
Apakah aku sudah meninggal? Tapi kenapa semua terasa gelap. Ah badanku terasa sangat kaku. Sayup-sayup aku mendengar suara beberapa benda di sekitarku. Apakah ini surga? Tapi kenapa aku tidak bisa melihat apapun.
Pelan-pelan aku membuka mataku. Silau. Ya itu yang pertama kali aku rasakan. Lampu putih bersinar terang menyilaukan mataku. Aku mengerjapkan mataku berkali-kali, mencoba membiasakan mataku dengan pantula cahaya itu. Aku berada dimana sekarang? Apakah aku selamat?
“Aldo, Aldo kamu udah sadar sayang?” suara wanita.
Aku melihat ke sampingku, aku melihat wajah Mamaku yang begitu cemas melihat kondisiku.
“ma..” Aldo (lirih)
“sayang, kamu mau apa? Mama panggil dokter dulu ya, buat periksa kondisi kamu.” Mama
Mama pun pergi dari ruanganku dan memanggil dokter. Aku melihat ke seluruh badanku. Aku bingung seharusnya aku akan mendapat banyak luka karena kecelakaanku termasuk fatal tapi kenapa semua badanku terlihat baik-baik saja.
“anak saya sudah sadar dok.” Mama
“baik, saya periksa dulu ya kondisinya. Suster tolong kamu cek tekanan darah pasien.” Dokter
“baik dok.” Suster
Ada apa denganku? Dokter memeriksa kondisiku. Mulai dari mataku dan detak jantungku. Dia pun tersenyum.
“kondisinya sudah membaik. Anak ibu juga sudah sadar dari komanya dan melewati masa kritis. Tinggal masa pemulihan saja.” Dokter
__ADS_1
“ah ya Tuhan terimakasih. Terimakasih banyak dok.” Mama
“sama-sama Bu. Kalau begitu saya permisi dulu.” Dokter
“iya dok, terimakasih.”Mama
Aku sudah mulai terbiasa dengan kondisiku. Badanku sudah jauh lebih baik. Mama membantuku untuk bangun dari tidurku dan bersandar di bahu ranjang. Aku semakin bingung kenapa sepertinya tidak ada luka serius di badanku. Karena tenggorokanku yang kering, aku meminta Mama untuk mengambilkan minum.
“mama seneng kamu udah sadar sayang. Mama khawatir lihat kamu koma.” Mama
“ma, Chelsea mana? Dia baik-baik aja kan?” Aldo
“chelsea? Siapa Chelsea?” Mama
“chelsea Ma, anak Aldo. Anak Aldo sama Rachel, dia baik-baik saja kan?” Aldo
“hah? Kamu menghamili siapa Aldo?! kenapa kamu baru bilang sekarang kalau kamu menghamili anak orang!” Mama
Aku kaget melihat raut wajah Mamaku yang penuh dengan kemarahan. Kenapa aku dituduh menghamili anak orang. Aku kan sudah menikah dan wajar kalau aku menghamili anak orang. Mama yang marah langsung keluar dari ruanganku meninggalkanku yang masih penuh dengan pertanyaan di otakku.
Tak berapa lama, Mama masuk lagi dan kini bersama dengan Papaku. Dan raut wajah mereka tampak sama. Marah.
“sekarang jelaskan sama Papa, siapa perempuan yang kamu hamili, sampai kamu punya anak?!” Papa
__ADS_1
“aldo udah menikah Pa, kan ga masalah kalau aku menghamili anak orang.” Aldo
“menikah? Kamu juga udah menikah diam-diam?” Mama
Aku semakin dibuat kebingungan dengan reaksi kedua orang tuaku. sebenarnya aku sedang di kerjain atau gimana. Kenapa mereka semua bertindak seolah-olah tidak pernah terjadi?
“pa, ma, aldo masuk rumah sakit karena kecelakaan kah?” Aldo
“ga do, kamu tiba-tiba pingsan di rumah. Terus kami bawa kamu ke rumah sakit, terus kamu koma selama 2 minggu.” Mama
Aku terkejut lagi mendengar jawaban Mamaku. Ini benar-benar ada yang tidak beres. Aku ingat betul terakhir aku mengendarai mobilku dan aku menabrak pohon sangat keras. Kenapa aku ke rumah sakit karena aku pingsan?
“ma, boleh tahu ini tahun berapa?” Aldo
Mama menyebutkan tahun yang membuat mataku membulat. Aku kembali ke 5 tahun lalu. Saat aku belum bertemu dengan Rachel. Ini benar-benar tidak masuk akal. Apa aku cuma mimpi? Aku mencoba mencubit tanganku, dan terasa sakit. Ini bukan mimpi, aku benar-benar kembali ke masa 5 tahun lalu.
“sekarang kamu jelasin sama Papa? Wanita siapa yang kamu hamili?” Papa
“ah.. bukan Pa, ternyata Aldo cuma mimpi.” Aldo
“ya Tuhan aldo, Mama khawatir banget lho. Mama kira kamu beneran hamilin anak orang. Syukurlah kalau kamu cuma mimpi. Kamu koma cukup lama nak. Jangan tidur lagi ya, kamu harus sehat. Oke?” Mama
“iya Ma.” Aldo
__ADS_1
Apa memang benar aku cuma mimpi? Kenapa mimpiku senyata itu ketika aku koma? Benar-benar terasa sangat nyata.