Mengulang Bersamamu

Mengulang Bersamamu
Rumah Sakit


__ADS_3

Rachel POV


minggu pagi aku dikejutkan ketika melihat tiba-tiba Papaku pingsan di kamarnya. mama yang melihat Papaku sudah tergelatak di samping tempat tidur langsung berteriak membangunkanku yang masih tidur.


aku berlari menuju kamar orang tuaku dan melihat Mamaku sedang menangis sambil memeluk Papa.


dengan cepat aku berlari turun memanggil bi Atun dan Pak Ujang. meminta tolong mereka untuk membawa Papa ke rumah sakit. aku juga menghubungi Renata memberi kabar kalau Papa sakit.


kami semua sangat panik. terutama Mama yang masih terus menangis. sesampainya di rumah sakit, Papa langsung dibawa ke ruang tindakan. dokter dan perawat langsung masuk ke dalam sebuah ruangan yang kami tidak di perbolehkan untuk masuk.


aku dan Mama duduk di ruang tunggu. aku mencoba menenangkan Mama yang masih menangis. beberapa menit kemudian Renata datang menyusul ke rumah sakit bersama kakak iparku.


"Papa kenapa Dek?" Renata


"ga tahu Ta. tiba-tiba Papa pingsan, terus langsung kita bawa ke sini." Rachel


"terus sekarang Papa dimana?" Renata


"papa di dalam, masih di periksa dokter Ta." Rachel


Renata langsung menghampiri Mama dan memeluknya. Renata memang paling dekat dengan Mama. dia termasuk anak kesayangan Mama daripada aku. karena Renata kalem dan cewek banget. ga seperti aku yang sedikit tomboy.


kakak Iparku, Kevin, hanya berdiri memperhatikan kami. raut wajahnya tampak sedih dan khawatir. kadang aku iri dengan kakakku, dia bisa mendapatkan suami yang sangat mencintainya. istilahnya cinta mati banget sama Renata. sedangkan aku, selalu ganti-ganti pacar karena belum dapet yang cocok.


setelah 15 menit menunggu. dokter keluar dari ruang tindakan. kami semua langsung berdiri dan menghampiri dokter itu.


"adakah keluarga pasien?" Dokter


"saya istrinya dok, gimana kondisi suami saya?" Mama


"suami ibu mengalami serangan jantung. beruntung cepat dibawa ke sini, terlambat sedikit mungkin nyawanya tidak tertolong. setelah kondisi pasien sedikit membaik, kamu harus segera melakukan operasi pemasangan ring jantung, karena ada sumbatan di pembuluh darah jantung pasien." Dokter


"apa? suami saya terkena serangan jantung dok?" Mama


"iya bu. apakah beberapa hari ini suami ibu sering mengeluh sesak nafas, nyeri dada atau jantung berdebar-debar?" Dokter


"seinget saya, suami saya sehat dok. dia tidak pernah mengeluh apapun." Mama


"mungkin suami ibu tidak merasa kalau itu sakit yang membahayakan. memang serangan jantung itu tidak mengenal waktu dan usia. kapan saja bisa datang. kami akan memindahkan suami ibu ke ruang rawat. ibu bisa mendampingi setelah pasien di bawa ke ruang rawat. bisa dibantu dengan mengurus administrasinya." dokter


"baik dok, terimakasih" Mama


"ma, biar Tata sama Kevin aja yang urus adminnya, Mama sama adek nemenin Papa aja." Renata


"iya sayang." Mama


aku sangat kaget mendengar ucapan dokter. setahuku dan seingatku papa sangat sehat. tidak pernah ada keluhan apapun. papa juga rutin memeriksakan kesehatannya, tapi kenapa tiba-tiba bisa begini.


pikiranku kalut banget hari ini. aku takut papa meninggal. aku sangat sayang sama Papa. beliau yang selalu dan paling mendukungku melakukan apa yang aku suka. kalau Papa meninggal, siapa lagi nanti yang akan mendukungku.


setelah menemani Mama masuk ke ruang rawat, aku memutuskan untuk keluar. aku tidak kuat melihat Papa ku yang terbaring lemah dengan selang oksigen yang melingkar diwajahnya dan beberapa alat medis yang menempel di tubuh Papa.


papa yang terlihat sehat dan kuat, kini terbaring lemah di brankar rumah sakit. aku ingin menangis saat ini. aku ingin memeluk seseorang, tapi siapa? aku sendiri ga punya pacar.


aku mengambil ponselku, entah kenapa di pikiranku terlintas nama orang itu. tapi aku kan masih marah sama dia. sudah 2 hari ini aku mendiamkan dia.

__ADS_1


aku putuskan untuk menghubungi nomor itu.


"halo, napa Chel?"


dia mengangkat teleponku. aku harus mengatur nafas tapi kenapa aku ingin menangis mendengar suaranya.


"kak aldo dimana?" Rachel


"aku lagi di mobil, perjalanan pulang, kenapa? kamu nangis?" Aldo


"Papa masuk rumah sakit kak, papa sakit. hiksss.." Rachel


"hah? kamu sekarang dimana? di rumah sakit mana?" Aldo


"rumah sakit X . kakak bisa ke sini? aku takut.." Rachel


"oke aku ke sana sekarang. tunggu ya." Aldo


setelah panggilan berakhir, aku duduk di ruang tunggu. aku memejamkan mataku sambil menunggu Aldo datang.


