Mengulang Bersamamu

Mengulang Bersamamu
Bulan Madu


__ADS_3

“oke udah siap semua ya? Ga ada barang yang ketinggalan kan di kamar hotel?” Papa Rachel


“ga ada kok Pa, udah dicek semua, uda siap.” Aldo


“oke.” Papa Rachel


Masuk ke dalam mobil dan menuju ke bandara.


“dek…” Renata (bisik-bisik)


“apa Ta? Tumben lu ikut nganter.” Rachel


“hahaha. Iya, Kevin kerja jadi daripada sendirian di rumah, gue ikut Papa deh nganter kalian bulan madu. Gimana Dek, udah belum? Apa masih perawan nih?” Renata


“Ta, pertanyaan lu, vulgar banget sih.” Rachel


“udah kok Ta, adik lu udah gue perawanin. Hahaha.”


“ya ampun yank, malu ah.” Rachel


“hahaha.” Renata dan Papa Rachel


“asik deh, enak ga Chel?” Renata

__ADS_1


“ga, sakit tahu. Sakit banget.” Rachel


“hahaha. Sabar ya, nanti setelah kedua kali udah ga sakit kok, malah jangan2 lu bisa ketagihan Dek.” Renata


“wah asik tu kalau Rachel sampe ketagihan ya. Gue yang kewalahan. Hahaha.” Aldo


“yank, awas ya kamu. Ngerjain aku, sampe sana puasa aja kamu.” Rachel


“lho… iya iya maaf sayang, jangan dong.” Aldo


“hahaha.. kalian tuh lucu banget sih. Dasar pengantin baru. Hahaha. Pulang korsel bawain gue ponakan ya, bawain papa mama cucu. Ya?” Renata


“ya sedikasinya Tuhan aja Ta, gue juga belum siap kalau harus hamil cepet-cepet. Sabar lah, kan gue juga masih muda.” Rachel


Hahaha. Selama perjalanan ke bandara kita semua sibuk bersenda gurau. Aku sibuk ngobrol dengan Renata, sedangkan Aldo bicara dengan papa di kursi depan. Kalau di ingat semuanya, aku ga pernah berpikir akan sampai disini. Aku yang tidak suka menikah muda, akhirnya malah menikah sangat muda, usia belum genap 20 tahun. Bahkan 19 tahun pun belum genap. Masih anak remaja yang baru aja lulus SMA dan baru jadi mahasiswa. Oh iya walaupun menikah tapi aku tetap kuliah, karena sesuai perjanjianku dengan Aldo. Jadi ini ceritanya aku lagi cuti kuliah karena menikah dan bulan madu, nanti setelah balik ke Indo, aku kuliah lagi deh.


Sampai di bandara kami langsung bergegas untuk check in pesawat dan boarding. 15 menit menunggu akhirnya aku dan Aldo di perbolehkan masuk ke dalam pesawat dan kami terbang selama 5 jam menuju ke korea Selatan.


Setelah 5 jam perjalanan sampai lah kita di bandara Incheon Korea Selatan. Suasana yang sudah sangat berbeda dengan Indonesia. Karena ini masih bulan januari, udara di luar sana -14 derajat. Dengan sigap Aldo mencari orang yang akan membawa kami menuju ke hotel. Tidak usah menunggu lama akhirnya kami bertemu orangnya dan melakukan perjalanan lagi ke Hotel. Sembari perjalanan aku melihat suasana yang sangat berbeda. Sejuk, bahagia, damai, semua ku rasakan jadi satu, terlebih lagi ketika aku melihat sosok pria di sebelahku. Yang sedari tadi tidak pernah melepaskan genggamannya dari tanganku. Aku bisa merasakan kalau dia sangat mencintaiku.


4 hari di Korea, kami banyak mengunjungi tempat-tempat wisata dan yang pasti wisata kuliner. Makanan disini sangat cocok dengan lidahku, dan aku jadi was-was dengan makan terus setiap jam jangan-jangan pulang Indonesia beratku bertambah. Oh tidak, jangan sampai aku gendut deh. Oya kalian pasti bingung membayangkan Aldo itu seperti apa sih. Oke aku beri bayangan ya. Yang pasti dia cowok, hahaha. Tingginya 180cm, tinggi banget sih untuk ukuran cowok Indonesia, kenapa bisa tinggi karena dia masih ada keturunan Inggris, engkong buyutnya asli orang Inggris. Beratnya 85 kilo, tidak kurus dan tidak gemuk, proporsional dan badannya berisi karena dia tu paling suka nge gym, bahkan selama di korea dia selalu menyempatkan olahraga kecil ketika bangun tidur, karena katanya kalau tidak olahraga badannya tidak enak.


