
Author POV
Rachel sudah kembali masuk ke sekolah setelah satu hari dia sempat ijin karena sakit. sekarang suasana sekolahnya tampak berbeda. sejak kejadian Bimo yang menembaknya secara tiba-tiba itu. banyak para siswa terutama cewek yang memperhatikan dia dengan tatapan tajam. seolah-olah Rachel adalah musuh besar mereka.
Rachel tidak ambil pusing dengan sikap orang-orang itu, toh dia tidak kenal mereka dan tidak pernah mencari masalah dengan mereka. dengan santai Rachel tetap berjalan dan masuk ke dalam kelasnya.
Adel, Lala dan Yongky sudah ada di dalam kelas. seperti biasa, mereka selalu datang lebih awal daripada Rachel yang ratunya molor itu.
"udah sehat Chel?" tanya Yongky.
Rachel mengangguk, dia meletakkan tasnya di atas meja. kemudian menaikkan tubuhnya dan duduk di atas meja.
"asher gimana?" tanya Rachel. setelah kejadian beberapa waktu lalu, hubungannya dengan Asher sedikit merenggang. sampai sekarang pun Rachel belum kontak-kontakan lagi dengan Asher.
"kemarin dia cari elu. katanya besok sabtu dia mau ngajak pergi." jawab Adel.
"kemana? bukannya dia marah sama gue, kok tiba-tiba ngajak gue pergi." tanya Rachel.
Adel mengidikan bahunya, "ga tahu Chel, kita juga di ajak kok. ga cuma elu aja. katanya ada temen dia yang ngadain acara ulang tahun gitu, terus Asher di suru dateng, ngajak temen yang banyak gitu, terus dia ngajak kita."
"owh. temen siapa? perasaan temen Asher kan cuma kita doang." tanya Rachel sedikit curiga.
"ga tahu Chel, nanti gitu anaknya dateng, lu tanya langsung sama dia aja. kemarin gue tanya, dia cuma diem aja terus pergi." jawab Adel.
beberapa saat kemudian Asher menampakkan batang hidungnya. dia berjalan mendekati Rachel dan menyapa Rachel seperti biasa seperti tidak terjadi apapun. Lala, Adel dan Yongky hanya menatap bingung kelakuan teman mereka itu. perasaan kapan hari Asher marah banget sama Rachel kenapa sekarang jadi baik lagi.
Rachel turun dari meja dan langsung duduk menyebelahi Asher.
__ADS_1
"sher, lu masih marah sama gue?" tanya Rachel
"ga kok Chel, gue udah ga marah sama elu. maaf ya soal kemarin. gue kebawa emosi. hehehe."
"ehm. ga apa kok, gue cuma kaget aja kok tiba-tiba elu bisa marah gitu sama gue. tapi jujur Sher gue ga ada hubungan apapun sama Bimo, punya nomornya aja gue juga ga kok." Rachel berusaha untuk menjelaskan lagi kejadian yang sebenarnya.
"iya gue tahu kok." jawab Asher sambil tersenyum.
"oke, berarti kita baikan ya?" Rachel mengulurkan tangannya, Asher menjabat tangan Rachel. mereka pun berpelukan.
ketiga teman mereka yang melihat hubungan Rachel dan Asher membaik merasa lega. karena Rachel dan Asher termasuk yang paling berpengaruh di persahabatan mereka. kalau kedua gadis itu bertengkar, maka akan mempengaruhi kenyamanan gank mereka. dan setelah sekian lama, baru ini Rachel dan Asher bertengkar dengan perkara yang sama, karena cowok.
***
(di kantin sekolah)
"adel katanya ga nyusul Chel. dia bakal lama diajak ngobrol sama Pak Anton." ucap Yongky membacakan pesan Adel dari ponselnya.
"tuh anak emang otaknya jenius. sampai di pilih jadi peserta olimpiade fisika. kalau gue jadi Adel, udah encer otak gue."
"hahaha. kita mah apa ya chel kalau dibandingin Adel. kita cuma butiran debu."
Rachel tertawa keras mendengar candaan Yongky yang garing banget. "garing lu Yong. ga usah bercanda deh, candaan lu garing banget."
Yongky mendengus kesal mendengar ledekan Rachel. dia pun kembali fokus bermain dengan ponselnya.
"awww.."
__ADS_1
"eh sorry ya gue ga sengaja." ucap seorang siswa cewek yang tidak sengaja menumpahkan minuman yang dia bawa tepat di seragam Rachel.
Rachel langsung berdiri dari bangkunya dan berusaha membersihkan rok abu-abunya yang basah karena terkena tumpahan es teh manis.
bukannya minta maaf yang ada cewek itu malah mentertawakan Rachel. orang-orang di sekitar Rachel pun juga ikut mentertawakan Rachel.
"heh! maksud lu apa numpahin minuman ke seragam gue?" bentak Rachel pada cewek yang bernama Lita itu, dia adalah ketua fans club Bimo.
"kan gue udah bilang gue ga sengaja."
"ga sengaja? kalau ga sengaja kenapa lu ketawa?! maksud lu apa? gue ga pernah ada masalah sama lu ya!" ucap Rachel, dia benar-benar sangat marah.
"siapapun yang bermasalah dengan Bimo, bermasalah dengan gue!" ucap Lita menantang dengan kepalanya mendongak ke atas, karena tinggi tubuhnya lebih pendek dari Rachel.
"whats?! di bayar berapa lu sama Bimo? dia aja juga mungkin ga ngurusin lu. kalau dia ngurusin lu, kenapa dia malah nembak gue? kenapa ga lu aja?" Rachel semakin memberikan bensin pada Lita yang sudah tersulut api.
"dasar cewek jal*ng!" umpat Lita, nyaris dia ingin menampar Rachel, tapi Rachel langsung mencengkeram tangan Lita. dan menampisnya dengan keras.
"bilang sama idola lu itu. kalau dia dendam sama gue, sini hadepin gue langsung, ga usah pake nyuru anak buahnya. dan lagi asal lu tahu ya, gue ga pernah kenal sama Bimo, gue juga ga pernah kontak sama dia. jadi jangan asal hakimin orang kalau ga tahu faktanya!" ucap Rachel, kemarahannya sudah berada di ubun-ubun. Lita mendengus kesal, dia langsung pergi meninggalkan Rachel.
' aisshh.. rok gue jadi basah kan. '
Rachel memutuskan kembali ke kelasnya. dia sudah tidak mood buat melanjutkan makan siangnya. tanpa dia sadari Bimo sedang menatapnya tajam. dia mendengarkan semua perkataan yang di ucapkan oleh Rachel, karena sedaritadi Bimo ada di kantin.
"well, jadi lu minta gue buat balas dendam sendiri? oke gue akan lakuin itu." ucap Bimo dengan senyuman menyeringai.
__ADS_1