
Rachel POV
aku duduk di bangku belajarku. otakku sudah mulai mendingin setelah tadi aku mengerjakan tugas-tugas ku dengan guru les yang aku datangin ke rumah. baru ini selama aku sekolah, aku memakai guru les untuk mengajar. biasanya aku bisa belajar sendiri atau tanya-tanya mbah g**gle. tapi sekarang aku menyerah, aku benar-benar tidak paham dengan semua pelajaran ku. terutama yang memakai logika. kenapa otakku ini begitu payah?
tanpa sadar aku senyum-senyum sendiri mengingat wajah guru les yang datang ke rumahku. namanya Aldo, usianya beda 7 tahun di atasku. tapi sama sekali ga kelihatan kalau dia sudah kepala 2. di awal aku mengira dia masih awal kuliah atau baru lulus SMA. ternyata mukanya baby face sekali.
ya walaupun wajahnya bukan cowok tipeku tapi seenggaknya ada pemandangan baru di rumah. jujur agak bosen di rumah cowok yang aku lihat cuma bokap sama Pak Ujang. hahaha.
' kira kira cowok secakep Aldo udah punya pacar apa belum ya? '
weits kenapa aku bisa mikir dia udah punya pacar apa belum. ah otak kamu fokus, jangan mikir pacar dulu. fokusmu belajar yang rajin, lulus SMA, kuliah di Universitas yang bagus dan jadilah wanita karir.
tidak mau mengotori otakku, aku kembali belajar. biar otak ini ga isinya cuma cinta-cintaan doang. saat sedang belajar suara ponselku berbunyi. nada dering yang aku tahu itu bukan pesan yang masuk tapi telepon.
aku ambil benda pipih seharga jutaan itu, bentuknya biasa, pipih gitu tapi kenapa harganya bisa jutaan. heran deh.
aku melihat satu nama di layar ponselku. "Michael". mau apalagi dia telepon, biasa juga chattingan. aku sedikit malas menanggapi Michael, aku tahu dia lagi berusaha PDKT. tapi mau buka hati kok males banget.
akhirnya aku biarkan saja nada deringku berbunyi. anggap saja aku lagi dengerin musik, walaupun sedikit mengganggu konsentrasi. tapi lama ga di tanggepin kok telepon terus. mau ga mau akhirnya aku menggeser tombol hijau.
"halo, ada apa?" Rachel
"hai chel, aku udah di depan rumahmu ni. boleh mampir?" Michael
whats? dia udah di depan rumah gue???
aku langsung beranjak dari tempat dudukku dan mendekati jendela kamarku. dan benar saja Michael sudah ada di depan rumahku dan sedang berdiri di depan mobilnya. darimana dia bisa tahu alamat rumahku pikirku.
"halo chel. kamu masih disana?" Michael
"ah iya sory, ehm bentar aku turun ya." Rachel
"oke." Michael
__ADS_1
aku berganti pakaian, karena sudah memakai pakaian tidur. kemudian aku turun dan membukakan pintu Michael. dia tersenyum ke arahku. pakaiannya cukup rapi, dan terlihat beda dari pada di sekolah.
"masuk Mich." Rachel
"oke."
aku mempersilakan dia masuk, dan kami pun duduk di ruang tamu. dia melihat sekitar rumahku. rata-rata orang bertamu selalu begitu.
"rumahmu sepi, orang tua kamu kemana?" Michael
"lagi keluar kota." Rachel
"ow gitu. sendirian dong kamu di rumah?" Michael
"enggak, ada bi Atun sama Mbak Irma, ART rumah." Rachel
"owh. btw, mau pergi ga? aku belum dinner nih. laper." Michael
"ehm. gue juga belum makan sih, tapi-" Rachel
"tapi apa? ga mau? cuma makan doang kok Chel. aku ada tempat makan yang enak, nasi goreng kambing keb*n s*r*h enak lho itu."
' wah nasi goreng kambing, udah lama banget ga makan itu, duh kok jada kepengen ya '
"gimana Chel? kok diem aja?" Michael
"hah? oke boleh. aku ganti baju dulu ya." Rachel
"yeayy, oke siap." Michael
***
(di warung tenda nasi goreng kambing)
__ADS_1
"2 porsi ya Mas. yang satu pedes, yang satu sedeng aja. kamu minum apa Chel?" Michael
"es teh manis aja." Rachel
"es teh manis satu, es jeruk satu." Michael
"oke Mas. 2 nasi goreng pedes sama sedeng, minumnya es jeruk sama es teh manis ya. saya permisi dulu." Mas pegawai
"sip." Michael
tidak menunggu lama aku sudah duduk di warung makan nasi goreng kambing. sudah lama banget ga makan disini.
"kamu suka makan disini?" Michael
"he em, dulu sama kakak gue sebelum nikah suka makan di sini." Rachel
***
author POV
di tempat yang sama, ternyata ada sepasang mata yang memperhatikan kedua anak manusia yang sedang makan tepat di depannya. tangannya mengepal, tapi dia tidak bisa berbuat apapun.
"lihatin apa lu Do? serius amat mukanya." tanya seorang cowok yang duduk persis didepan Aldo.
"ga apa." jawab Aldo dingin.
pikirannya begitu bergemuruh tapi dia kesal tidak bisa berbuat apapun. rasanya dia ingin mendatangi meja itu dan langsung menggebrak meja. tapi tidak masuk akal kalau dia melakukan hal itu. secara Aldo dan Rachel tidak ada hubungan apapun. hanya guru dan murid les.
tanpa menghabiskan makanannya, Aldo langsung meninggalkan warung itu dan temannya yang masih bingung dengan sikap Aldo.
"do, Aldo, lu mau kemana?" teriak Vino, Vino adalah teman kampus Aldo.
"lah, makanannya ga dimakan, belum dibayar juga. gue lagi nih yang bayar." ucap Vino kesal.
__ADS_1