
Aldo POV
aku memandang wajah gadis di depanku. dari sejak aku datang dia hanya memandangku sambil senyum-senyum.
sudah 2 minggu aku tidak bertemu dengan dia. dan hari ini aku bertemu lagi dengannya. karena dia sudah memintaku untuk memberikan bimbingan belajar lagi.
"gimana kemarin classmeet nya?" Aldo
"B aja." Rachel
"apa tuh B aja?" Aldo
"biasa aja kak. masak ga tahu bahasa gaul gitu?" Rachel
"ga tahu, ga pernah denger." Aldo
"oya lupa kan Kak Aldo udah tua. hahaha." Rachel
"enak aja. aku belum tua tapi dewasa." Aldo
"iya deh tuan Aldo." Rachel
tambah lama dia semakin menggemaskan aja. walaupun aku menjaga jarak ku dengan Rachel tapi perasaan di hatiku masih sama. bahkan aku semakin sayang sama dia. tapi tetap saja aku harus beradaptasi dengan Rachel yang saat ini.
sebenarnya sikapnya tidak jauh beda. hanya Rachel yang saat ini sedikit lebih manja daripada Rachel yang aku kenal sebelum aku kecelakaan. tapi ga apa, aku tetep sayang kok. hehehe.
"kerjain tugas kamu. jangan malah lihatin aku terus." Aldo
"iya, galak banget sih." Rachel
__ADS_1
hahaha. kalau aku ga galak, kamu bakal bandel sayang. maafin ya.
aku tersenyum geli melihat wajahnya ketika sedang marah. aku mengusap kasar rambutnya sampai berantakan dan dia tambah marah karena aku membuat rambutnya yang di kuncir satu itu menjadi berantakan.
sambil menunggu Rachel mengerjakan tugasnya. aku memandang ke arah jendela yang berada di ruang kerja tempat kami belajar. diluar sana langit tampak gelap. sepertinya sudah masuk bulan penghujan. mau tidak mau setelah ini aku harus membawa mobilku ketika mengajar.
2 minggu tidak bertemu dengan Rachel membuat ku fokus untuk menuntaskan skripsiku. akhirnya aku hanya tinggal menunggu wisuda. setelah itu aku bebas. aku jadi teringat saat itu, ketika aku wisuda aku berfoto berdua bersama Rachel di sampingku. aku sangat bahagia tapi sayang semua kenangan itu sudah terhapus. aku harus mengulangnya kembali. dan kali ini sepertinya akan berbeda.
blaaarrrr!!
"huaa kak, aku takut." Rachel
aku juga kaget mendengar suara guntur yang sangat keras dan seketika membuat listrik padam. aku jadi teringat pagi hari ketika aku di makam Rachel dan ada guntur yang menggelegar sangat keras.
Rachel langsung berpindah tempat duduk dan sekarang dia ada di sampingku dan memelukku sangat erat. tubuhnya bergetar, sepertinya dia sangat ketakutan. aku tahu betul dia paling takut dengan gelap dan petir.
"bumi belum kiamat kan kak?" Rachel
"belum, ini cuma akan hujan badai aja. ga usah takut." Aldo
rachel semakin mengeratkan pelukannya di tubuhku. tanpa sadar bagian dadanya menyentuh tubuhku. aku hanya bisa menelan ludah kasar. aku seorang pria normal dan aku pernah merasakan menyentuh bagian itu. membuat bagian bawahku terasa sesak. semakin erat Rachel memelukku, semakin adikku mengeras. di otakku langsung berputar sebuah video ketika aku berhubungan dengan Rachel. bisa gawat kalau ini diteruskan.
"Chel jangan kenceng-kenceng meluknya dong, aku ga bisa nafas." Aldo
sebenarnya bukan aku yang ga bisa nafas, tapi adikku yang sudah kesempitan dibalik celana jeansku.
"maaf kak." Rachel
Rachel akhirnya melepaskan pelukannya dari tubuhku. aku berusaha menidurkan lagi adikku yang sudah bangun dan segar. maaf ya kamu harus aku tidurkan paksa. tidak mungkin aku pinjam kamar mandi Rachel.
__ADS_1
lagi-lagi Rachel memandangku. tangannya bergerak dan menyentuh bibirku.
"bibir kak Aldo seksi ya." Rachel
kenapa dia bicara seperti itu? kata itu yang selalu dia ucapkan padaku. dan dia mengucapkannya lagi.
kedua mata kami saling berpandangan saat ini. tanganku memegang kepalanya tanpa aku sadari. aku tersenyum memandangnya, entah ada setan apa yang masuk ke pikiranku. aku seperti melihat sosok Rachel saat itu. Rachel yang selalu tersenyum ketika aku menatapnya dengan penuh cinta.
tanganku bergerak turun memegang tengkuknya. pelan-pelan aku mendekatkan wajahnya pada wajahku. aku memejamkan mataku perlahan. tak terasa bibir kami bertemu. aku menciumnya dengan lembut. aku merasakan ada hentakan ditubuhnya, sepertinya dia kaget dengan tindakanku. tapi dia hanya diam saja.
aku melihat dia memejamkan matanya dan merasakan setiap sentuhan ku pada bibirnya. tangannya mulai dikalungkan di leherku. membuat aku semakin leluasa menciumnya. aku sedikit memaksanya untuk membuka mulutnya dan sekarang ciuman kami semakin dalam.
pelan-pelan aku melepaskan ciuman kami. aku masih memandang manik mata cokelatnya. dia pun memandang mataku dengan begitu intens. tiba-tiba dia menciumku lagi tapi hanya sekilas. kemudian dia tersenyum.
"maaf ya." Aldo
"maaf buat apa?" Rachel
"maaf aku sudah menciummu, aku terbawa suasana." Aldo
rachel menggelengkan kepalanya dan tersenyum sangat manis.
"ga apa, aku ga marah kok Kak. aku sayang kak Aldo." Rachel
apa? dia bilang apa tadi? dia sayang aku? apa aku tidak salah mendengar itu?
"alasan aku menolak Michael, karena aku suka sama kakak." Rachel
kali ini aku benar-benar terkejut. Rachel menyatakan perasaannya padaku. padahal aku belum melancarkan aksiku dan aku belum berniat untuk mendekatinya lagi. apa ini yang dinamakan jodoh tidak akan kemana?
__ADS_1