MENGGAPAIMU

MENGGAPAIMU
Kesedihan


__ADS_3

Di mobil dalam perjalanan pulang, Velika terus saja berbicara tidak ada hentinya lantaran dia sangat kesal dengan Wali Kelas nya. Bagaimana tidak kesal? Sudah dapat kursi di tempat kesukaannya dan duduk di sebelah Allen tapi malah di acak apa lagi jaraknya dengan Allen jauh lalu dapat kursi di barisan kedua dari belakang dan yang lebih parahnya di sebelahnya adalah Shely


"Pak Ricko gimana sih? Masa cuma ribut gitu saja tempat duduknya di acak"


"Kamu juga kenapa diam aja? Atau kamu senang karena duduk bersama Mysha?"


"Bukan, tapi walaupun marah-marah tempat duduk kita tidak bisa di rubah lagikan?"


Apa yang di katakan Allen memang ada benarnya, meski pun dirinya mengeluarkan semua emosinya itu dia tidak dapat mengubahnya kembali duduk bersama Allen. Entah kenapa Velika sangat kecewa jika dirinya tidak duduk di sebelah Allen, padahal jika di luar kelas mereka selalu bersama


'Mungkin aku kecewa karena selama 4 tahun aku tidak sekelas dengannya dan saat sekelas kita tidak duduk bersama. Tapi kenapa rasanya itu bukan alasan utama? Lalu apa alasan utamanya?" Batin Velika


"Allen" Panggil Velika


"Ya?"


"Aku berhenti di sini saja"


"Kenapa? Kalau kamu mau mampir ke toko atau kemana, aku siap antar" Ucap Allen


"Tidak usah, aku ingin menjenguk mama di rumah sakit"


"Aku bisa mengantarmu" Tawar Allen


"Terima kasih, tapi aku hanya ingin pergi sendiri" Ucap Velika dengan raut wajah sedih


Allen menghentikan mobilnya, dia sangat ingin mengantar Velika dan melihat kondisi ibunya Velika tapi Allen ingat bagaimana mana hubungan ibu dan anak di antara mereka yang tidak baik


☆☆☆


Velika menelusuri koridor rumah sakit, mencari ruang ICU di mana tempat ibunya yang sedang di rawat. Sebelum masuk Velika menarik nafas dalam-dalam jantungnya berdebar dan tangan gemetar ketika ingin membuka pintunya


"Mama" Panggil Velika mendekat

__ADS_1


Lufia yang mendengar suara putrinya dia langsung dengan cepat membuka matanya


"Mau apa kamu ke sini?" Tanya Lufia dingin


"Aku hanya ingin melihat kondisi mama, ini aku membawakan makan. Pasti mama bosan dengan masak rumah sakit kan?" Ucap Velika mengeluarkan kotak nasi dan hendak memberikan ibunya


"Sudah berapa kali aku katakan jangan pernah datang ke sini lagi!" Bentak Lufia berusaha bangun dari tidurnya lalu menghempaskan makanan yang di bawa Velika


"Ingat! Kamu bukan putriku! Aku mengadopsimu karena aku kehilangan putri kandungan yang aku impikan untuk melanjutkan karirku dalam bidang musik karena itu aku merawatmu penuh kasih sayang dan perhatian serta selalu memainkan alat musik sebagai pengantar tidurmu agar kamu tertarik dengan musik. Tapi kamu lebih tertarik dengan dunia kedokteran, itu membuat aku sangat kecewa padamu! Kenapa kamu lebih memilih menjadi dokter? Kenapa Velika?" Ucap Lufia panjang lebar


Velika hanya bisa menangis, dia ingin mengatakan alasannya tapi bibir terasa berat untuk mengatakan sesuatu sedangkan Lufia yang melihat putrinya mau menangis ingin sekali memeluk namun dikalahkan oleh egonya yang lebih besar


"Sekarang kamu bisa pergi! Jika tidak aku akan memanggil pengawas" Usir Lufia


Tanpa berkata-kata Velika keluar dari ruang rawat ibunya, Velika menyeka air matanya dan berjalan menundukkan kepalanya. Namun tidak sengaja Velika menabrak seseorang


"Maaf ak,,, tunggu, kamu Mysha kan?" Tanya Velika setelah mendongkakkan kepalanya


