
keesokan harinya, seperti biasa Rachel berangkat ke sekolahnya. tapi kali ini dia berangkat bersama Michael. semalam setelah pulang dari makan bersama, Michael menawarinya untuk menjemput agar bisa berangkat bareng ke sekolah. tidak ada penolakan dari Rachel, dia merasa nyaman jadi dia mengiyakan tawaran Michael.
sesampainya di sekolah mereka berpisah, karena beda kelas. Rachel masuk ke dalam kelasnya. Asher dan Yongky sudah ada di dalam kelas, mereka sedang asyik ngobrol.
Rachel meletakkan tasnya di atas meja, dan langsung duduk di bangku yang bersebelahan dengan Asher.
"tumben jam segini udah dateng Chel, biasa lu kan sukanya molor." Asher terheran karena melihat sahabatnya itu yang sudah memunculkan batang hidungnya, padahal jam masih menunjukkan pukul 6.30 pagi.
"gue bareng sama Michael, jadinya ga bisa telat. dia jemput on time banget." jawab Rachel, tangannya bergerak-gerak mencari ponselnya di dalam tas, tapi tidak ada.
"yah ponsel gue ketinggalan di rumah." ucapnya lagi. karena hari ini buru-buru, Rachel melupakan ponselnya.
"emang lu di jemput jam berapa?" tanya Yongky.
"setengah 6, diajak makan bubur dulu." Rachel mengusap matanya yang berair, dia sungguh masih mengantuk.
"pantes wajah lu masih muka bantal. bangun jam berapa lu Chel?" tanya Asher.
"jam 5 kalau ga salah. gila gue ngantuk banget sumpah." sedaritadi Rachel hanya menguap, dan akhirnya dia menyerah dengan matanya. "gue tidur dulu ya, kalau kelas udah mulai gue bangunin." ucapnya sambil meletakkan kepalanya di atas meja, kemudian menutupnya dengan jaket yang dia bawa.
"hahaha. mang dasar ga bisa bangun pagi dia. dan lagi kok mau aja diajak Michael, jangan2 kalian udah jadian ya?" tanya Asher, tapi tidak ada jawaban. Rachel sudah masuk ke alam mimpinya dalam hitungan detik.
asher dan yongky hanya saling menatap, kemudian geleng-geleng kepala.
di luar kelas mereka ada keributan sedang terjadi. Asher dan Yongky yang mendengar suara berisik dari luar kelas, langsung berlari dan melihat kondisi di luar.
rupanya ada dua orang siswa laki-laki yang sedang bertengkar. entah mereka bertengkar karena apa. tapi untung guru segera datang dan langsung melerai.
"itu Bimo kan? kapten basket sekolah kita." ucap Asher ketika melihat wajah pria yang telinganya sedang di jewer oleh guru mereka.
"lu kenal dia Sher?"
__ADS_1
"yah siapa yang ga kenal yong, dia kan terkenal banget. kakak kelas yang paling top. lu kemana aja selama ini? banyak cewek yang tergila-gila sama dia." jelas Asher. Yongky hanya diam, buat apa coba dia cari tahu soal cowok. terkadang teman-temannya lupa kalau yongky itu cowok tulen. yongky lebih suka mencari informasi kakak kelas cewek yang populer.
***
(di kantin sekolah)
jam istirahat, Rachel dan keempat temannya berkumpul di kantin sekolah.
"sher, gue pesenin bakso ya, sama es teh manis." ucap Rachel. Asher mengangguk dan langsung menggandeng lengan Adel, pergi memesankan makan siang mereka.
rachel menopang kepalanya, dia hanya bisa diam dan bosen. karena kedua teman di depannya sibuk bermain ponsel sedangkan ponselnya tertinggal di rumah.
di tempat duduk lain seorang cowok sedang menatap Rachel.
"lu tahu cewek yang duduk di sana?" tanyanya pada teman depannya. cowok itu memutar kepalanya ke belakang dan melihat Rachel yang melamun dengan tatapan bosan.
"ow dia, gebetannya si Michael." jawab Timmy.
"iya, tadi pagi gue lihat dia berangkat bareng tuh cewek. kenapa? cakep ya?" tanya Timmy. cowok yang bernama Bimo itu mengangguk.
Bimo beranjak dari tempat duduknya dan langsung menghampiri Rachel, sedangkan Timmy hanya menatap kepergian Bimo.
' mau apa lagi dia? dasar playboy cap buaya ' batin Timmy.
Bimo adalah kapten basket di sekolah Rachel. dia cowok populer di sekolahnya. tubuhnya tinggi, badan berotot, kulit sawo matang, dan wajah dengan rahang yang tajam, membuat Bimo tampak ganteng untuk ukuran orang Asia.
apalagi kalau dia sedang bermain basket, semua mata cewek tidak lepas memandangnya. banyak siswa cewek di sekolah yang nge fans berat dengan Bimo. tapi Bimo punya kelemahan, dia suka ganti-ganti cewek, entah sudah berapa kali. dan dia juga orangnya ambisius, bila sudah terobsesi dengan satu wanita, dia akan mengejar sampai mendapatkannya, tapi kalau sudah bosan dia akan melepasnya begitu saja tanpa memikirkan perasaan si cewek.
bimo menghampiri Rachel dan langsung duduk di bangku kosong depan Rachel. sebenarya tidak kosong, bangku itu akan di tempati Asher nanti, tapi karena Asher belum datang jadi Bimo menempatinya.
"hey." sapa Bimo. rachel, Lala dan Yongky langsung menatap bingung cowok di hadapan mereka.
__ADS_1
"boleh kenalan?" Bimo mengulurkan tangannya pada Rachel. kali ini Lala dan Yongky langsung menatap Rachel.
"Rachel." ucapnya sambil menjabat tangan Bimo.
"gue Bimo, kelas XI. sendirian aja?" tanya Bimo, sebenarnya dia cuma basa basi, karena Bimo melihat Rachel tidak sendirian.
"ga, tuh sama temen-temen gue." jawab Rachel sambil menunjuk kedua temannya. Bimo tersenyum manis.
"boleh minta nomor hp lu? buat nambah temen aja." tanya Bimo.
lala dan Yongky langsung melirik Rachel. mereka memikirkan hal yang sama.
' temen gue satu ini, laris amat. '
"sory gue lupa nomor hp gue, ponselnya ketinggalan." jawab Rachel. dia tidak bohong kalau ponselnya tertinggal tapi dia bohong kalau dia tidak hapal nomor hpnya.
Bimo hanya tersenyum miring, dia tahu kalau Rachel berbohong.
' well kalau dia ga mau kasih nomor hpnya, gue akan cari tahu sendiri. ' batin Bimo.
Asher yang baru datang langsung kaget melihat Bimo yang ada di meja mereka. Bimo melirik sekilas Asher, kemudian dia mengambil minuman yang dibawa Asher, meminumnya kemudian mengembalikan lagi minuman itu.
"thank you." bisiknya di telinga Asher, kemudian pergi meninggalkan tempat itu. Asher hanya bisa mematung melihat tindakan Bimo tadi.
"ih, sok cakep banget sih." ucap Rachel kesal.
"lu bohong kan tadi Chel kalau ga hapal nomor hp lu?" tanya Yongky.
"iyalah, dateng-dateng langsung minta nomor, gue juga ga kenal dia."
"dia minta nomor hp lu Chel?" tanya Asher yang sudah duduk di depan Rachel.
__ADS_1
"he em. ga jelas banget kan." jawab Rachel. Asher hanya diam sambil menatap Rachel yang sudah menikmati semangkok bakso di hadapannya. entah apa yang ada di dalam pikiran Asher.