Mengulang Bersamamu

Mengulang Bersamamu
Amanda


__ADS_3

Aldo POV


hari minggu pagi aku sudah berada di salah satu tempat gym di dekat perumahanku. seperti biasa aku selalu menyempatkan olahraga. aku tidak mau lemak-lemak kurang ajar menghiasi badanku. biar otot-otot ku saja yang mendominasi badanku.


hal pertama yang aku lakukan adalah berlari kecil di treadmill. dua hari lalu menghadapi tingkah Rachel membuat badanku terasa lelah. marah tanpa sebab, dan dia mendiamkan aku. setiap kali ditanya selalu dijawab "ga apa". ga tahu kenapa jawaban cewek ketika marah jawabannya selalu sama. ga ada kosa kata lain gitu kek.


"kamu emang ga berubah ya Do, suka banget olahraga dari jaman sekolah."


aku kaget mendengar ada suara cewek yang menyebut namaku. saat aku menolehkan kepalaku, ternyata Amanda ada disampingku.


"lho kamu disini Man?" Aldo


"hahaha. pertanyaan kamu lucu Do. iya jelas aku disini. aku member baru disini." Amanda


"hahaha." Aldo


selesai berolahraga, Amanda mengajakku nongkrong disebuah cafe yang ada di sebelah tempat gym.


penampilan Amanda sudah sangat berubah. terlihat lebih anggun dan dewasa. rambutnya yang hitam, sekarang nampak kecokelatan. wajahnya pun memakai make up walaupun tipis, tidak seperti dulu yang benar-benar polos.


"kamu apa kabar Do?" Amanda


"baik. kamu sendiri?" Aldo


"aku sangat baik. kangen banget udah lama ga ketemu kamu. berapa lama ya kita ga ketemu?" Amanda


"sejak kamu memutuskan kuliah di luar negeri." Aldo


"owh iya, bertepatan sama tanggal kita putus ya. hehehe." Amanda


"iya." Aldo

__ADS_1


sekedar informasi, aku dan Amanda berpacaran hampir 3 tahun, dari awal masuk SMA sampai kami lulus sekolah. penyebab kami putus karena Amanda ingin melanjutkan study di luar negeri, dan karena dia tidak bisa LDR akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami. masih sayang? iya dulu aku masih sayang sama dia. bahkan butuh waktu 2 tahun untuk aku bisa move on dari Amanda.


sampai akhrinya aku bertemu Rachel dan jatuh cinta dengannya. itu saja aku butuh waktu 2 bulan untuk meyakinkan perasaanku kalau aku mencintai Rachel. .


"kamu masih sendiri Do?" Amanda (sambil meneguk secangkir teh hangat)


"iya seperti yang kamu lihat. i'm single and very happy." Aldo


"hahah. sama dong, aku juga. belum ada gebetan nih?" Amanda


"belum, aku masih menikmati kesendirianku. nanti lah kalau aku sudah bekerja dan mapan, baru aku cari pendamping." Aldo


"kenapa harus nunggu mapan? kamu kan pewaris utama usaha Papa kamu. ga perlu lama-lama kamu pasti udah mapan Do." Amanda


"iya, tapi aku ingin memulai dari nol. dari hasil usahaku sendiri." Aldo


"kamu belum berubah ya, prinsip mu tetap kuat." Amanda


aku hanya tersenyum mendengar ucapan Amanda. karena kalau aku mengeluarkan suara, pasti pertengkaran tidak akan terhindarkan. kenapa lagi aku harus bertemu dengannya?


"aku ingin kita baikan Do." Amanda


"maksud kamu?" Aldo


"aku masih sayang sama kamu. di Sydney aku sempat berhubungan dengan beberapa cowok, tapi ga ada yang seperti kamu." Amanda


"..." Aldo


"kok diem Do? apakah kamu udah ga ada perasaan sama aku lagi? bukannya kamu masih sendiri, kita masih sama-sama sendiri Do." Amanda


"aku belum bisa." Aldo

__ADS_1


"berarti akan bisa kan Do?" Amanda


"entahlah, aku belum mau menjalin hubungan dengan cewek Man. aku masih pengen sendiri dulu." Aldo


"ehm begitu? tapi aku boleh berteman lagi denganmu kan Do?" Amanda


"iya, ga masalah." Aldo


"makasih." Amanda (tersenyum tipis)


kami lanjut mengobrol hal-hal lain. membicarakan masa sekolah kami. beberapa teman SMA kami yang sudah pada menikah. mungkin sekarang sedang musim menikah muda.


selesai mengobrol kami pun berpisah. aku pulang ke rumahku. saat perjalanan ponselku terus berdering. karena sedang mengendarai mobil, aku membiarkan ponselku. tapi panggilan telepon terus masuk. akhirnya aku meminggirkan mobilku dan melirik siapa yang menelepon.


' rachel? '


"halo, napa Chel?"


terdengar suara isakan dari balik telepon. "kak aldo dimana?"


"aku lagi di mobil, perjalanan pulang, kenapa? kamu nangis?"


"Papa masuk rumah sakit kak, papa sakit. hiksss.." Rachel


"hah? kamu sekarang dimana? di rumah sakit mana?" Aldo


"rumah sakit X . kakak bisa ke sini? aku takut.." Rachel


"oke aku ke sana sekarang. tunggu ya." Aldo


setelah menerima telepon dari Rachel. aku langsung memutar balik mobilku dan pergi ke rumah sakit tempat Papa Rachel dirawat. seingatku Papa baik-baik saja. tidak pernah dirawat di rumah sakit. Papa sakit apa?

__ADS_1


__ADS_2