiba yang baru saja datang bersama Mysha dan bibi


"Kenapa kalian berdua tidak berangkat sekolah? Kalian bisa telat"


"Bagaimana bisa aku meninggalkanmu? Aku dengar dari bibi kamu jatuh dari tangga jadi aku khawatir" Velika tersenyum lalu mengacak rambut Allen


"Velika aku bukan bocah lagi" Kesal Allen merapikan rambutnya


"Iya, iya maaf. Aku tau kamu khawatir, tapi karenamu nanti Mysha bisa telat"


"A-aku tidak apa-apa kok" Ujar Mysha tidak enak


"Kau baru sekolah beberapa hari saja dan langsung telat apa itu tidak apa-apa?" Tanya Velika menaikkan sebelah alisnya


"I-itu Ak-aku,,,maaf" Ucap Mysha menundukkan kepalanya


Allen merasa sangat bersalah kepada Mysha, seharusnya dia berpikir sebelum mengambil tindakan. Allen melirik ke arah Velika yang tersenyum sambil mengangukkan kepalanya lalu Allen pun menarik tangan Mysha untuk keluar dari rumah Velika


"Hei kalian berdua jangan lupa izinkan aku!!" Teriak Velika yang melihat kedua telah hilang di balik pintu


********************************


Please Vote and Like💜

__ADS_1


__ADS_2