Mengulang Bersamamu

Mengulang Bersamamu
Hujan


__ADS_3

Aldo POV 👨‍🦱


karena listrik padam. aku dan Rachel tidak bisa melanjutkan pertemuan kami. beruntung hari itu aku mengajaknya untuk belajar lebih awal. jadi hari belum begitu gelap.


Rachel mengajakku duduk di gazebo belakang rumahnya sambil menikmati rintikan air hujan. hujan yang turun sudah tidak begitu deras tapi masih rintik-rintik.


"aku suka banget hujan." Rachel


"kamu suka hujan?" Aldo


"he em." Rachel


' aku baru tahu ini kalau dia suka hujan. terus selama ini aku bersama Rachel ngapain aja sampai aku tidak tahu kalau dia suka hujan. '


"kenapa kamu suka hujan?" Aldo


"melihat air hujan dan suasana hujan seperti ini membuatku seperti masuk dalam sebuah dimensi lain. aku merasa seperti masuk dalam kenangan indah yang aku ga tahu itu apa. tapi aku merasa bahagia ketika melihat hujan." Rachel


Rachel beranjak dari duduknya. dia langsung berlari ke tengah taman belakang rumahnya. dia merentangkan kedua tangannya dengan wajah yang menghadap ke langit. dia tersenyum sambil merasakan setiap rintikan air hujan yang menetes di wajahnya.


"nanti masuk angin lho." Aldo


"ga, aku suka ini. dulu waktu aku kecil aku suka banget kalau hujan gini. aku bisa menikmati setiap tetesan air yang membasahi wajahku." Rachel


Rachel kembali ke gazebo dan duduk disampingku. kaos yang dia pakai sudah basah, rambutnya pun terlihat sangat basah. tapi senyumnya terus tersungging dari bibirnya.


"ganti baju Chel. udah basah semua kamu. nanti sakit lho." Aldo


"tenang aja, aku ga bakal sakit kok." Rachel

__ADS_1


kami terdiam untuk beberapa saat. aku hanya memperhatikan wajahnya dari samping. setiap lekukan di wajahnya, mata bulatnya, hidungnya yang mancung, dan senyumannya yang selalu jadi candu buatku.


"kak Aldo kenapa lihat aku sampai segitunya? aku cantik ya?" Rachel


aku langsung memalingkan wajahku ketika mendengar ucapannya. dan aku memilih untuk tidak menjawab. sejujurnya setelah kejadian beberapa waktu lalu. aku mencoba untuk menjaga jarak lagi dengannya. aku takut aku salah ambil keputusan lagi. aku ga mau membuatnya jatuh cinta denganku. biarkan tetap seperti ini.


***


Rachel POV 👩


daritadi aku hanya memegang bibirku. sambil aku memeluk guling dan senyum-senyum sendiri. rasanya seperti mimpi ketika tadi Aldo menciumku.


pertama aku kaget banget dengan tiba-tiba dia menciumku, tapi ciumannya begitu lembut. akhirnya aku menikmatinya. dia sudah mengambil ciuman pertamaku. tapi aku ga sedih, justru aku senang. ga tahu kenapa. apa mungkin aku jatuh cinta sama dia?


"dek, makan yuk. dinnernya udah siap." Renata


"oke." Rachel


aku keluar dari kamar dan turun menuju ruang makan. Renata sedang menyiapkan beberapa lauk untuk makan malam kami. aku memperhatikan tubuh Renata, dia sedikit lebih gemuk dari sebelum dia menikah. pasti dia bahagia. katanya orang kalau menikah dan bertambah gemuk itu karena mereka bahagia.


"Ta, lu gemukan ya?" Rachel


"masak sih?" Renata (memperhatikan badannya)


"iya, terutama bagian perut lu. di rawat banget ya lu sama Kakak ipar. hahaha." Rachel


Renata mengusap rambutku. "gue lagi hamil dek."


"hah?" Rachel

__ADS_1


mataku membulat, aku terkejut dengan ucapan Renata. dia hamil? ya ampun pantes aja gendutan. berarti aku bakal punya keponakan dong. aduh ga sabar nih.


"lu hamil Ta? berapa minggu? papa mama udah tau?" Rachel


"udah tahu dong. lu doang yang belum gue kasih tau. maafin ya dek. hehehe." Renata


"aisshh.. kebiasaan, selalu gue di anak tirikan." Rachel


"jangan ngambek gitu dong adekku sayang. kan sekarang gue udah kasih tahu." Renata


"he hem." Rachel


"ih ngambek. lu doyan marah entar susah jodoh lho." Renata


"ih amit amit. doa lu jelek banget sih. lu mau adek lu jadi perawan tua?" Rachel (ngetok meja tiga kali)


"hahaha. kagak lah, entar gue bantu cari cowok deh biar lu ga jadi perawan tua." Renata


"haachii...." Rachel


"lu napa dek? flu ya?" Renata


"ga tahu, kepala gue agak pusing." Rachel


"nah lho, makan dulu sana, terus langsung istirahat. minum obat juga." Renata


"he em." Rachel


bener ucapan Aldo, gara-gara hujan-hujanan tadi, kepalaku sedikit pusing. dan hidungku mampet. jangan sampai sakit deh. kalau Aldo tahu dia bakal marah.

__ADS_1


aku langsung menghabiskan makan malam ku dan minum obat sakit kepala. setelah itu aku berpamitan pada Renata untuk ke kamar dan istirahat. kepalaku semakin berat dan sedaritadi aku tidak berhenti bersin.


__ADS_2