"Iya, kamu kalau tidak salah temannya Allen ya? Senang bertemu denganmu" Ucap Mysha mengajak Velika berjabat tangan


"Sedang apa kamu di sini? Apa kamu sakit?" Tanya Mysha khawatir


"Aku baik-baik saja, aku ke sini hanya menjenguk ibuku. Kalau kamu sedang apa?" Tanya balik Velika


"Aku menemani ibuku untuk menemui dokter karena ada urusan"


"Oh begitu, apakah kamu mau ke kafe dekat rumah sakit ini?" Tawar Velika


"Tentu saja, tapi kamu duluan saja nanti aku menyusul karena handphone mamaku tadi tertinggal di mobil. Sampai jumpa"


Velika hanya tersenyum dan membalas lambai tangan Mysha lalu pergi keluar rumah sakit. Suasana kafe tidak terlalu ramai maupun sepi membuat Velika merasa nyaman. Karena Velika tidak tau apa minuman kesukaan Mysha jadi dia memesan Milkshake White Coffee yang sama dengan dirinya, cukup lama menunggu akhirnya pesanan Velika datang. Tapi Velika bingung kenapa Mysha belum datang juga, setelah Velika menunggu Mysha beberapa menit lagi, Mysha pun datang


"Velika maaf membuatmu menunggu lama" Ucap Mysha tidak enak

__ADS_1


"Tidak masalah, kenapa kamu lama?"


"Aku tadi kembali ke rumah sebentar untuk mengambil dokumen penting" Jawab Mysha


"Oh, karena aku tidak tau apa minuman ke sukaanmu jadi aku pesankan Milkshake. Jika kamu tidak menyukainya kamu bisa memesannya"


"Tidak, aku menyukai" Ucap Velika meminum Milkshake nya


"Syukurlah, emm,,,, kalau boleh tau apa rasa kesukaanmu?" Tanya Velika mencari topik pembicaraan


"Apple Cooler karena itu bermanfaat untuk menghaluskan kulit"


"Wah Apple Cooler? Itu juga kesukaan Allen. Apa mungkin kulit Allen lebih mulus dari ku karena meminum Apple Cooler?" Mysha tertawa kecil menurut mengobrol dengan Velika sangat mengasyikkan karena itu dia ingin sekali lebih dekat dengan Velika


☆☆☆


Sepulang dari kafe Velika merebahkan diri di kasur, perkataan ibunya terus terbayang-bayang di kepalanya. Setetes demi tetes air mata Velika terjatuh, bukan hanya sekali atau dua kali saja ibunya berkata kasar tapi setiap kali Velika menjenguk ibunya atau bila Velika mengajak ibunya bicara saat di rumah ibunya akan mengeluarkan kata-kata menyakitkan


Hubungan Velika dan ibunya telah hancur ketika Velika menolak untuk pergi ke Australia saat dirinya lulus SMP karena menurut Ibunya Australia adalah negara yang tepat untuk mengajarkan Velika bermain piano dengan sangat baik. Dulu juga ibunya di kirim kesana oleh nenek


Lufia bisa saja mengajarkan putrinya bermain piano dan alat musik lainnya tapi Velika terus menolak, jadinya Lufia ingin mengirim Velika ke Australia dan lagi-lagi Velika menolak dan melawan permintaan Lufia sehingga membuat kondisi otak Lufia semakin buruk lalu hubungan Velika dengan kakaknya yang dulu sangat akur sekarang seperti orang tidak kenal begitu juga dengan ayahnya


Bukannya apa, tapi jika Velika ke Australia dia akan sangat jauh dengan keluarga dan juga Allen. Lalu saat ibunya yang mengajarinya pasti penyakit kanker otaknya kumat karena terlalu fokus mengajari Velika hingga 2 jam dan Velika tidak tega melihat ibunya yang kesakitan


"Apakah musik sebegitu pentingnya bagi mama dari pada kesehatan mama sendiri?" Gumam Velika yang mengingat bagaimana mana ibunya terlalu memaksa diri untuk mengajarinya piano


"Dan apakah sebegitu pentingnya musik bagi mu sehingga membenciku dan tidak menganggap ku putrimu lagi karena aku ingin meraih cita-cita ku sendiri"


.


.


.

__ADS_1


Mohon untuk Vote dan Like


__ADS_2