
Sampailah akhirnya di sekolahku tercinta. Aku langsung keluar dari mobilku dan melangkah menuju gerbang sekolah. Aku berjalan dengan sedikit lambat. dan langkahku terhenti karena ada suara seseorang yang memanggilku.
“Rachel!” suara cowok
Aku membalikkan badanku dan aku melihat seorang pria berseragam yang sama denganku. Badannya sangat tinggi, wajahnya macho banget, kulitnya putih, dia berjalan menghampiriku sambil tersenyum cerah. Cowok itu adalah.. Michael. Cowok yang mengajakku berkenalan 5 hari lalu di toko buku tempat aku biasa datangi. Setelah hari itu, aku dan dia intens berbincang melalui chatting tapi aku tidak terlalu dalam menanggapinya.
“baru dateng?” Michael
“he em.” Rachel
“semalam kok ga bales chatku terakhir?” Michael
“oh, sorry gue ketiduran. Hehehe.” Rachel
“nanti siang pulang sekolah ada waktu?” Michael
“mau ngajak jalan?” Rachel
“hahaha. Tahu aja, gampang ketebak ya?” Michael
“iya lah, kalau pertanyaan lu gitu kan pasti kan mau ngajak jalan, masak mau apa.” Rachel
“hehehe. Bener juga. Terus gimana? Bisa?” Michael
“ehm. Nanti gue kabari lagi ya.” Rachel
“owh gitu.. oke deh ga apa, aku tunggu kabarmu.” Michael
“he em.” Rachel
Kami pun berpisah, karena kelas kami berbeda. Michael kakak kelasku, dia kelas XI sedangkan aku masih kelas X. sebenarnya aku males banget nanti siang pergi sama dia. Secara aku belum kenal banget dan aku memang belum pengen pacaran. Capek pacaran putus terus, mending nanti aja deh, cari yang serius, sekali jadi terus nikah.
Aku masuk ke dalam kelasku. Dan ke empat sahabatku sudah nongkrong di dalam kelas. Lala yang sedang duduk langsung menghambur lari menghampiriku. Kami berlima sangat dekat, dari SD sampai sekarang kami selalu bersama. Dan kebetulan banget kelas X ini, kami semua satu kelas. Lengkap sudah kebahagiaanku dan teman-temanku ini.
“Chel, gue lihat lu tadi di ajak ngobrol sama kakak kelas ya?” yongky
__ADS_1
“kok lu tahu?” Rachel
“iya tadi gue pas ke kantor guru, lihat lu lagi ngobrol sama kak Michael. Dia cakep lho Chel, lu ga mau coba pacaran sama dia?” Yongky
“eh yong, pacaran bukan coba-coba kali. Gue ga mau coba-coba lagi. Kali ini gue mau serius.” Rachel
“beneran ya Chel, lu kudu serius, kalau sampai lu punya pacar terus putus lagi dengan alasan bosen, lu harus traktir kita-kita makan di tempat mewah.” Lala
(mendesis) “cih.. matre banget lu La.” Rachel
“hahaha.” Adel, Asher, Yongky
Bel pelajaran pun berbunyi. Aku dan teman-temanku langsung duduk di bangku kami masing-masing. Aku sendiri duduk bersebalahan dengan Asher. Dari keempat sahabatku, aku lebih dekat dengan Asher. Aku sering curhat dengan Asher, dia pun juga sama. Tapi aku tidak pilih kasih, dengan ketiga yang lain aku masih tetap curhat kok. Hanya tidak seintens dengan Asher.
“lu kenapa Chel?” Asher (melihat Rachel yang lagi melamun)
“gue mimpi hal yang sama lagi Sher semalem.” Rachel
“mimpi cowok itu lagi?” Asher
“ehm. Lucu ya, lu bisa mimpi itu berkali-kali. Apa mungkin cowok di mimpi lu itu jodoh lu Chel?” Asher
“jodoh gue? Tapi di mimpi tu sedih banget Sher, gue di mimpi mati.” Rachel
“lah, kok serem amat. Tapi sampai lima hari lho Chel, aneh banget kalau bunga tidur.” Asher
“maka dari itu.” Rachel (menghela nafas pelan)
Selama pelajaran berlangsung aku sedikit tidak fokus mendengarkan guru ku yang sedang menerangkan. Pikiranku kemana-mana. Aku memikirkan mimpiku, aku juga memikirkan ajakan Michael nanti siang.
Siang sepulang sekolah akhirnya aku menolak ajakan Michael, dengan alasan sedang tidak enak badan. Tapi aku tidak bohong, karena banyak tugas yang menumpuk membuat kepalaku jadi cekut-cekut dan sepulang sekolah nanti aku ingin langsung belajar.
Aku duduk di bangku depan sekolah sambil menunggu sopirku datang menjemput. Aku duduk bersama Lala sambil kami ngobrol santai.
“eh Chel, lu lihat cowok yang bertopi putih itu.” Lala (menunjuk seorang cowok yang sedang berdiri di depan pintu gerbang)
__ADS_1
“kenapa?” Rachel
“dari beberapa hari lalu, gue udah lihatin dia, nongkrong di depan sekolah kita. Lihat-lihat ke dalem gitu. Jangan-jangan dia pedofil lagi Chel, secara tampilan dia udah dewasa gitu.” Lala
“huss.. sembarangan aja lu kalau ngomong La. Mungkin dia jemput adiknya yang sekolah bareng kita.” Rachel
“ih.. tapi gue ga pernah lihat dia jemput siapapun Chel. Dan anehnya dia bakal hilang kalau lu udah pulang.” Lala
“gue? Kok bisa gue?” Rachel
“iya, kemarin gue lihat dengan mata kepala gue sendiri. Waktu lu masuk ke mobil pulang, tuh cowok tiba-tiba pergi dan hilang.” Lala
“nah terus maksud lu, gue jadi inceran cowok itu?” Rachel
“bisa jadi Chel.” Lala
“OMG! Jangan nakutin gue dong. Terus gimana nih? Aduh mana pak Ujang udah jemput lagi, terus gimana nih?” Rachel
“lu cepet-cepet aja jalannya Chel, pokoknya gitu dia deketin lu, lu langsung lari yang cepet masuk ke mobil.” Lala
“gitu? Oke deh, ya udah gue balik dulu ya, bye.” Rachel
“bye Chel.” Lala
Dengan setengah waspada aku melangkah keluar dari gerbang sekolah ke mobil. Sialnya mobilku berhenti tepat di depan cowok bertopi putih itu. Dan benar yang di ucapkan Lala , mata cowok itu menatapku. Masak bener dia pedofil? Orang yang mengincar anak kecil? Aduh aku juga ga kecil-kecil banget kali. Udah SMA gini.
Akhirnya aku memutuskan untuk setengah berlari dan dengan kecepatan kilat aku sudah masuk ke dalam mobil.
“pak, cepetan yuk.” Rachel
“kenapa non?” Ujang
“udah pak, cepetan aja. Kan saya juga udah masuk mobil.” Rachel
“ow iya non, siap.” Ujang
__ADS_1
Aku memandang sekilas wajah pria bertopi putih itu, dia tampak memperhatikan mobilku yang sudah melewatinya. Siapa orang itu? Perasaan aku ga punya musuh?