
"Oh, tapi dokter. Jika nanti kontrak kita berjalan, apa hanya akan mengobati sindromku?"
"Kau mau perawatan apa lagi?" tanya Albert.
"Apakah fisikku bisa berubah?" tanya Kyara.
Albert tersenyum tipis, sembari memandang ke jalanan yang kian gulita.
"Apa aku salah ngomong ya? Mungkin saja permintaanku terlalu berat," pikir Kyara ketika melihat ekspresi wajah pria di sebelahnya.
"Bukanny aku mau mematahkan semangatmu. Tapi dengan kondisimu yang seperti ini operasi hanya akan menimbulkan komplikasi yang lebih parah," ucap Albert.
"Tidak sedikit orang yang melakukan operasi plastik, hasilnya justru semakin memburuk," jelas pria itu.
"Oh, gitu ya. Tak masalah, aku hanya mencoba untuk bertanya. Seandainya sindromku sembuh saja, aku udah senang banget," kata Kyara.
Lagi-lagi Albert tertawa kecil, "Apa hal menarik yang bisa kau berikan padaku? Mungkin saja aku bisa mencobanya," kata Albert memberikan penawaran.
"Hal seperti apa yang bisa menarik perhatian, seorang dokter tampan dan kaya raya sepertimu? Aku tidak punya apa-apa," kata Kyara.
"Kamu memilikinya. Hal paling menarik yang pernah aku lihat," kata dokter sambil tersenyum misterius.
__ADS_1
Kyara memandang pria di sebelahnya dengan rasa takut dan juga penasaran, "Semakin lama, aku tidak bisa memahami pria ini, Dia terlalu misterius," ucapnya dalam hati.
"Kita sudah hampir sampai. Bersiap-siaplah," ucap sang dokter. Kendaraan beroda empat itu, memasuki sebuah gerbang yang tinggi dan tertutup rapat.
"Turunlah," kata Albert lagi.
Ternyata seperti ini laboratoriumnya. Kupikir akan sangat menyeramkan seperti di film-film," kata Kyara takjub.
Puluhan orang mengenakan jas labor, sibuk di balik Dinding Kaca Yang berbeda-beda. Mereka semua bekerja dengan sangat tekun. Membuat Kyara iri melihatnya.
"Emangnya kamu pikir lab kami akan seperti apa? Merah bersimbah darah?" kata Albert Sambil tertawa.
"Sebenarnya laboratorium ini tidak ilegal. Kami bekerjasama dengan beberapa Universitas ternama di luar negeri," jawab Albert.
"Tetapi kami menyembunyikannya dari pemerintah. Agar mereka tidak bisa campur tangan menggunakan politik. Hanya beberapa lembaga pendidikan yang mengetahuinya," jelas Albert lagi.
"Jadi, apa keputusanmu? Terima kontrak, atau dibatalkan?"
...🌺🌺🌺...
"Pak Nof, teman-teman... Aku pamit, ya."
__ADS_1
"Loh, kok Dek Kalisa berhenti kerja? Apa kami terlalu keras denganmu?" tanya Pak Nof.
"Nggak, kok. Semua teman-teman terutama Pak Nof, sangat baik denganku. Tapi sepertinya aku nggak cocok kerja di sini," jawab Kyara.
"Enggak cocok kenapa? Apa kamu sudah menemukan pekerjaan baru di luar sana?" tanya teman-teman.
"Enggak kok, aku mungkin bakal balik mamulung lagi seperti dulu. Keberadaan ku di sini, hanya membuat takut para perawat dan pasien," jawab Kyara.
Pak Nof sedih mendengarnya. Kalisa yang ia kenal adalah gadis yang sangat rajin dan santun.
"Baiklah. Jaga dirimu di tempat yang baru. Jika nanti ada perlu apa-apa, kamu masih boleh ke sini untuk menghubungi kami," ujar pria baik hati tersebut.
"Maaf teman-teman aku terpaksa berbohong," ucap wanita buruk rupa di dalam hati.
"Jadi besok, Keluarlah dari pekerjaanmu. Lalu
pergilah ke tempat yang aku tunjukkan di alamat ini. Jangan sampai ada seseorang yang tahu, karena identitasmu lagi dalam bahaya," perintah Albert setelah mereka menandatangani kontrak.
"Apa jaminannya anda tidak berbohong, dokter? Aku tidak mau ditipu lagi," kata Kyara.
(Bersambung)
__ADS_1