Mengulang Bersamamu

Mengulang Bersamamu
The Wedding


__ADS_3

The day is coming. Hari yang paling ditunggu keluarga besarku dan keluarga besar Aldo. Semalaman aku tidak bisa tidur, banyak hal yang aku pikirkan, dan aku takut kalau hari ini tidak berjalan sesuai ekspektasiku. Karena 1 hari aku dan Aldo tidak boleh bertemu, aku hanya menghubungi dia melalui telepon dan kami berdoa bersama untuk kelancaran pernikahan kami.


Jam sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Aku bergegas mandi karena sebentar lagi orang yang mendandaniku akan datang. Mamaku sudah membangunkanku dari kamar sebelah. Karena takut aku terlambat bangun.


“akhirnya Dek, lu nikah jg ya. Bahkan lebih muda lagi dari gue.” Renata


“hahaha. Masak sih? Dulu lu nikah umur berapa, Ta?” Rachel


“21 tahun dek, lu mah masih 19 tahun kan tahun ini?” Renata


“iya belum ada malah Ta, gue masih 18 tahun, 19 tahunnya masih akhir tahun nanti. Hahaha.” Rachel


“asek dah. Semangat ya Dek, kasih papa sama mama cucu lagi. Cucu laki-laki kalau bisa. Hahaha.” Renata


“astaga Ta. Gue belum mikirin sampai punya anak segala.” Rachel


“hahaha. Nikmati aja ya Dek nanti malam, sakit dikit ga apalah.” Renata


“please deh Ta jangan nakutin gue.” Rachel


Semua yang ada di ruanganku tertawa mendengarkan obrolanku dengan Renata. Tanpa sadar aku mikir yang aneh-aneh, dan aku senyum-senyum sendiri. Ya walaupun dulu sempat nakal tapi aku masih polos. Aku tidak tahu hubungan suami istri itu seperti apa. Kadang ada temanku yang memutar film dewasa, aku memilih untuk pergi dan tidak melihatnya. Alhasil aku bener-bener tidak tahu bagaimana cara membuat anak. yang aku tahu hanya pelajaran biologi, bertemunya sperma dengan sel telur. Caranya bagaimana? Entalah, aku hanya bisa pasrah saja.


Setelah selesai di make up, sesi pemotretan dan video. Akhirnya aku bertemu dengan Aldo, setelah 1 hari kami tidak bertemu. Rasanya kangen banget sama dia. Aku tidak pernah menyangka seorang pria yang aku temui di toko buku, hari itu berdiri di depanku dan sebentar lagi kami akan mengikat janji untuk terus bersama sampai maut memisahkan.


Hari itu dia sangat ganteng sekali, walaupun sehari-hari dia sudah ganteng tapi entah kenapa pagi itu dia terlihat lebih ganteng dari hari biasanya. Rambut yang di potong rapi dengan diberi sedikit gel. Jas putih dengan dasi emas memberikan kesan yang sangat mewah. Dengan dadanya yang bidang membuatku ingin segera memelukknya. Ah ya ampun Rachel pikiran loe kemana-mana nih gara-gara Renata. Hahaha.


“sayang, kamu cantik banget.” Aldo


“aku gugup banget yank.” Rachel


“udah ga apa, pegang tanganku kalau kamu gugup ya. aku ga akan kemana-mana. Sebentar lagi kita akan jadi suami istri sayang, aku bahagia banget.” Aldo


“iya yank,” Rachel


“makasih ya sayang, kamu sudah mau menerimaku jadi suami kamu.”Aldo


“aku juga makasih, kamu udah mau jadikan aku istri kamu.” Rachel


Hari ini waktu berjalan sangat lambat. Aku berjalan menuju altar dengan didampingi orang yang sangat aku sayangi. Dengan alunan lagu gereja yang sangat syahdu membuat suasana menjadi romantic sekali. Dan akhirnya tepat pukul 11.30 kami berdua mengikat janji di hadapan Tuhan dan jemaatNya, untuk saling menjaga, saling mencintai, sampai maut memisahkan kami.


“ya inilah pasangan baru kita. Bapak dan Ibu Aldo.” Pendeta


Suasana yang sangat meriah. Semua orang terlihat bahagia dan tersenyum lebar. Demikian pula hatiku. Aku tidak bisa berhenti untuk tidak tersenyum. Aku sangat bahagia sekali. Sekarang yang disampingku sudah bukan lagi pacarku, sekarang dia adalah suamiku, ayah dari anak-anakku nanti.


(di hotel)

__ADS_1


“oke acara pemberkatan hari ini berjalan lancar ya, tinggal nanti resepsinya. Gimana Dek? Deg-degan ga lu? Tadi gue lihat lu ga berhenti nangis ya. Hahaha.” Renata


“iyalah Ta. Gue gugup, seneng, takut, semua campur aduk jadi satu. Dan bayangkan deh ketika Aldo ngucap janji nikah, gue ga bisa berhenti nangis tau ga sih.” Rachel


“hahaha. Akhirnya anak mama semua sudah menikah ya. Waktunya papa dan mama pacaran lagi deh.” Mama


“asek deh Mama. Hahaha.” Renata & Rachel


Renata dan suaminya sudah kembali ke kamar hotel mereka, papa dan mama juga. Tinggalah aku dan Aldo berdua di dalam kamar.