Wajahnya seperti apa, dari wajah dia tidak terlihat seperti bule, wajahnya ganteng dan imut, walaupun usianya sudah 25 tahun tapi orang-orang selalu mengira dia masih 20 tahun. Awet muda banget wajahnya. Kalau di samain dengan artis korea, wajahnya hampir mirip dengan Kim Soo Hyun, yang memerankan Do Min Jun di film My Love From The Star. Di awal aku tidak tertarik dengan Aldo, karena sebenernya dia bukan tipeku, walaupun temen-temen bilang dia itu ganteng banget. Ya memang sih ganteng, tapi aku lebih suka cowok yang macho daripada imut dan manis seperti anak SMA, tapi akhirnya hatiku luluh juga deh sama dia. Hahaha.

__ADS_1


Kelebihan dia, dia itu sabar banget, dan dewasa banget, dia bukan cowok romantic tapi dia hangat banget sangat perhatian. Buat dia romantic itu kebanyakan gombal, dia lebih suka action. Jadi ga perlu banyak gombal tapi dia beri dari perhatian. Betul sih dia memang perhatian banget, daripada aku yang agak cuek ini. Dan kurang peka. Hahaha. Kelemahan dia, dia kalau punya keinginan harus saat itu juga terlaksana, lebih tepatnya sedikit ambisius, maklum lah dia itu anak tunggal, anak satu-satunya dan keluarganya juga kaya, jadi dia selalu dapatkan apa yang dia mau. Contohnya ketika malam pertama aku sudah berkali-kali bilang tidak mau tapi akhirnya aku kalah juga deh sama dia. Hahaha.


Ya kira-kira seperti itulah kalau di bandingkan sama aku. Dengan tinggi 168 cm dan berat 48 kilo, aku sangat jauh dari dia. Wajahku juga terlihat tua, bahkan dulu waktu pacaran banyak yang bilang aku itu kakak perempuannya, ya ampun boros banget sih ya wajahku. Hahaha.


Oke kembali lagi, 4 hari selain wisata kuliner dan jalan-jalan ke tempat wisata. Pastinya ini kesukaan si Bapak ya. Tiap malam dia tidak pernah absen mengajakku bermain. Hahaha. Aku sempat telpon Renata karena aku takut apa yang aku lakukan itu tidak wajar karena hampir tiap malam. Renata bilang itu wajar karena kami masih pasangan baru. Apalagi Renata melihat gairah Aldo itu sedikit tinggi. Oh God dan aku harus meladeni dia tiap malam.


Ya memang, dia sangat kuat, maaf kalau sedikit vulgar ya. Aku Cuma sekedar curhat aja. Karena ya memang aku sudah bisa merasakan yang namanya surga dunia, oke aku akuin rasa enak yang aku rasakan ga pernah bisa dibandingkan ketika menyantap makanan kesukaan. Tapi terkadang, aku kewalahan menghadapi Aldo. Karena butuh waktu yang cukup lama sampai dia bisa ngalami yang namanya klimaks. Terkadang aku sudah teriak berkali-kali dan dia semakin menggempur aku. Mudah-mudahan sih tidak ada tetangga kamar hotel yang mendengar ya. Paling lama adalah hari ke 4 aku di korea, kami melakukan bisa sampai 1 stgh jam. Dan itu aku sudah capeknya luar biasa, aku sudah bilang cukup tapi dia seolah-olah ga menggubris. Tapi tetap aku akuin, semakin hari, aku semakin sayang sama dia. Dan aku bahagia kalau bisa melihat wajahnya seperti anak bayi yang sudah milkymo. Hahaha. Karena setiap selesai berhubungan dia pasti yang duluan tidur, dan kalau di ajak ngomong sudah ga  nyambung.


“sayang, hari cepat ya, besok kita udah pulang aja ke Indonesia.” Aldo


“iya yank.” Rachel


“kamu capek ga tiap malem menuhi permintaanku?” Aldo


“emmm.. dikit. Tapi ga apa kok, aku menikmati kok yank.” Rachel


“hihihi. Makasih ya sayang. Maafin ya kalau hampir tiap malam. Aku baru ini rasain enaknya hubungan badan. Sampai kalau sudah lihat kamu di ranjang, pengennya di tidurin aja. Hahaha.” Aldo


“cup.. lucu kamu nih. Anak manja.” Rachel


“emmm.. mama, adek mau lagi.” Aldo


“aduh salah ngomong deh. Malah bangunin adek kamu. Hahaha.” Rachel

__ADS_1


Ya seperti itulah, di hari terakhir pun dia tetap minta jatahnya sebagai suami. Hahaha. Dan aku sebagai istri harus kuat dan siap meladeni dia tiap malam.


__ADS_2