
Tiga hari sudah sejak hari itu. hubungan gue dan Aldo baik-baik aja. Tidak seperti terjadi sesuatu yang membuat dia canggung. Dia masih tetap kontak dan mengajak gue pergi jalan-jalan, kadang sesekali main ke rumah gue buat ngajarin gue pelajaran sekolah.
Siang itu di sekolah, gue kumpul dengan anggota gank gue di kantin. Sampai detik ini gue belum bilang ke sohib-sohib gue kalau gue ditembak sama Aldo. Gue takut mereka bakal heboh banget, tapi kalau gue ga cerita sama mereka, gue bingung harus beri jawaban apa ke Aldo.
“guys, gue mau cerita nih.” Rachel
“lu mau cerita apa, Chel?” Lala
“emmm… gue di tembak sama Aldo.”
“whats??” serempak
“kapan Chel?” Asher
“udah tiga hari lalu sih. Tapi gue belum kasih dia jawaban. Gue takut kalau gue ga bisa bertahan. Kalian kan tau sendiri, gue paling lama pacaran aja 6 bulan. Sedangkan tipe Aldo itu udah bukan yang main-main, dia udah minta serius sama gue.” Rachel
“wah, udah gue tebak Chel, pasti lama kelamaan dia bakal nembak Lu, karena aneh banget kalau dia sering ngajak pergi lu tapi ga ada rasa sama lu.” Lala
__ADS_1
“iya sih, terus gue harus gimana dong?” Rachel
“terima aja Chel.” Asher
“iya bener Chel terima aja.” Lala, Adel, Yongky
“gue takut guys.” Rachel
“jangan takut Chel, ini berarti udah saatnya buat lu serius menjalani hubungan buat lu semakin dewasa lagi.” Adel
"gitu ya, berarti gue terima aja ajakan Aldo?" Rachel
Tanpa gue sadari teman-teman gue menyetujui hubungan gue dengan Aldo. Padahal gue sangat jarang curhat soal Aldo ke mereka. Tapi mereka segitu excitednya ketika tahu gue ditembak sama Aldo. Ya memang tidak bisa di pungkiri, semakin hari gue semakin sayang sama Aldo. Sikap lembutnya dia, perhatiannya dia, dan apa adanya dia tu yang buat gue suka sama dia. Dan gue ga merasa kalau usia dia tuh jauh di atas gue.
malam hari setelah makan malam, gue langsung masuk ke kamar gue. malam ini gue akan membuat keputusan terpenting dalam hidup gue. setelah bener-bener meyakinkan perasaan gue. gue mengambil ponsel gue yang gue taruh di meja samping tempat tidur gue. baru gue buka benda pipih itu, udah ada notifikasi masuk dari Aldo. kayaknya gue sama dia ada ikatan batin deh. hahaha.
‘chel, lg ap?’ Aldo
__ADS_1
‘lg ddk aja Kak, sm liadin hp. Hehehe.’ Rachel
‘nunggu Line dari ak ya?? Hahaha…’ Aldo
‘hahaha. Ya begitu kak. Hihihi. Oya kak, ak mau jawab skrg.’ Rachel
‘mw jawab apa Chel? Kamu yakin mw jwab skrg? Kan baru 3 hari…’ Aldo
‘iya yakin Kak, gimana? Drpd ak berubah pikiran lho.’ Rachel
‘iya2 jwb aja, jgn berubah pikiran donk, aq kan udah penasaran Chel. Hihihii…’ Aldo
‘jwbnku IYA kak.’ Rachel
‘hah? Mksdnya gmn??’ Aldo
‘iya ak mau jadi pacar kak Aldo.’ Rachel
__ADS_1
Oke fix malam itu gue menjawab pertanyaan Aldo. Gue mengiyakan ajakan dia untuk menjadi sepasang kekasih. Gue ga tahu ekspresi Aldo malam itu seperti apa, tapi yang pasti gue senyum-senyum sendiri dan malu melihat chat gue sama dia. Malam itu 10 oktober, 2 bulan lebih 7 hari setelah pertemuan gue sama dia. Kita resmi menjadi sepasang kekasih. Ya seenggaknya gue belajar untuk bisa lebih serius lagi dan mudah-mudahan Aldo adalah orang terakhir di hidup gue. Dan keinginan dia untuk bisa sampai menikah sama gue, bisa terwujud.