“sayang…” Aldo


“hmmm?” Rachel


“capek ga?” Aldo


“iya lumayan yank, kamu capek?” Rachel


“ga begitu sayang. aku ga sabar nanti malam sayang.” Aldo


“nanti malam? Emang nanti malam mau ngapain yank?” Rachel


“masak kamu ga tahu nanti malam kita mau ngapain sayang?” Aldo


“emang mau ngapain yank? Kan nanti malam kita resepsi terus balik hotel terus…. Oh aku tahu yank. Hahaha. Udah ah yank jangan nakal ya.” Rachel


Aku hanya bisa tertawa dalam hati. Akhirnya kelihatan juga sifat asli Aldo yang sebenarnya sedikit mesum. But, I Love him so much.


Oke selesai sudah acara resepsiku malam ini. Dengan dibantu EO aku kembali ke hotel dan melepaskan gaun pengantinku yang cukup berat dan menyiksa. Kaki rasanya sudah mau lepas, muka rasanya tebal banget, dan mata ini udah berat. Ingin rasanya aku langsung tidur tapi aku harus bersih-bersih diri.


“oke, sampai disini ya. Terimakasih lho sudah mempercayakan ke kita untuk EO nya.” EO


“sip makasih juga ya sudah bantuin semuanya, kalian ajaib banget deh.” Aldo


“hahaha. Oke deh kita pulang dulu ya Aldo, selamat menikmati malam pertama. Hahaha.”


“hahaha. Thx2.” Aldo


Semua vendor dan keluargaku sudah pulang. Dan sekarang hanya tinggal ada aku dan Aldo di dalam kamar yang cukup luas. Kamar yang sudah di setting untuk pengantin baru, AC yang dingin, dan tv yang sudah menyala membuatku ingin segera tidur dan meluruskan punggungku.


“yank, mau kamu yang mandi dulu apa aku?” Rachel


“aku dulu ya, mandiku cepet kok.” Aldo


“oke deh.” Rachel

__ADS_1


Sembari menunggu Aldo mandi, aku mengaktifkan ponselku yang seharian aku matikan karena tidak mau diganggu oleh ucapan selamat dari teman-temanku. Ah enak banget aku bisa menyandarkan punggungku. Kasurnya bener-bener empuk. Aku jadi berasa ngantuk banget. Btw, besok aku dan Aldo langsung berangkat bulan madu, dan kita memilih bulan madu di korsel, bukan kita sih lebih tepatnya aku yang minta. Siapa tahu aku bisa ketemu artis korea, dan dia sebel banget waktu tahu alasanku. Hahaha. Tapi namanya cinta ya, ceweknya minta apa ya pasti diturutuin lah. Hehehe.


“yank, aku udah slesei. Yuk cepet giliran kamu mandi.” Aldo


“wew… kok di suru cepet2. Ini lho masih banyak yang harus aku bersihin, rambutnya juga penuh hairspray begini.” Rachel


“hahaha. Iya-iya sayangku. Mandilah, tapi jangan kelamaan ya. Kan aku pengen peluk kamu.” Aldo


“pengen peluk apa pengen peluk?” Rachel


“hahaha. Sayangku sayangku.” Aldo


Begitu sampai di kamar mandi dan mengguyurkan badanku. Rasa segar terasa sekali tapi entah kenapa, jantungku tiba-tiba berdebar. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini. Ku putuskan untuk memperlambat mandiku. Jujur aku masih belum siap kalau harus melakukan yang dilakukan suami istri. Oh God, aku nerveous banget.


“udah selesei mandinya?” Aldo


“udah yank. Wangi ga?” Rachel


“wangi dong, yuk sini.” Aldo (sambil menyeret Rachel ke tempat tidur)


“ya ampun yank, jangan sekarang deh. Kamu ga capek apa? Aku ngantuk banget yank.” Rachel


“ga kok, justru ini yang aku tunggu kok. Sayangku…” Aldo


Yaps malam itu tidak bisa di hindarkan lagi. Akhirnya aku melepaskan kehormatan yang selama ini aku jaga. Dan akhirnya aku berikan kepada orang yang sangat aku cintai. Dan aku tidak pernah memikirkan kalau aku akan memberikan di usia semuda ini.


“sayang…” Aldo


“hmmm??” Rachel


“gimana rasanya? Enak ga?” Aldo


“sakit. Sakit banget.” Rachel


“aku terlalu cepet ya?” Aldo


“dikit yank, kamu terlalu bernafsu sih. Hahaha. Ga apa kok sayang, nanti pelan-pelan kan aku bisa menikmati. Jangan sedih gitu.” Rachel


“hihih. Iya deh. Makasih ya, kamu udah kasih yang berharga di hidup kamu buat aku.” Aldo


“aku sayang kamu yank.” Rachel


“aku  juga sayang banget sama kamu sayang. Cup..” Aldo


Malam itu adalah malam yang indah buat kami berdua. Walaupun aku belum bisa merasakan apa yang di bilang orang surga dunia. Tapi hatiku rasanya bahagia melihat wajah Aldo ketika dia bisa puas banget. Dan sentuhan demi sentuhan membuatku semakin sayang sama dia. Dan aku berterimakasih banget ke Tuhan, Tuhan menciptakan dia untukku.

__ADS_1


Karena sudah sangat lelah. Setelah bersih-bersih kembali. Aku memutuskan untuk tidur, karena besok akan jadi hari yang panjang, dengan perjalanan sekitar 5 jam ke Korsel. Aku tidak sabar ingin menginjakkan kakiku ke Negara yang terkenal dengan drama korea dan Kpop.


__ADS_2