
Sudah 3 hari aku menjalani perawatan di rumah sakit. Aku sudah di pindahkan ke kamar rawat biasa. Dan kondisiku juga semakin membaik. Sakit di kepalaku juga sudah tidak terasa lagi. Sampai sekarang dokter masih mencari tahu penyebab pingsanku, di awal mereka mengira aku terkena meningitis tapi setelah hasil lab keluar tidak ada tanda-tanda meningitis yang aku alami. Tapi aku tidak mau memikirkannya, yang penting sekarang kondisiku sudah lebih baik.
Sore itu setelah makan siang. Aku memainkan ponselku. Aku melihat beberapa postingan di media sosialku. Memang benar-benar tidak ada Rachel di dalamnya. Semua postinganku masih postingan lama. Gambar wallpaper ponselku bukan gambar pernikahanku dengan Rachel. Apa memang itu hanya mimpi? Tidak ada wanita yang bernama Rachel.
tiba-tiba aku teringat pada sebuah nomor telepon. Akhirnya iseng aku menekan tombol itu dan menelepon si pemilik nomor. Rupanya nomor itu aktif, tersambung.
“halo.” suara wanita di balik telepon
Aku kaget, kali ini aku benar-benar kaget. Aku sangat tahu betul ini suara siapa.
“halo, siapa ya?”
Apa benar ini suara Rachel? Terus selama ini yang aku alamin itu apa? Ini benar-benar aneh. Aku langsung mengakhiri panggilan itu. Semua yang terjadi benar-benar tidak masuk akal. Aku langsung teringat pada nenek yang aku temui terakhir kali di pemakaman. Dia berkata
“takdir bisa berubah”
__ADS_1
Apa maksudnya dia mengatakan semua itu? Ahh ini benar-benar tidak masuk akal. Keluar dari rumah sakit aku harus mencari tahu semua ini.
**
“ma, boleh aku pergi?” aldo
“kamu mau kemana? Baru aja pulang dari rumah sakit kok udah mau pergi lagi. Kondisi kamu belum pulih betul sayang.” Mama
“sebentar aja Ma. Please.” Aldo
“siap. Makasih Mama. Cup..” Aldo
“dasar anak nakal.” Mama (geleng-geleng kepala)
Siang itu setelah pulang dari rumah sakit. Aku kembali pergi. Aku memasuki mobilku dan langsung mencari tahu semua hal yang membuatku sangat penasaran beberapa hari ini. Tempat pertama yang aku kunjungi adalah rumah pribadiku dengan Rachel. Ketika aku sampai di sebuah perumahan mewah. Aku tidak melihat rumah itu sama sekali, hanya ada tanah kosong, dan plat tulisan dijual. Ini sangat membuatku yakin, karena ketika aku membeli rumah itu, kondisinya memang masih tanah kosong, dan aku membangunnya dari nol.
__ADS_1
Aku kembali melajukan mobilku, dan kali ini aku pergi ke tempat kedua. Untuk memastikan sekali lagi. Apakah yang terjadi selama ini.
30 menit perjalanan akhirnya aku sampai sudah di sebuah tempat pemakaman. Aku langsung memarkirkan mobilku. Dan langsung masuk ke area pemakaman itu. Berkali-kali aku edarkan pandangan mataku, tapi aku sama sekali tidak melihat ada makam Rachel disana. Ada apa ini sebenarnya? tidak berlama-lama disana aku langsung kembali ke tempat parkir. Dan lagi-lagi belum sampai ke tempat parkir aku bertemu dengan nenek itu. Nenek yang beberapa hari lalu aku temui sebelum aku kecelakaan.
Dia tersenyum menatapku dengan tatapan penuh makna. Kemudian berjalan mendekatiku.
“siapa nenek sebenarnya?” Aldo
Nenek itu tersenyum lagi. “takdir bisa berubah, jangan salah mengambil keputusan lagi”
“maksud nenek?” Aldo
Nenek itu tidak menjawab pertanyaanku. Dia langsung pergi begitu saja meninggalkanku yang masih menatapnya dengan penuh tanda tanya.
Aku tak ambil pusing dengan ucapan nenek itu. Aku langsung mengemudikan mobilku lagi. Dan kali ini aku akan ke tempat tujuan terakhirku. Aku melihat tanggal di layar ponselku. Aku tersenyum. Dengan cepat aku melajukan mobilku menuju ke tempat terakhirku.
__ADS_1