Mengulang Bersamamu

Mengulang Bersamamu
Demam - 2


__ADS_3

Author POV 🌺


Rachel membuka matanya perlahan. dia merasa badannya terasa panas dan bajunya pun basah akibat keringat. Demamnya sudah turun. kepalanya yang tadi terasa berat dan seperti ditusuk jarum sangat banyak pun sudah berangsur membaik.


dia mengangkat tubuhnya dan mencoba untuk duduk. dilihatnya seorang pria sedang tertidur tepat di sampingnya. dengan posisi kepala di tepi ranjang sedangkan tubuhnya terduduk di lantai. Rachel tersenyum melihat sosok itu, dengan pelan dia membelai rambut hitam pria itu.


merasa ada yang memegang rambutnya, pria itu terbangun. matanya masih sangat merah, dan dia nampak lelah.


"gimana udah enakan?" tanya Aldo ketika melihat Rachel sudah bangun. Tangan Aldo kembali memegang dahi Rachel untuk mengecek suhu badannya. "udah ga demam kok." ucapnya sambil tersenyum.


"iya aku udah enakan kok Kak. makasih ya udah di temenin tidur." ucap Rachel.


"aku khawatir banget denger kamu sakit. jangan bandel lagi ya. kamu tuh gampang flu jangan suka hujan-hujanan."


"hm? tahu aja kakak kalau aku gampang kena flu." ucap Rachel, dia merasa senang Aldo begitu memperhatikannya karena sampai tahu kelemahan Rachel yang gampang terkena flu itu. sedangkan Aldo panik karena dia keceplosan lagi.


Aldo berpikir keras mencari alasan, agar Rachel tidak curiga kenapa dia bisa tahu kalau Rachel sangat gampang terkena flu bila berada di cuaca dingin atau terkena air hujan. "ow tadi aku dikasih tahu sama Bi Atun. katanya kamu gampang kena flu kalau ditempat yang dingin atau kena air hujan."


"ah.. iya, padahal aku suka banget main air hujan lho Kak. tapi malah sakit terus kalau habis hujan-hujanan." ucap Rachel. tangannya masih menggenggam tangan Aldo. dia mengangkat tangan Aldo dan memandanginya.


"kakak tahu kenapa tangan cowok diciptakan sebesar ini?"


"kenapa?" tanya Aldo.

__ADS_1


"untuk melindungi tangan kecil ini." ucap Rachel sambil menangkupkan salah satu tangannya ke tangan Aldo. badan Rachel bergerak maju dan mendekati wajah Aldo, kemudian mencium sekilas pipi Aldo.


mata Aldo membulat melihat tindakan Rachel. sejak kejadian ciuman mereka kemarin. Rachel semakin menunjukkan perasaannya pada Aldo. Rachel yang Aldo lihat saat ini, sangat jauh berbeda dengan Rachel yang dia kenal waktu itu. entah kenapa bisa berbeda, tapi Rachel yang saat ini begitu berani menyatakan perasaannya. padahal hubungan mereka masih sebatas guru les dan muridnya.


berbeda dengan Rachel yang merasa Aldo juga menyukainya. jadi dia tidak berpikir apapun. yang dia tahu cintanya pada Aldo tidak bertepuk sebelah tangan.


suasana menjadi sedikit canggung. Aldo tidak menanggapi ucapan Rachel, yang ada dia hanya diam. dengan mata mereka yang masih menatap.


Rachel tersenyum melihat Aldo. "kak, aku lapar." ucapnya sambil memegang perutnya.


"aku pesenin makan ya?" tanya Aldo.


Rachel menggelengkan kepalanya. "aku pengen makan di luar kak. pengen makan bakso."


"yah Rachel pengen keluar kak, pengen makan bakso. kalau gitu naik mobil Rachel aja, kak Aldo yang nyetir. mau ya? ya?" rengek Rachel.


Aldo mendesah pelan. "oke, ya udah sana ganti baju dulu. baju kamu udah basah kena keringat, jangan sampai masuk angin lagi. aku tunggu diluar ya."


"he em. siap boss." Rachel langsung beranjak dari tempat tidurnya dan berganti pakaian. sedangkan Aldo keluar dari kamar Rachel dan menunggu gadis itu di ruang tamu.


Aldo duduk di sofa ruang tamu sambil memijit tengkuknya. lehernya sangat pegal, karena posisi tidurnya yang kurang nyaman tadi. niat hati ingin menjaga Rachel tapi dia malah ketiduran.


Rachel turun dari kamarnya, dan langsung menghampiri Aldo yang sudah menunggunya di ruang tamu.

__ADS_1


"yuk kak, aku udah siap." ajak Rachel.


Aldo membuka matanya, dia melihat penampilan Rachel malam itu. Rachel hanya mengenakan kaos merah dan celana hotpants dengan rambut yang di gulung ke atas.


"kamu lagi sakit pakaiannya kayak gitu. ganti! pake yang tertutup, pake jaket juga." tegur Aldo. Rachel memanyunkan mulutnya kemudian kembali lagi ke kamarnya buat mengganti pakaiannya.


' anak itu, udah tahu diluar dingin, dia juga baru sembuh kok malah pake pakaian mini-mini gitu. hufff. '


sekarang mereka sudah berada di dalam mobil. Aldo mengemudikan mobil Rachel menuju ke tempat makan yang menjual bakso. suasana sedang hujan dan dingin memang paling enak makan bakso.


Rachel mengelus-elus perutnya yang sudah keroncongan itu. dia sudah membayangkan bulatnya bakso, hangatnya kuah kaldu bakso dengan sedikit diberi sambal dan kecap manis. ah.. cacing di perutnya sudah berteriak ingin segera diberi makan.


tak berapa lama, mereka sampai di sebuah rumah makan yang menjual bakso. Aldo memarkirkan mobilnya kemudian mengambil payung.


"tunggu di sini, aku keluar dulu." ucap Aldo. Aldo keluar dari mobilnya, kemudian memutari mobil menuju ke pintu mobil tempat Rachel berada, membuka pintu itu dan langsung memayungi Rachel agar tidak terkena air hujan.


Rachel memeluk lengan Aldo, dan mereka masuk ke dalam rumah makan itu. sesampainya di dalam mereka langsung memesan 2 porsi bakso dan 2 teh manis hangat.


"mama tahu kamu sakit?"


"tahu kok. tapi Mama kan masih harus jaga Papa di rumah sakit, jadi aku bilang kalau minum obat aja sama istirahat nanti juga sembuh." jawab Rachel.


"besok jangan bandel lagi ya. jangan main hujan-hujanan lagi. aku ga mau kamu sakit lagi kayak gini."

__ADS_1


"siap boss." seru Rachel.


__ADS_2