
Rachel POV
Malam itu aku bermimpi lagi, mimpi yang sama, sebuah mimpi yang sangat membuat hatiku terasa sesak setiap kali aku bangun. Dan ketika aku bangun hanya satu teriakan yang aku ingat di otakku.
“RACHEL!!!! bangun Chel! Bangun! Jangan tinggalin aku! Aku mohon yank, jangan pergi! ”
Aku tidak tahu suara siapa itu, bahkan wajahnya tidak nampak jelas di ingatanku. Sudah lima hari ini aku memimpikan hal yang sama setiap malam. Dan lagi-lagi aku bangun dengan keringat yang membasahi seluruh baju tidurku. Apa sebenarnya maksud dari mimpi itu? Apakah di mimpi itu aku meninggal? Sampai orang itu berteriak memanggil namaku dan memintaku unutk bangun?
Tok! Tok! Tok!
“dek, bangun. Kamu sekolah lho hari ini.” Mama
“iya Ma, aku udah bangun kok. Ini lagi mau mandi.” Rachel
“ya udah, habis mandi langsung sarapan dulu ya. Mama udah buatin toast milo kesuakanmu.” Mama
“siap. Makasih Ma.” Rachel
__ADS_1
Aku langsung beranjak dari tempat tidurku dan bergegas mandi. jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, aku tidak boleh terlambat ke sekolah. Selesai mandi aku duduk di meja riasku, aku memoles tipis bedak di wajahku dan memakai lipbalm agar bibirku tidak kering. Sudah hanya itu saja ritual yag aku lakukan. Itu saja karena paksakan Mamaku, kalau tidak aku ogah banget.
Selesai menyiapkan semua aku keluar dari kamarku, dan langsung berkumpul bersama keluargaku di ruang makan.
“pagi Pa, Ma.” Rachel
“pagi sayang. Nah gitu lho pake lipbalm, biar ga pucet-pucet banget kalau sekolah.” Mama
“ih Ma, chele itu ke sekolah bukan mau ke pesta.” Rachel
“udah biarin Ma, anaknya aja ga protes kok.” Papa
“ya tapi Pa, mama takut kalau nanti ga ada cowok yang deketin Chele.” Mama
“pasti ada Ma, putri kita kan cantik. Dia aja udah pacaran berapa kali, ya kan?” Papa
“he em.” Rachel (mengangguk semangat)
__ADS_1
“ya udah deh terserah, belain aja putrinya.” Mama
Aku dan Papa tertawa puas kalau sudah melihat Mama kalah dengan pembelaan kami. Mamaku suka banget protes kalau aku berdandan bak anak laki. Padahal ya aku ga laki banget lho. Rambutku masih panjang, aku masih pake rok kalau sekolah dan aku masih suka lawan jenis. Jadi kenapa harus takut, ya kan? Hihihi.
“ya udah Pa, Ma, Chele berangkat sekolah dulu ya. Udah mau telat.” Rachel
“iya, hati-hati ya. Kamu di antar ujang kan?” Mama
“iya Ma, tapi boleh ga, kalau bulan depan Chele bawa mobil sendiri.” Rachel
“ga! Nanti yang ada kamu pulang sekolah malah pergi jalan-jalan sama temen-temen kamu.” Mama
‘ yah tahu aja Mama rencanaku. Batal deh. ‘
(cemberut) “ya udah Ma, Pa, Chele berangkat dulu ya. Da da…” Rachel
Dengan semangat 45 aku masuk ke mobilku, pak Ujang sopir keluarga sudah menungguku dan beliau langsung mengantarku ke sekolah. Sejak masuk SMA aku menjadi bersemangat sekolah. Mungkin karena aku merasa bertambah besar ya. Dan aku akan menikmati masa SMA ku dengan sangat happy. Setelah itu aku kuliah dan bekerja. Ah indahnya hidup ini. Soal pacar? Nanti deh, belum kepikiran. Kalau ada yang deketin aja. Hahaha.
__ADS_1