Mengulang Bersamamu

Mengulang Bersamamu
Ice Cream - 1


__ADS_3

sudah 1 minggu aku menjadi guru les Rachel. sore ini seperti biasa aku datang lagi ke rumah Rachel, karena hari ini jadwal pertemuan kami.


aku langsung masuk ke dalam rumah setelah memarkirkan sepeda motorku. kali ini aku langsung masuk begitu saja, karena keluarga dan pembantu Rachel sudah mengenalku.


aku berjalan masuk ke dalam rumah dan berpapasan dengan Pak Tanaka, ayah kandung Rachel.


"ngajar lagi Do?" Tanaka


"iya om, Rachel bilang besok dia ada ujian jadi saya di minta datang lebih awal." Aldo


"pantes dari pulang sekolah tuh anak uring-uringan, ternyata mau ujian. hahaha. oke, langsung masuk aja Do." Tanaka


"iya Om, permisi." Aldo


aku melangkah masuk ke ruang tempat biasa kami pertemuan. ternyata Rachel sudah ada di dalam. dia langsung tersenyum ketika melihatku masuk. aku pun membalas dengan senyuman yang tak kalah ramah. .


aku meletakkan tasku dan mengeluarkan beberapa lembar kertas kosong.


"besok apa ujian kamu?" Aldo


"matematika Kak. ini pak Hussin udah kasih beberapa soal kisi-kisi yang mungkin bakal di keluarin besok waktu ulangan." Rachel (memberikan buku catatannya)


aku membaca buku catatan yang Rachel sodorkan. tulisan Rachel sangat rapi, jadi aku tidak pusing untuk membacanya.


"oke, kamu pelajari ini, sambil aku buatin kamu soal." Aldo


"he em." Rachel


Rachel mulai mempelajari catatan yang diberi oleh gurunya, sedangkan aku membuatkan dia beberapa soal. setelah menjadi guru les aku mulai mempelajari lagi pelajaran jaman SMA dulu. jadi kegiatanku di rumah tidak hanya membuat skripsi tapi juga belajar pelajaran anak sekolah. demi apa coba aku lakuin itu semua? hahaha.


tanpa aku sadari, beberapa kali mata Rachel melirikku. tapi ketika aku membalas tatapannya, dengan cepat dia memalingkannya dan kembali fokus ke buku bacaannya. tidak berpikir apapun, aku kembali menulis soal ujian.

__ADS_1


"udah belajarnya?" Aldo


"he em." Rachel


"nih kerjain soalnya. 30 menit ya. dikerjain sungguh-sungguh, jangan asal." Aldo


"siap." Rachel


Rachel langsung mengerjakan soal yang aku beri. raut wajahnya sangat serius. walaupun dia lemah di logika tapi dia sangat pintar dalam bidang matematika.


"kak." Rachel


tiba-tiba Rachel berhenti mengerjakan tugasnya dan menatapku penuh arti.


"ada apa? udah selesai?" Aldo


"belum." Rachel (menggelengkan kepala)


"terus kenapa berhenti? ayo dikerjain. tinggal 15 menit lagi lho." Aldo


ucapannya yang begitu tiba-tiba itu langsung tanpa sadar membuatku tersedak air liurku sendiri.


uhukk uhukk


"kak kenapa? minum dulu kak." Rachel


aku mengambil botol minum yang aku bawa dari rumah, dan langsung meneguknya dengan cepat sampai hampir tandas. aku mengatur nafas, menenangkan pernafasanku akibat tersedak.


"terus apa jawabanmu?" Aldo


"aku bilang ga." Rachel

__ADS_1


"kenapa? bukannya kalian udah akrab ya, kamu juga sering berangkat pulang sama dia kalau sekolah." Aldo


"udah ada cowok lain yang aku suka." Rachel


"siapa? temen sekolah kamu?" Aldo


Rachel menggelengkan kepalanya dan diam. dia tidak menjawab pertanyaan ku yang ada kembali mengerjakan soal yang aku beri.


terus maksud dia apa, kok gantung gini? dia mau buat aku penasaran? atau mau bakar api cemburuku lagi?


selama seminggu ini aku memang cukup dekat dengan Rachel. kami sering ngobrol dan chattingan di luar jam bimbingan. jujur aku masih belum bisa kalau harus menjauhi Rachel, aku melakukannya pelan-pelan dan bersikap biasa. walaupun kondisi sekarang kami bukan siapa-siapa, tapi ingatanku ini tidak bisa berbohong. aku masih saja merindukan masa dimana aku bisa memeluknya dengan erat.


"kak, habis belajar, mau nemeni pergi ga?" Rachel


"kemana? besok kamu ujian kok mau pergi." Aldo


"ya kan ini udah belajar. ehm cari ice cream, lagi pengen gelatto." Rachel


"owh. udah kangen makan gelatto lagi ya kamu?" Aldo


"kak Aldo tahu darimana aku suka gelatto?" Rachel


gawat, aku ga mikir dulu. kenapa bisa ngomong gini.


aku shock banget bisa salah nyeplos, aku lupa kalau sekarang kondisi udah beda. aku tahu Rachel suka banget gelatto, ketika kami pacaran dia selalu mengajakku ke gelatto buat beli ice cream. hampir tiap hari.


"ah.. bukan maksudku kamu suka ice cream ya?" Aldo


"ow. iya suka banget. apalagi gelatto, tekstur ice creamnya aku suka, daripada merk sebelah. hehehe." Rachel


"oke nanti aku temani kamu." Aldo

__ADS_1


"yeayy!! makasih kak. hihihi." Rachel


melihat senyum manisnya membuat hatiku terasa hangat. aku memutuskan untuk mengulur waktu. aku tidak akan buru-buru mendekatinya. sampai sudah tepat waktunya, baru aku melancarkan aksiku. yang pasti aku akan ambil hatinya dulu, biar tidak diambil cowok lain. caranya gimana? nanti akan aku pikirkan lagi.


__ADS_2