"chel."


aku membuka mataku saat ada suara memanggilku. begitu aku melihat sosok yang aku tunggu. aku langsung berlari dan memeluknya. ya itu reaksi pertama yang aku lakukan entah aku sadar atau ga. saat ini hanya orang itu yang bisa menghiburku. berada di dekatnya entah kenapa membuatku sangat nyaman. walaupun kami belum lama kenal.


"gimana kondisi Papa?" Aldo


"ga tahu." Rachel


"udah ga usah takut ya. papa kamu bakal baik-baik aja kok." Aldo


aku semakin mengeratkan pelukanku pada Aldo. rasanya sangat nyaman, aku merasa seperti ada seseorang yang bisa aku jadikan tempat untuk bergantung. aldo pun membalas pelukanku, dia mengusap lembut rambutku. aku sangat merasa nyaman.


aku menguraikan pelukanku. kami saling menatap, Aldo tersenyum melihatku dan dia mengusap air mata yang masih terjatuh di pipiku.


"udah jangan nangis lagi. kamu harus kuat, jangan sedih. nanti Papa kamu ikut sedih lho. kamu sayang kan sama Papa?" Aldo


"iya aku sayang Papa." Rachel


"makanya jangan nangis, senyum gih." Aldo


aku tersenyum mengikuti permintaannya, walaupun sedikit berat.


"nah gitu dong, kan cantik kalau senyum gitu." Aldo


mendengar ucapannya aku jadi tersipu malu. dia mengucapkannya dengan sangat lembut. membuatku jantungku jadi berdetak kencang. semoga dia tidak mendengar detak-an jantungku yang cukup keras.


aldo mengajakku jalan-jalan ke sekitar rumah sakit untuk mencari udara segar dan biar aku tidak terlalu larut dalam kesedihan.


"duduk situ yuk." Aldo (menunjuk sebuah bangku yang ada di tengah taman rumah sakit)


kami duduk di sebuah bangku di tengah taman. rasanya sangat hangat. melihat bunga-bunga dan pohon rindang, angin sepoi-sepoi membuatku ga merasa kalau aku sedang di rumah sakit.


"gimana? udah enakan?" Aldo


aku mengangguk dengan semangat. aldo membalas dengan senyumannya. apakah dia perawatan? kenapa semakin hari wajahnya terlihat tampan?

__ADS_1


"napa? kok lihatin aku sampai gitu?" Aldo


"ah.. ga apa kak. hehehe. makasih ya Kak Aldo mau nyempetin ke sini. btw, emang tadi kakak mau kemana? kok di mobil?" Rachel


"aku mau pulang ke rumah, habis dari tempat gym." Aldo


"owh. pantes badan kak Aldo bagus, ternyata suka olahraga ya." Rachel


"iya, kalau ga olahraga ga enak semua badannya." Aldo


kami pun mengobrol santai. sambil melihat orang yang lalu lalang. dan menikmati pemandangan taman rumah sakit yang cukup asri.


"kak, boleh aku tanya sesuatu?" Rachel


"apa?" Aldo


"cewek kemarin yang ketemu di mall itu siapa?" Rachel


entah ada angin apa, aku jadi penasaran dengan perempuan yang bertemu dengan kami di mall. aku ingin tahu apakah ada hubungan spesial antara Aldo dan dia.


"kamu yakin mau tahu? ga akan marah ni?" Aldo


"iya, siapa?" Rachel


"dia mantanku." Aldo


' oh bener dugaanku kalau cewek itu pasti pernah punya hubungan spesial dengan Aldo. karena dari matanya dia kelihatan suka sama Aldo. '


"oh, mantan." Rachel


"iya, kenapa? tuh cemberut lagi, kamu marah ya?" Aldo


"ga, aku ga marah. emang ada tulisan di dahiku "marah" gitu?" Rachel


"hahaha. ga ada tapi kelihatan kamu marah. kamu cemburu ya?" Aldo


' whats? dia kok terang-terangan gitu sih ngomongnya. '


"ga, ngapain aku cemburu? kan kita bukan siapa-siapa juga." Rachel


"hahaha. oke deh." Aldo


aku memilih diam menenangkan hatiku. daripada marah-marah, nanti aku di bilang cemburu lagi.


hari itu Aldo menemaniku di rumah sakit sampai hampir sore. sampai akhirnya dia berpamitan untuk pulang.


"aku pulang dulu ya. kamu jangan di rumah sakit terus, besok sekolah kan?" Aldo


"iya, Mama minta buat tetep sekolah. padahal aku pengen di rumah sakit lho nemeni Papa." Rachel


"jangan dong. kamu harus tetep sekolah, besok pulang sekolah baru kamu jenguk Papa lagi." Aldo


"besok kan jadwal les kak." Rachel


"ya libur dulu ga apa. sampai Papa kamu sembuh baru mulai lagi. aku lihat juga seminggu ke depan kamu ga ada tugas yang susah kok." Aldo

__ADS_1


"oke deh. makasih ya Kak udah nemenin. hati-hati di jalan." Rachel


"sip. aku pulang dulu ya." Aldo


__ADS_2