Mengulang Bersamamu

Mengulang Bersamamu
Perkenalan Lagi


__ADS_3

sore pukul 16.30 aku berangkat ke rumah Rachel. aku memakai motor kali ini. karena ingin mengingat masa-masa dulu aku datang ke rumahnya dengan naik motor.


sepanjang perjalanan aku terus senyum-senyum sendiri. untung kaca helm ku gelap, jadi orang tidak akan bisa melihat raut wajahku. kalau ga aku bisa disangka gila karena senyum tanpa sebab. hahaha.


perjalanan menempuh hampir 30 menit, akhirnya aku sampai disebuah rumah. rumah Rachel cukup besar, dia termasuk anak dari keluarga mampu.


aku turun dari motorku dan memencet bel yang ada di dekat pintu. jantungku berdebar-debar saat ini. sudah tidak sabar ingin bertemu dengan pujaan hatiku.


dua kali memencet bel akhirnya keluar seorang wanita paruh baya. dia pelayan rumah Rachel. dia membukakan pintu dan sedikit bingung melihatku.


"cari siapa Mas?" maid


"saya udah buat janji Bi, sama yang punya rumah. saya guru les." Aldo


"ow iya. mari silakan masuk Mas." maid


aku menaiki motorku lagi dan langsung masuk ke dalam rumah Rachel setelah dibukakan pintu. sudah lama sekali aku tidak ke sini. belum lama sih, beberapa minggu sebelum kecelakaan aku sempat ke sini untuk menitipkan putriku. tapi sekarang aku datang lagi dengan kondisi yang berbeda.


pelayan rumah yang bernama Bi Atun itu mempersilakan aku masuk dan menunggu di ruang tamu. aku pun duduk di sofa ruang tamu, sambil mataku melihat ke sekeliling rumah itu. ada beberapa foto yang di tempel di dinding. foto keluarga mereka, dan foto Rachel sendiri, juga Renata kakak perempuannya. keluarga yang harmonis pikirku.


"sory nunggu lama ya?" Rachel


"ga kok, aku barusan datang." Aldo


"gue Rachel." Rachel (mengulurkan tangan)


"aku Aldo, kamu yang mau aku ajar?" Aldo


"he em. bisa kan? semua mata pelajaran SMA kelas X?" Rachel


"bisa kok. kamu kesusahan belajar?" Aldo

__ADS_1


"betul, tugasnya numpuk banget dan kepala gue udah mau pecah. jadi gue minta ijin bokap buat cari guru les. tadi sih beberapa ada yang menawarkan diri, cuma gue kurang yakin." Rachel


"kalau sama aku udah yakin?" Aldo


"emm dikit. secara gue kan belum kenal lu. tapi kita coba aja dulu. percobaan satu bulan, kalau cocok gue bakal lanjut terus sampai kelas 12." Rachel


"oke." Aldo


"emm. soal pembayaran lu ada tawaran berapa? dan untuk pertemuan berapa jam sekali datang?" Rachel


Bi Atun datang dan memberikan minuman.


"silakan di minum Mas." bi Atun


"ow iya Bi, makasih." Aldo


"sekali pertemuan aku bisa 2 jam. dan untuk pembayaran terserah kamu aja mau kasih berapa." Aldo


"nah kok terserah gue, kalau gue minta gratis gimana? hahaha." Rachel


"weits, canda aja lu. ya nanti gue omongin ke bokap gue dulu ya. yang pasti gue ga mau gratis dong, lu kan kerja masak ga dapet pendapatan. simbiosis parasitisme dong, untung di gue, rugi di elu." Rachel


' ga kok Chel, aku ga rugi sama sekali, lihat kamu dan bisa ngobrol sama kamu, udah keuntungan paling besar yang aku dapet '


setelah menentukan jadwal Les. Rachel memintaku untuk membantunya mengerjakan tugas. tadinya tidak hari ini aku mulai mengajarnya tapi karena dia ada kesusahan mengerjakan tugas, akhirnya aku di minta untuk langsung membantunya. dan yang pertama ini aku berikan free karena untuk percobaan.


aku berjalan masuk ke dalam rumahnya, dia memintaku untuk masuk ke ruang kerja Papanya. sedangkan Rachel masuk ke kamarnya mengambil buku pelajarannya. rumahnya nampak sepi, kemana Mama?


sambil menunggu Rachel datang, aku membuka ponselku, mengecek kalau ada telepon atau pesan masuk.


089-89xxxx : halo Do, msi ingt aq?

__ADS_1


' nomor siapa nih? '


karena Rachel sudah datang, aku tidak sempat membalas pesan asing yang masuk ke ponselku. aku langsung memasukkan ponselku ke dalam saku celana.


Rachel meletakkan beberapa buku ke atas meja. dia membuka satu buku catatan dan langsung menyerahkannya padaku.


"lu bisa jelasin ini ke gue? gue pusing kalau belajar fisika. entah kenapa otak gue ga bisa nyantol." Rachel


aku tersenyum kecil mendengar ucapannya. jelas saja dia lemah sekali dalam logika. dia saja memilih masuk IPS saat kelas 11, padahal sudah aku ajarin dulu.


aku mulai membaca beberapa catatannya. setelah mengingat-ingat lagi pelajaran fisika ku dulu. aku mulai menjelaskan secara detail semua yang dia tidak mengerti. dan dia mencoba mencerna semua penjelasan ku dengan raut wajahnya yang nampak berpikir keras. rasanya aku ingin tertawa lepas melihat ekspresinya saat ini. benar-benar menggemaskan. dia nampak frustasi mencerna semua penjelasan ku. rasanya aku ingin mencubit pipinya. oh Tuhan kenapa aku benar-benar cinta mati sama dia?


"gimana? ada lagi yang mau di tanyain?" Aldo


"udah kok. gue baru paham sekarang. sepertinya gue cocok sama ngajar lu. gampang di mengerti dan bahasanya enak. boleh deh, lu lolos ujian. mulai besok dateng lagi ya, seminggu ke depan PR gue banyak banget. belum ada ulangan juga." Rachel


"siap." Aldo (tersenyum girang)


"eh btw, lu umur berapa? gue pake bahasa informal gini, ternyata lu lebih tua dari gue kan ga sopan." Rachel


"hahaha. ga apa santai aja, aku masih 21 kok." Aldo


"apa?! 21 itu masih? aduh aku ga sopan lho pake gue elu. aku kira kamu masih kuliah awal. maaf ya kak." Rachel


"hahaha. santai aja. udah biasa kok kalau orang pada ngira aku masih sekolah. hehehe." Aldo


"duh sory banget ya. kayaknya kesan pertama ku kurang sopan deh. kamu masih mau ngajar kan?" Rachel (wajah memelas)


"mau dong. kan udah aku bilang, aku ga masalah." Aldo


"oke deh. makasih ya. hihihi." Rachel (tersenyum lima jari)

__ADS_1


selesai belajar, akhirnya aku berpamitan untuk pulang. sebenarnya aku belum ingin pulang. aku masih ingin berlamaan sama dia. tapi karena posisiku sekarang adalah guru les, jadi mau tidak mau aku harus pulang kalau jam mengajar ku sudah selesai.


aku mengendarai motorku dengan bahagia. mood ku hari ini benar-benar bahagia. aku ingin merayakannya. terlintas satu nama di benakku. sudah lama aku tidak berjumpa dengan temanku itu setelah aku menikah. aku melajukan motorku menuju lokasi temanku berada.


__ADS_2